Selasa, 20 Desember 2011

Tidak sekedar itu,,

Ditemani alunan instrument The Ellegance of Pachelbell, aku berhenti sejenak dari segala kesibukan di ruangan ini. Ya,,saat ini hari Selasa/20 Desember 2011 pukul 19 lebih 5 menit aku masih berada di ruangan ini. Ruangan yang hanya ditempati oleh aku sendiri, biasa mengerjakan semua tugas kantor. Masih tersisa satu buah RPC (Repayment Capacity) yang belum aku buat. Semua berkas2 ini rencananya akan aku bawa ke Semarang malam ini juga. Pulkul 10 malam mungkin aku akan berangkat.

Kalau dipikir secara dangkal, untuk apa sebenarnya semua ini aku lakukan. Malam2 begini masih disibukkan dengan urusan kantor, pukul 10 malam harus berangkat ke semarang untuk "sekedar" meminta tanda tangan pengesahan pencairan dana pinjaman para mitra binaan. Sampai semarang mungkin dini hari, dan saat itu juga langsung kembali ke Purwokerto untuk persiapan penyaluran dana keesokan harinya. Begitu "GILA" kalau aku boleh menyebutnya. 

Untuk apa aku melakukan ini semua? padahal.. bisa saja! aku menolak pergi, aku selesaikan semua pekerjaan ini keesokan harinya.  Toh, secara struktural disini aku tidak memiliki posisi apapun, toh bayaranku juga "segitu2" saja. Yah.. itu tadi pemikiran dangkal, dan Alhamdulillah.. aku bisa aku mendapatkan makna yang lebih dari itu. BAHWA TIDAK ADA YANG SIA-SIA. Sekecil apapun kontribusi kita, tetaplah berpengaruh besar terhadap sebuah peristiwa. Bukankah kepakan sayap kupu-kupu dapat memicu sebuah badai? 

Disinilah aku yakin, bahwa setiap yang aku lakukan itu bermanfaat nantinya, minimal untuk mitra binaan yang nantinya mendapatkan dana pinjaman. Aku yakin, Allah tidak pernah tidur, DIA tidak akan pernah tertukar. DIA tahu niat yang ada didalam hatiku, ketika aku bersusah payah mengerjakan ini semua. Aku senang menjalaninya, makanya.. aku tetep gendut walau tarjet sebesar apapun, kerjaan sebanyak apapun! hehe.. this is my passion!

Berikut tampilan meja yang bener2 bikin "hhhhhhhhh..."
satu lagi ah fotonya..
Kalo ini tampilan komputernya..
terakhir.. tampilan orangnya :D *narsis dikit boleh? * :p
*stres dikit*

Senin, 05 Desember 2011

Nasihat Baik..

Untukku.. sebagai cerminan diri..

Siapa yang memberi nasihat dengan memandang dirinya baik, maka dia akan berdiam diri apabila berbuat kesalahan.  Dan siapa yang memberi nasihat, karena memandang (apa yang ia ucapkan) sebagai kebaikan dari Allah untuk dirinya, maka dia tidak berdiam diri apabila berbuat kesalahan.”

Nasihat sebenarnya bisa diberikan oleh siapa saja kepada siapapun dalam rangka saling mengingatkan dalam kebenaran dan menghindari kesalahan, bisa berupa mengajak kepada kebaikan atau saling mengingatkan. Nasihat tidak selalu disampaikan dalam bentuk ceramah, dan juga tidak selalu harus disampaikan oleh seorang Ulama atau seorang Kiayi dan tidak harus  selalu disampaikan dalam sebuah forum keaagamaan.

Dari Abi Huroiroh dari Rosulillahi sholallohu ‘alaihi wa salam bersabda,

sesungguhnya agama itu nasihat , sesungguhnya agama itu nasihat , sesungguhnya agama itu nasihat“,  mereka (shahabat) bertanya siapa yang berhak nasihat ya Rosulalloh ? bersabda (Nabi) “Bagi Alloh dan bagi kitabnya Alloh, dan bagi utusannya dan bagi imamnya orang muslim dan bagi umumnya muslim
Memberi nasihat untuk dijadikan mauizatun hasanah (teladan baik) dalam rangka mengajak kepada kebaikan sesama hamba Allah adalah perbuatan yang Utama. Akan tetapi memberi nasihat karena merasa diri kita adalah orang baik, berilmu dan saleh, adalah perbuatan yang kurang baik. karena, apabila suatu waktu ia tergelincir kedalam perbuatan jelek atau salah menyampaikan nasihat, maka akan tumbuh perasaan malu karena bersalah, yang menyebabkan ia akan bersikap diam atau tidak lagi memberi pelajaran atau nasihat-nasihat.

Akan tetapi apabila nasihat yang dijalankan dan pelajaran yang disampaikan didasarkan karena wajib menyampaikan ajaran Allah, atau karena apa yang ia sampaikan adalah karunia dan rahmat serta izin Allah semata, maka ketika ia khilaf karena tergelincir lidah atau salah ucapan, atau sikap yang tidak pada tempatnya, atau berbuat suatu kesalahan di mata masyarakat, ia tidak merasa malu, serta terus menyampaikan ajaran dan nasihat. Ia tidak berhenti, karena yang ia sampaikan adalah ajaran yang benar, dan karena izin rahmat Allah untuknya.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mengajak kepada kebaikan…
  1. Sampaikan nasihat atau ajakan kepada kebaikan dengan hati yang tulus ikhlash, semata-mata karena Allah.
  2. Berniatlah dalam hati bahwa ajakan yang ia laksanakan semata-mata melaksanakan kewajiban yang diizinkan Allah dalam rangka dakwah Islam, amar ma’ruf nahi munkar.
  3. Hindarkan perasaan dari dalam hati, bahwasanya apa yang disampaikan dan nasihat yang diberikan, adalah karena kepandaian dirinya sendiri, kecakapan dirinya sendiri, kecakapan pembicaraannya sendiri, atau ilmu yang ia kuasai. Perasaan seperti ini akan melahirkan rasa angkuh, kemudian bersifat riya’, yang akan merusak hati dan amal ibadah kita.
  4. Kekokohan tekad di dalam jiwa, bahwasanya nasihat dan tabligh yang akan disampaikan dan yang telah disampaikan, banyak atau sedikit karena ingin mencari Ridha Allah semata, melalui jihad dakwah yang terpikul dipundaknya.
  5. Buatlah sebuah rencana atau cara penyampaian melalui pendekatan yang efektif, sesuai dengan kemampuan masing-masing, agar apa yang disampaikan diterima oleh Masyarakat, sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya.
  6. Hendaknya apa yang disampaikan, sudah dipahami dan dihayati, dan jika belum dipahami dengan benar mengenai apa yang akan disampaikan, hendaknya dipelajari terlebih dahulu dengan sungguh-sungguh.
  7. Semata-mata apa yang disampaikan, baik berupa nasihat atau ajakan, hendaklah sudah dijalankan terlebih dahulu atau ia sedang menjalankan apa yang disampaikannya, dengan maksud bersama-sama mencari kebaikan di Jalan Allah.
  8. Selalu meminta petunjuk kepada Allah Swt.
Dengan nasihat dan ajakan kepada kebaikan, seseorang dapat berubah dari yang tidak paham menjadi paham, dari yang lupa menjadi ingat, dari salah menjadi sadar Karena diingatkan dan dari tidak baik menjadi baik. Tentunya semua itu tidak terlepas dari Kehendak Allah Swt, karena upaya kita hanyalah sebatas dalam mengajak atau saling menasehati, selebihnya untuk urusan hati dan apakah orang yang diajak menerima atau tidak,  tergantung daripada upaya orang yang diajak tersebut apakah menerima, atau menolaknya, karena, hanyalah Allah Yang Maha Kuasa dan membolak-balikkan hati manusia.

Blog, situs pertemanan, ataupun media-media yang dikonsumsi oleh khalayak ramai, dapat juga menjadi salah satu sarana untuk menyampaikan ajakan dalam kebaikan dan saling mengingatkan sesama saudara muslim.

Sebagaimana peringatan dari Alloh SWT dalam QS Al-‘Asr (103) 1-3
“Demi waktu ‘asr sesungguhnya manusia niscaya dalam keadaan rugi, kecuali orang yang beriman dan beramal sholih dan saling wasiat (nasihat) untuk menetapi barang hak , dan saling berwasiat dengan kesobaran.”

by : http://atmakusumah.wordpress.com/2009/11/18/nasihat-baik/ 

Minggu, 04 Desember 2011

Thinking deep

Astaghfirullahal'adziim.. Astaghfirullahal'adziim.. Astaghfirullahal'adziim..
Ya Allah.. hamba mohon ampun padaMu atas segala kesia-sia an yang telah hamba lakukan.
Atas perkataan yang mungkin menyakiti, menyinggung hati saudara - saudara hamba
Atas rasa ke-sok tahu-an yang telah hamba lakukan,
Mohon ampun atas semua itu Yaa Ghoffar...

Bismillahirrohmanirrohiim..
Aku awali tulisan ini dengan membuka Q.S 2: 271 " Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan."

Sebelumnya, ada rasa sesal dalam hatiku karena sudah blak2an menyampaikan pendapat ku. Pendapat yang mungkin bagi sebagian orang itu tidak mengenakkan. Tapi memang niatku bukan untuk mencari dukungan atau sebaliknya. Aku cuma ingin mencurahkan unek2 di hati. Unek2 yang udah lama aku simpan. Belakangan aku sering liat orang2 itu berlomba2 membangun citra diri. Ada yang salah? engga si.. aku aja yang iseng komentar hehe.. Manusia sekarang ribet! (termasuk aku) dunia udah jauh dari kata "sederhana", masing2 ingin menunjukkan eksistensi dirinya, bahkan dalam hal beribadah. Segala ritual kita dengan Tuhan di expose. Taruhlah yang paling sederhana itu update status di social media. Sekali dua kali oke laaah, tapi kalo udah jadi kebiasaan? udah keseringan? lllaaahhh.. ini apa kantornya malaikat Roqib udah pindah ke FB/Twitter yak? -__-"

Yak.. mungkin ini cuma aku aja yang su'udzon. Hak mereka untuk melakukan itu, syi'ar katanya. Oke! mohon maaf atas ke-su'udzon-an ku, semoga Allah mengampuni. Aku cuma ingin mengingatkan saja, cuma ingin melihat kesederhanaan muncul kembali. Saling mengingatkan dalam kebaikan, berlomba2 untuk mengingatkan dalam kebaikan, bukan berlomba2 dalam pencitraan diri. Biarlah urusan ritual ibadah menjadi urusan antara kita sebagai hamba dengan DIA sebagai Sang Maha Pencipta. Tapi.. urusan menyebarkan ilmu, urusan mengingatkan tetap menjadi urusan kita terhadap sesama. Jadi disini.. aku sama sekali tidak mengkritik tentang aktivitas saling mengingatkan atau berbagi ilmu.. yang aku kritik adalah aktivitas mengumbar ritual kita kepada Tuhan kita. 

Semoga, apa yang sudah aku sampaikan ini sedikit bisa jadi bahan introspeksi untuk diri aku sendiri dan bagi mereka yang mau sedikit membuka hati menerima kritikan. Semoga kritikan yang membawa pada kebaikan, semoga nasihat yang membawa pada kebenaran. Bukan berarti aku lebih baik, bukan sama sekali. 

Ya Allah,, ampuni jika ada kesalahan dalam setiap ucapan hamba.. semoga tidak banyak mudharat di dalamnya.. Aamiin ^____^

Kamis, 01 Desember 2011

1433 H

  1. Tuntaskan segala tanggungan jika ada
  2.  Sedekah dimulai dari yang terdekat ( keluarga, tetangga, karib, mereka yg membutuhkan )
  3.  Shaum sunnah
  4.  Tahajjud, Dhuha, Qobliyah & Ba’diyah
  5.  Tadarus Al-Qur’an
Terakhir… yang paling penting.. adalah Istiqomah..
Seperti sabda Rasulullah saw “Sesungguhnya SEBAIK-BAIK amalan adalah yang dikerjakan secara rutin terus menerus walaupun sedikit.” (HR Ibnu Majah dan Ahmad)

Selamat tahun baru hijriyah buat seluruh umat islam di manapun berada, semoga di tahun ini kita bisa menjadi hambaNya yang lebih baik lagi.. Amiin..

 

Jumat, 25 November 2011

Menengo!

Yesss... kadang aku harus ngomong seperti itu untuk diriku sendiri "Menengo Mbar..." (diamlah kamu ambar..). Ini adalah pelajaran untuk diri aku sendiri, bahwa tidak semua hal itu harus kita komentari. Harus pandai menyaring mana hal yang memang debatable, mana yang undebatable. Untuk sesuatu yang ternyata undebatable, percuma untuk kita komentari. Toh.. ga akan ada hasilnya. Bisa - bisa malah cuma merusak silaturahmi saja. Jadi, kadang kata2 "he'em wess ben cepet" itu sakti juga! bisa memangkas semua perdebatan, yang kata orang disebut dengan debat kusir. 

Dan ternyata,, kata2 sakti "he'em wesss.. ben cepet!" atau "menengo ae mbar.." itu bisa dipakai ga cuma untuk hal yang undebatable loh. Bisa jadi, sesuatu itu memang bisa untuk diperdebatkan, tapiiii.. masing2 dari pihak yang memiliki argumen itu berbeda sudut pandang, atau salah satunya itu "ga nyandak" dengan apa yang tengah diperdebatkan. Hal yang seperti ini kadang menyesakkan kawan! taruhlah ada sebuah statement yang disampaikan oleh seseorang. Statement itu, sungguh2 sudah mengusik hati sanubari dan serta merta membuncah menjadi sebuah pertanyaan "maksutnya apa ni?" _dengan gaya sok nyanteng_ (agak hiperbolis :D). Kita ga setuju dengan statement tersebut, kita ingin mendebatnya, kita ingin menyampaikan bahwa "ga gitu loh... tapi begini.. blablablablabla.." tapi,, ternyata.. pihak pemberi statement ga mudeng juga dengan apa yang kita sampaikan. Fyuhh.. capek kalo diskusi model beginian :D. 

Ibarat kita lagi ngomongin buah jeruk, disana dia bilang "gila ya.. jeruk tuh ga ada enak2nya, asemnya minta ampun.. not recomended lah pokoknya!" dan kita sebagai pecinta jeruk otomatis donk ga terima dan komen "engga kok.. ga semua jeruk kaya gitu, ada juga yang manis, seger.. tergantung dari masing2 jeruknya sendiri" tujuan kita ngeluarin statement tersebut tidak lain adalah untuk membersihkan nama baik si jeruk. Tapi tetep aja pihak tadi ngotot,, "ah engga.. jeruk itu ga enak! asem! bikin sakit perut blablababla.." dan okey.. sampai sini kita udah bisa baca bahwa diskusi ini ga akan ada habisnya, lha wong sana nya itu sebetulnya CUMA ngerasain jeruk nipis,, tapi diGENERALISASIKAN menjadi "semua jeruk ga enak"

Jadi,, intinya..bijaklah dalam memberi statement, bijaklah dalam memberi komentar, kalaupun mau mengkritik, kritiklah dengan kata2 yang baik.. karena apa? hati itu bagaikan teko, hati yang baik akan mengeluarkan kata2 yang baik, begitupun sebaliknya. Silakan memberi komentar, tapi kalo ujung2nya jadi debat ga jelas.. lebih baik MENENGO!! hehehehe.. well guys.. enjoy the silence please ;)

Rabu, 23 November 2011

Dhuha itu.. hutang kita pada Allah..

“Setiap ruas dari anggota tubuh di antara kalian pada pagi hari, harus dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kebaikan adalah sedekah, dan mencegah kemungkaran adalah sedekah. Dan semua itu dapat disepadankan dengan mengerjakan sholat Dhuha dua rakaat.” (HR. Muslim dari Abu Dzar)

“Dalam diri manusia terdapat tiga ratus enam puluh ruas tulang, hendaklah ia mengeluarkan satu sedekah untuk setiap ruas itu. Para sahabat bertanya, “Siapa yang mampu mengerjakan hal tersebut wahai Nabi ALLAH?” Nabi berkata, “Dahak di masjid yang engkau pendam, suatu aral yang engkau singkirkan dari jalan. Jika kamu tidak mendapatkan sesuatu yang sepadan, cukuplah bagimu sholat Dhuha dua rakaat.”  
(HR. Abu Daud dan Ahmad dari Abu Buraidah)

Rabu, 09 November 2011

Amanah itu bukan sekedar kulit..

Aiihh.. kalo baca judul postinganku ini kok rasanya cakep bener ya.. "Amanah bukan sekedar kulit.." . Sebelumnya aku ucap syukur Alhamdulillah karena di tanggal autodebet ini hasil rekonsiliasi sementara antara buku kas dengan buku bank Sek-A ku nihil atau ga ada selisih satu rupiahpun -maaf yang roaming, pembukaan yang tidak bagus sepertinya :p - tapi tulisan ini terinspirasi salah satunya dari hasil rekonsiliasi ini loh.. 

jadi ceritanya, waktu nginput data angsuran dari masing2 mitra binaan ini, aku jadi bisa menilai karakter tiap orang khususnya mitra binaanku. Amanah atau tidak, salah satunya bisa diliat dari data angsuran ini. Dan ternyata, untuk masalah amanah atau tidak ini tidak bisa diukur dari besar atau kecilnya usaha seseorang. Terbukti, ada tuh mitra ku yang punya usaha sudah besar, omset besar, berpendidikan tinggi.. tapi kurang "open" -bahasa jawa bukan bahasa inggris- sama masalah angsuran. Cenderung menggampangkan. Ada loh yang begini.. sebaliknya, yang punya usaha biasa2 aja, pendidikannya juga paling SMP juga ga lulus, tapi sregep dan disiplin banget kalo masalah angsuran. Orang yang seperti ini yang aku bilang "ngerti sejarah".

Ngerti sejarah disini maksutnya, dia inget gimana perjuangan waktu ngajukin permohonan pinjaman, inget tujuan mengajukan itu akan dibuat apa, dan yang terpenting inget akan ijab kobul yg sudah disepakati bersama. Jadi ga sekate-kate, ga semene-mene! itulah,, dari situ bisa aku ambil pelajaran kalo yang namanya amanah itu karakter,, karakter itu ga sekedar di kulit atau di casing, makanya salah besar kalo kita menilai seseorang itu mutlak hanya dari casingnya saja, bisa2 ketipu ntar kita. jadi.. kalo kata pepatah siii "don't judge the book just from the cover" janganlah menilai buku dari covernya saja.. tapiiii liat juga tuh!daftar isinya! hahaha..

Selasa, 08 November 2011

Sensasi!

Ah.. entah hari macam apa hari ini,, mengagetkan sekaligus menyenangkan.. Lucu juga! pagi hari terbangunkan oleh sebuah telp dari nomor 024-79XXXXX dan itu adalah nomor pak bos saya! huahahaha. Sebelum angkat telp itu, terlebih dahulu aku cek jam dan ternyata angka jam menunjukkan pukul 6 lebih 15 pagi. Hoaaahmmm nasib seorang wanita yang diberi "libur" sama Tuhan ya begini ini,, BANGUN SIANG!! - jangan ditiru wahai kaum muslimah :D -. Antara ingin dan tidak ingin angkat telp tersebut, malu! takut ketauan anak gadis baru bangun jam segini :p tapiiii siapa tahu telp tersebut penting, jadi saya putuskan untuk mengangkatnya dengan resiko ditanya "baru bangun ini teh si eneng?!?!" -logat sunda khas nya si bapak- hihihihi. 

Lepas menerima telp tersebut, aku ga buru2 mandi dan bersiap untuk "nguli" tapi kok ya malah sms2an dulu sama sahabatku tercyincyah yang berada di ibukotang sana, sempet2nya becanda2 sama ejek2an dulu -memang orang yg tidak jelas kami berdua ini -___-" - dan YAKKK!! waktu menunjukkan jam 7 pagi.. langsung ngibriiiitttt lari  buat mandi, dandan bersiap berangkat kerja. 

Tragedi pun terjadi, sudah siap dengan segala ubo rampe, dan mau ngacir menuju ke TKP nguli, eladalah!! di motor baru inget.. "Ini si hari apa?" kata ibu "Rabu!" sambil terus nyuci piring.. NGEKNGOOOOOKKK saya salah kostumm.. hari ini saya memakai kostum untuk hari JUM'AT!! yayayayyyy... NGELINDUR.COM! buru2 masuk.. ganti baju seadanya dan kabuuuuuuurrrr tepat pukul 8 pagi! dan saya sampai kantor pukul 8 lebih 10 sambil cengar cengir masuk ruangan, ngucapin salam dan laporan "Maaf pak telaat.. salah kostum tadii :D"

Sensasi bener pagi ini ya.. dibangunin sama pak bos, salah kostum, telat pula! heddeeehhh.. makanya! mau lagi "libur" ataupun engga.. jangan bangun siang dwooonk.. dipatol ayam rejekinya baru tau rasa lho entar hihihihi ;)

Senin, 24 Oktober 2011

Arifin ilham - Dzikir dan Nasyid - Keagungan Tuhan



Hidup tidak untuk hidup,
Hidup untuk sang Maha Hidup

Hidup bukan untuk mati,
tapi mati untuk hidup

Hidup untuk Sang Maha Hidup,
tidak takut mati, tidak cari mati, namun tidak melupakan mati.

Mati bukanlah wafat.. bukan akhir tapi awal,
mati.. adalah satu satunya pintu untuk berjumpa denganNya.

Arifin ilham - Dzikir dan Nasyid - Muhasabah



Seiring denyut dan nadi terpancar rohani tenggelamnya diri dalam dzikrulloh
Tibanya hari,,Muhasabah diri bersujud bersunyi

Alangkah bertuah diri jika hingga ke akhir hayat kita dalam dzikrulloh
Bibir yang basah dengan syahadat terpancar indah..

Selasa, 18 Oktober 2011

Seret!!

Awalnya aku mau nulis banyak disini. Apalagi yang bakal aku tulis selain kejadian sehari - hari yang mungkin tidak memiliki esensi apapun. Tapi.. tiba-tiba keinginan itu ilang setelah aku baca tulisan - tulisan fantastis punya nya mas risky . Wow.. jadi malu mau nulis. Dibandingin sama pemikiran - pemikirannya, punya ku masih "nol" besar. 

Yah.. walaupun aku sadar,, bahwa tiap orang memiliki gaya penulisannya sendiri. Niatan dari menulis itu juga mempengaruhi kualitas tulisan yang dibuatnya. Mungkin,, gaya dan niatan penulisanku berbeda dengan gaya dan penulisan milik orang lain. Aku menulis, cenderung cuma untuk tempat menumpahkan semua cerita2 harianku. Maklum aja.. aku orangnya suka cerita,, atau bisa dibilang cerewet, lebay! hal kecil yang aku alami bisa saja menjadi sesuatu yang heboh! padahal menurut orang lain "biasa2 aja tuh..". Yah.. mungkin inilah yang membuat tulisan2ku ga berbobot. Cenderung enteng daannn ga bermakna!hahahaha...

Jadi please ya.. notes buat semua yang baca -kalo ada yang baca- blog ku ini,, please jangan banding2kan tulisanku dengan tulisan orang lain. We're different okay? ga bijak rasanya membanding2kan hal yang jelas2 berbeda! ibarat membandingkan buah jeruk dengan buah apel! notes buat diri aku sendiri.. boleh malu, tapi jangan jadi seret nulis. Tetep jadi diri sendiri, dalam hal apapun.. termasuk menulis. Tulis apa aja yang ingin aku tulis, bebaskan persepsi! selama itu adalah hal yang baik yah.. tengok tulisan milik orang lain semata hanya untuk memperkaya imajinasi, pengetahuan, tapi bukan untuk menjajal menjadi orang lain. Oke? tiap orang diberkahi pemikiran dan bakatnya masing2 ;)

jadi.. gimana? mau berenti nulis? Engga dwooonk hehehehe

Rabu, 12 Oktober 2011

10 alasan kenapa sinetron berbahaya bagi kesehatan anda






Kosan gue, berlangganan tv kabel di ruang tamunya. Diruangan ini lah kita biasanya menyaksikan tayangan sepakbola mancanegara. Meskipun bisa menonton siaran luar negeri, entah kenapa siaran tv yang ditonton dikosan ini ga jauh-jauh dari sinetron. Hal ini terjadi karena 3 orang mbak yang menjaga kosan gue, hobinya selaen menggosip adalah nonton sinetron.

Beberapa hari yang lalu, ketika kita lagi semangat-semangatnya abis nonton pertandingan piala AFF di RCTI, dan rasa bangga terhadap kemenangan Indonesia masih terasa. Dan tiba-tiba, selesai pertandingan, RCTI langsung mengubah acara dengan sinetron. Timpang sekali sodara-sodara!! Saat rasa nasionalisme tengah membuncah di dada, tanpa tunggu lama-lama, RCTI langsung mengubah siaran dengan sinetron! Piala AFF langsung berubah menjadi Putri Yang Ditukar. Ini sebenernya putri atau sendal sih?? Kok bisa ditukar-tukar?? Gue sendiri membenci sinetron, sejak beberapa tahun belakangan ini.. Dan ini, adalah sepuluh alasan gue kenapa gue ga menonton sinetron!

1. No plot,
Ga ada jalan cerita. Alias sama aja. Semua sinetron dilayar kaca punya jalan cerita yang sama antara satu sama lain. Tentang kisah cinta terlarang antara si cowo kaya dan si cewe miskin, yang dibumbui dengan kehadiran orang ketiga yang tidak setuju atas cinta mereka. Kadang sosok orang ketiga ini hadir dalam bentuk keluarga si cowo, atau cewe lain yang naksir si cowo atau cowo ganteng yang naksir si cewe miskin. Biasanya si tokoh yang baik akan disiksa habis-habisan oleh keluarga yang jahat, mulai dari disetrika, diracun ampe disuruh makan kaen lap. Cerita dibuat semakin bombastis dengan munculnya ibu peri.
2. Minim konflik,
Ya, konflik dalam sinetron hanya masalah harta melulu. Sutradara sinetron sekarang mungkin sudah terlalu malas untuk memikirkan konflik lain selain harta. Hilang sudah kreatifitas untuk membuat konflik selain dari harta. Satu sinetron yang bagus yang dulu gue tonton bernama Cinta, ada yang inget ga? Yang maen itu Desy Ratnasari, Primus dan Attalariq Syah. Mungkin beberapa diantara kalian ada yang nonton juga. Konflik di sinetron itu bener-bener ga biasa, sekaligus berkelas. Soundtrack ‘Bahasa Kalbu’nya Titi Dj semakin memperkuat kenangan sinetron itu di kepala gue. Syahduuuuu gitu.. Berbeda dengan sinetron sekarang yang selalu mengambil lagu yang tengah populer sebagai soundtracknya. Yang terkadang ngga sesuai dengan jalan cerita sinetronnya.

3.  Terlalu hitam putih.
Hitam putih ini maksud gue adalah karakter tokohnya. Tokoh protagonisnya digambarkan sangat baik, cantik , soleh, tabah, dan makannya banyak. Sedangkan tokoh antagonisnya selalu sangat jahat, sehingga membuat pembantu dikosan saya ingin memecahkan televisi dengan kepalanya ketika menonton. Bahkan sudah ada artis-artis yang mukanya ber ‘template’ sendu , seperti Nasyila Mirdad dan Nabila Syakieb. Setiap gue ga sengaja melihat iklan sinetron mereka, pasti mereka lagi nangis. Yang mengkhawatirkan, kadang masalah ini terbawa ke karakter anak kecil disekolahan. Di satu adegan sinetron, ada anak SD yang berkarakter jahat, mendorong karakter anak SD yang baik sampe terjatuh. Membuat gue berpikir, sejahat itukah anak-anak SD jaman sekarang??

4. Aktingnya.
Berbeda dengan aktor luar negeri yang memulai karirnya dari teater, artis dan aktor sinetron dinegara ini memulai karirnya dari dunia modelling. Yang mana, tampang adalah urusan nomor satu. Kemampuan akting bisa diatur belakangan. Bule dikit jadi artis, indo dikit jadi aktor. *Pengumuman Suasana Casting* “Jonathan White, kamu lolos” “Andrew Jhonson, kamu dapet peran utama ya?” “Suparjo, kamu ga cocok kerja di air.. Maksud saya, mm, kamu cocoknya jadi tukang ojek aja!!” “tt..tapi pak, akting saya kan bagus?” “Yauda, kamu jadi hansip! Nanti ketika butuh adegan disetrika, kamu saya panggil keluar..”

5. Dibuat tanpa batas waktu yang ditentukan.
Ketika suatu sinetron dapat rating yang baik, maka sekuel, trikuel, fourthkuel ampe seventhkuel akan dibuat. Yeah, you know what I’m talking about.hehe.. Caranya bagaimana? tenang saja. Sutradara kita tidak kehabisan akal, tinggal dibikin amnesia saja pemeran utamanya. Atau kalau perlu, kita bunuh saja karakternya, lalu munculkan karakter yang berbeda dengan pemeran yang sama, seolah-olah dia punya kembaran yang terpisah dari kecil. Bayangkan, jika Cinta Fitri ditayangkan setiap hari dalam satu minggu, dan satu musim disiarkan selama 6 bulan. Maka total ada 1200an episode yang meracuni pikiran kita. Cinta Fitri kini sudah hampir menyaingi Cinta ibu kepada anaknya sebagai cinta yang paling panjang. Ini lebih berbahaya dari rokok sodara-sodara. Waspadalah-waspadalah!

6. Masalah eksklusifitas.
Artis sinetron kita, jarang menjaga ekslusifitasnya. Kejar setoran, aji mumpung. Yang kadang, pemaen sinetron yang udah sering kita liat aktingnya di tv, tiba-tiba main film. Menurut lo, bakalan rame yang nonton? Itu logika sederhana, semakin banyak suatu barang dikonsumsi, semakin turun nilainya. Begitu juga dengan artis. Makanya gue sangat mencintai, yup literally, mencintai, Dian Sastro yang tetap tidak maen sinetron. Makanya orang cenderung akan menunggu karya Dian Sastro berikutnya. Oia masukkan juga Nicholas Saputra dalam list ini.

7. Black Crow Effects.
Penonton sinetron di Indonesia terus menerus dibodohi oleh sinetron. Kenapa gue bilang gitu, karena penonton sinetron dianggap bodoh oleh sinetron. Contohnya dalam sinetron, ketika seorang pemeran berakting marah, maka dia juga akan bilang “aku marah!” sehingga memunculkan istilah gagak hitam, agak rancu karena gagak sudah memang hitam hitam dari sananya. (istilah ini datang dari Prof Primadi Tabrani, Guru Besar FSRD ITB, mengacu terhadap ketidaksukaannya terhadap sinetron..) Padahal, masih banyak ekspresi untuk menunjukkan rasa marah tanpa menyebutnya. Contoh, membanting, berteriak, makan beling atau narik truk make gigi.

8.  Asal buat.
Pernahkah anda memperhatikan baik-baik satu adegan dalam sinetron, lihat secara seksama adegan itu. Jarang sekali dalam suatu adegan, para pemeran sinetron itu berada dalam scene atau pengambilan kamera yang sama. Jadi pencahayaan, tempat, pengambilan gambar jelas terihat beda. Logika gue mengatakan, jadwal si artis yang berbeda menyebabkan adegan itu diambil beberapa kali. Kadang, jalan cerita sinetron ini sangat absurd. Lagi berantem di taman, tiba2 si cowo nyetel musik lewat hape dan ngajak dansa si cewe untuk ngajak baikan. Sumpah, gue pernah nonton adegan ini! Belom lagi adegan pertemuan si cowo dan si cewe untuk pertama kalinya yang dibikin luar biasa dramatis. Lagi papasan di lorong, lalu mereka tabrakan, trus ntah dari mana angin berhembus meniup rambut si cewe agar terlihat anggun. Si cowo terdiam dalam hati dan berkata..”cantiknyaaaa” . dan kemudian musik terdengar dikejauhan… Ambooiiiiii… Kondisi jalan cerita sinetron diperparah dengan adanya figuran yang aktingnya kayak robot. Biasanya peran-peran ini berupa dokter, dosen, suster atau kadang supir.

9. Ada produk subtitusi yang jauh lebih baik..
Hahaha, itu alasan mutlaknya. Sekarang gue lagi menikmati serial-serial atau sitkom-sitkom luar negeri. Tapi bagaimanapun, gue sangat menantikan sinetron Indonesia yang berkelas berikutnya, seperti Cinta, Si Doel Anak Sekolahan, atau bahkan nanti sekelas CSI.

10.   …………………………………….
Poin terakhir sengaja gue sisakan untuk kalian, silahkan tulis alasan
kalian kenapa sinetron harus dihindari. Terutama bagi anak-anak dan
kemaslahatan bangsa (azzeeeeekkk)…
Ditunggu ya??
:)

----------------------- Bersumber dari email yg di forward defi.key@gmail.com ---------------------------

Selasa, 11 Oktober 2011

Hargailah tiap pemberian

Pembelajaran kali adalah tentang "Menghargai pemberian". Ceritanya, ada temen yang dateng ke kantor. Dia minta tolong difotocopy-kan salah satu materi brevet yang hari Rabu depan akan dibuat ujian. Ternyata sang teman bawa bungkusan yang isinya itu pisang. Pisang.. buah yang aku ga suka! aku kira si temen ini abis beli pisang dan mau dibawa pulang ke rumah, langsung aja aku tanya "Seneng maem pisang yo mba?" jawab si teman "iya mbar.. aku seneng.." lah! serta merta kok ya aku ngomong "angger aku lah ora doyan loh mba.."

Si teman ini ya ekspresi nya biasa aja tuh waktu aku ngomong begituan,, ternyata.. waktu si teman pamit pulang dia ga mbawa bungkusan itu balik, spontan aku panggil dong, aku kira dia lupa dan bungkusan buah pisang itu ketinggalan. "Mba.. pisange ketinggalan" kata aku,, eeeeh si teman bilang "ora mbar.. kuwe gedange nggo kowe.. nggo wong umah" cengiiiiiiiirrrrrrr http://www.smileycodes.info mak jlebb banget rasane. Aku ga kepenaaaaaaaak banget sama temenku itu. Haduuuuh.. makin ga enak lagi ternyata si teman sms abis nyampe rumah "Pisangna dibawa ke rumah ya? Kenapa ci ga suka pisang? aku kawit cilik nyangding kebone dadi wis bosen. He3" gitu bunyi smsnya. Deuuuh.. makin ngerasa bersalah ni aku, dengan memutar otak aku bales sms nya "hehe.. ga kok mba,, aku sing pisang iki tah doyan, sing ora doyan sing pisang ambon" -seriusss aku ga bo'ong!-

Hm.. pelajaran yang aku petik dari pengalaman ini adalah, "Hargailah tiap pemberian" , terima apa yang menjadi pemberian orang lain pada kita dengan hati yang senang. Mau pemberian itu adalah hal yang kita senangi atau engga' tapi berusahalah untuk tidak mencela apa yg orang lain berikan. Biarlah dikatakan munafik, toh niat kita adalah menyenangkan hati orang lain bukan? bayangin aja.. kalo kita udah niat baik ngasih sesuatu ke orang lain, kok orang yang kita kasih itu ga seneng sama apa yg kita beri. Sedih khan? hmm.. makanya mulai sekarang belajarlah buat nge-rem mulut. Mending diem daripada mencela. Apapun itu.. http://www.smileycodes.info diam saja daripada kata2 yang keluar dari mulut itu menyakiti orang lain.

Jumat, 30 September 2011

Aku kesal,, dan beginilah cara ku mengekspresikannya..





Sebetulnya ga enak juga kesel, mutung sama adek2 co-op. Aku yakin mereka ga berniat bikin aku BT. Tapi dasar Ambar.. ya mau kesel atau mutung kaya gimana ya susah buat TIDAK mengekspresikannya.

Aku memang begini, kalo lagi kesel itu ga bisa buat ga mengekspresikan. Mau kesiapapun itu, aku pasti memperlihatkan. Ga kecuali sama adek2 Co-Op, Icha dan Ridho! Sore itu.. selepas sholat maghrib, kembali aku nanya ke mereka "Pada pulang jam berapa?" setelah tau jawaban mereka masing2, aku putuskan buat pulang ke Purwokerto sendirian. Dengan keadaan mutung sodara2 http://www.smileycodes.info

Sempet Ridho ngajak ngobrol aku, cuma aku bales dengan jawaban "hm.." "ya.." "ga.." dan tanpa melihat mukanya hehe.. Mungkin dia ngerasa aku BT, makanya dia mencoba men-treat aku sebisa dia, dia nawarin bantuan buat mbawain barang2, dia nanyain aku pulang naik apa dan dianter siapa. Dan well.. itu semua ga mempan buat aku, mutung ya mutung.. hehe.. Maaf ya Dho http://www.smileycodes.info 

Icha juga g kalah sibuk buat bikin aku ga mutung lagi, tapi ya sekali lagi maaf.. mutung is mutung.. Masalahnya disini aku mutung itu bukan semata2 aku kesel, tapi ada alasannya. Coba dari awal mereka bilang rencana pribadi mereka, aku pasti bakal nyesuain diri dan ga nunggu2 mereka. 

Tapi seperti inilah aku, mudah emosi tapi mudah nyesel juga. Sampai di stasiun aku nyesel udah BT sama mereka berdua, akhirnya aku sms-in mereka berdua, bilang minta maaf dan pesen biar mereka ati2 waktu pulang ke Pwt besok.

Paginya.. ketemu di kantor, aku juga fair play,, udah aja keselnya selesai di hari kemarin. Ga berlanjut ke hari berikutnya. Aku juga didepan mereka bilang "Kemaren mba itu kesel sama kalian berdua, kalian ngerasa ga?" jawaban mereka "Ngerasa mba.." syukurlah hehehehe...

Mutung!! #part 2

Kayaknya judul postingan ini ga beud apa yah.. Judul kok mutang mutung mutang mutung.. tapi ya gimana lagi,, ini masih rangkaian cerita perjalanan ke Jogja dan memang seharian isine aku cuma mutung tok, ya gimana lagi.. Gapapa kali ya.. tetep ditulis aja ya hehe..

Sampe di Jogja, ternyata Purwokerto rombongan terlebih dahulu nyampe. Aku sama Icha dah ke Telkom duluan, sedangkan Ridho nyempetin ke CDC nya UGM. No matter..karena emang jadwal mereka jam 1 jadi ya sah sah aja kalo waktu luang dimanfaatkan mereka dengan baik.

Singkat cerita, tim penguji dari CD Area udah dateng dan aku ga sengaja ndengerin pembicaraan beliau2 yang setengah bisik2 http://www.smileycodes.info kesimpulannya "Purwokerto diuji duluan aja biar bisa pulang gasik, wong mereka yang paling jauh" ayyyesss.. asiiik aku seneng dengernya http://www.smileycodes.info ,, bukan kenapa2 karena memang aku butuh bantuan anak2 co-op itu. Secara barang bawaanku kantor maksutnya buanyak banget. Maklum, hari berikutnya ada acara pencairan dana, otomatis uborampe harus siap semua. Denger kebijakan dari para tim penguji aku seneng banget.. bayanganku sampe rumah ga kemaleman, besok pagi bisa gasik prepare semua data dulu buat pembekalan dan pencairan dana.

tapi ternyata.. ke-mutung-an ku dimulai saat jam menunjukkan pukul 5 sore. Ini kenapa bocah2 belum pada rampung? setelah aku tanya ternyata mereka pada nunggu acara sampai selesai, dan yang bikin aku BT ternyata mereka masing2 punya acara sendiri. Ada yang emang mau pulang malem, ada yg mau nginep tempat budenya! Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa http://www.smileycodes.info aku kesel aku keseeeeel.. tau gitu aku ga nungguin merek,, tau gitu aku pulang duluan.. biar bisa istirahat dirumah http://www.smileycodes.info hiks,,

aku putuskan selepas sholat Maghrib aku pulang duluan, nyari angkutan yang nyaman yang bisa mbawa aku ke Purwokerto as soon as possible pokoknya! dan pilihan aku jatuhkan ke KERETA! Yee.. maka cerita akan berlanjut ketika nanti aku sampai di stasiun.. oke? http://www.smileycodes.info

Pesan Moral

Pesan moral dari postingan sebelumnya adalah :
  • Harus bisa jadi orang yang lebih sabar 
  • Aware kalo dikasih arahan sama orang lain
  • Disiplin dan tepat waktu
  • Pandai - pandailah manage waktu kita sendiri
Pesan moral ini disampaikan oleh Ambar Fitriani, untuk diri saya sendiri dan untuk kalian semua yang merasa bahwa pesan moral ini bermanfaat http://www.smileycodes.info

Kamis, 29 September 2011

Mutung!! #part 1

Ini cerita kemarin waktu perjalanan ke Jogjakarta. Cerita singkat si dan ga ada pesan khusus didalamnya hehe.. Ini cuma semacam curhatan aja, menumpahkan kesal. Jadi ceritanya waktu itu, aku ada tugas ke Jogja buat penyelesaian administrasi SP3K. Kebetulan di hari itu juga anak - anak Co-op yang magang 3 bulan itu ada post test terakhir sebelum program co-op mereka berakhir. Jauh hari aku udah komunikasi sama anak - anak co-op tentang teknis pemberangkatan. Akhirnya, satu orang memutuskan untuk berangkat sendiri, sedangkan yang satunya sepakat buat berangkat bareng aku.

Senin, satu hari sebelum hari pemberangkatan. Aku pastikan anak yg mau berangkat bareng aku itu tau jadwal berangkat bis nya. Aku bilang "setengah 6 siap ya,, soalnya bis nya tepat waktu".

Selasa, setengah jam sebelum berangkat ke terminal aku sms lagi anak co-op itu,, "Mba Ambar otw yaaa.." dengan harapan kita ketemuan di terminal, maklum.. rumahnya dia jauh lebih deket ke terminal daripada rumahku. Tapi saudara2.. ternyata setelah sampai di terminal, aku belum ngeliat anak itu,, aku telp dia "Dimana cha?" jawabnya "Di rumah mba.." spontan waktu itu aku mendidih http://www.smileycodes.info *aeeer kale mendidih :D * tambah kesel waktu dengan polosnya dia ngomong "emang bis nya berangkat jam berapa mba? " GRRRRRR.. serasa apa yg ada di samping kanan kiri pengen aku makan http://www.smileycodes.info
dengan mencoba menyabar2kan diri aku jawab "Jam setengah 6 Icha.. khan kemaren mba udah bilang.. bis nya tepat waktu..",, lalu dengan segera anak itu jawab "oh,,, gitu ya mba? iya mba iya.. icha berangkat sekarang mba.. 5 menit nyampe". Aku jawab "cepet ya.. ga enak ni ditungguin sama bis nya, ga enak sama penumpang lain". Untungnya supir bis nya baik,mau nunggu sebentar. Dan ternyata memang bener2 SEBENTAR! belum ada 5 menit aku dah dipanggil supirnya "Mba.. temennya suruh nunggu di pintu keluar terminal aja ya" okelah.. dengan lemes aku naik bis dan berharap anak co-op itu ga ketinggalan. Aku telp lagi dia "Dimana cha? ntar nunggu di pintu keluar aja ya.. Bis nya udah jalan".. dan dengan manisnya.. dia jawab "pintu keluar si mana mba? " aiiihhh taliii aku butuh taliiii http://www.smileycodes.info .

Dan akhirnya kita ketemu juga dan dia ga ketinggalan bis. Alhamdulillah.. aku legaa http://www.smileycodes.info
Setelah di atas bis, aku biarin dia tenang dulu.. baru aku bilang "Khan mba kemaren udah bilang,,Bis nya tepat waktu.. jadi Icha harus bisa nyeting waktunya sendiri biar ga buru2 kaya gini.. oke?"
Kasihan juga si sama dia pagi2 udah aku marahin. Tapi aku marah bukan karena sebel atau apa, cuma pengen ngasih tau tentang disiplin aja, tentang tanggungjawab. Mudah2an setelah ini dia jadi lebih pinter ngatur waktu nya, dan lebih aware waktu dikasih arahan. Maafin mba ya Icha kalo pagi itu udah galak.. tapi tenang aja.. mba galaknya saat itu aja kok, abis Icha dah didalem bis mba udah ga marah. Malah kasian waktu liat Icha tidur,, pengen ngelus2 kepalanya Icha si.. tapi kata si Ridho mending ngelus2 idung nya Icha aja pake sulak.. Gocap tambah gocap.. cepe deeeeeh http://www.smileycodes.info hihihihii..

Kamis, 22 September 2011

Bismillah

Bismillahirrohmanirrohim.. siang ini disela-sela jam istirahat kantor, nyoba buka blog ini lagi. Blog yang sudah lama ga disentuh, bukan karena apa - apa, cuma karena satu hal saja. MALAS! haha.. ya saya terus terang saja, malas menulis. Bukannya ga ada ide atau inspirasi, tapi kadang semua inspirasi sudah saya keluarkan dijalan. Sambil pulang naik motor, menikmati jalan dan mengeluarkan semua unek - unek seharian. Walhasil.. tempat saya curhat disini kosonglah sudah. hihihihi... terimakasih ya buat yg masih concern buat sekedar buka dan meng-close blog saya, kemudian sms "dari dulu cuma Assalamu'alaikum aja, mana tulisannya?" hahaha.. atau yg komen.. yg sudah mengingatkan janji bahwa saya bakal menulis lagi. Terimakasih yaaa.. bikin semangat lagi. Sebetulnya, tulisan2 yang saya buat ini, saya yakin ga ada apa2nya dibanding dengan tulisan2 di blog lain. Tulisan2 ini mungkin lebih layak dinamakan "racauan". Apapun namanya, ya.. saya mau mulai mengisi blog ini lagi deh.. dengan racauan ga jelas khas nya Ambar Fitriani. Oh ya.. nama saya dah tambah lagi.. tambah jadi Ambar Fitriani, SE! ahahahaha.. Peace!! http://www.smileycodes.info

Kamis, 04 Agustus 2011

Assalamu'alaikum..

Assalamu'alaikum..

Hey,, apa kabar kamu blog ku sayang..
berbulan bulan aku g nyentuh kamu..
maaf ya,, bukan kenapa2.. belakangan semua kisah yang ingin aku ceritakan menguap terbang ditiup angin.
belakangan, kawanmu ini lebih suka bergumam dalam hati dan melepaskan semuanya lewat udara.

Kamu kangen sama aku blog ku sayang?
kangen sama cerita - cerita cengeng ku?
kangen sama peristiwa - peristiwa konyol yang aku alami?
jika iya, maka terimakasih..
dalam waktu dekat.. aku akan kembali aktif menjengukmu :)

Senin, 30 Mei 2011

Tentang LSPD

Ini adalah cerita tentang LSPD. LSPD atau Laporan Sumber Penggunaan Dana, adalah salah satu bentuk laporan keuangan yang berisi tentang sumber dan penggunaan dana. Biasanya dibuat satu bulan sekali. Bentuk dari LSPD itu sendiri macam - macam sesuai dengan kondisi perusahaan yang ada. Salah satu bentuk yang selalu aku buat adalah seperti ini :

(demi keamanan bersama maka angka saya samarkan haha!)

jadi begini.. ngomongin tentang LSPD, aku jadi berfikir bagaimana dengan kita nanti? artinya?! begini.. bukankah harta yang kita miliki nantinya juga akan kita pertanggungjawabkan bukan? tidak hanya dalam pemakaiannya (pembelanjaannya) saja, tapi juga sumbernya! dari mana kita mendapatkan rejeki itu.

setiap aku membuat LSPD ini, aku mulai berfikir demikian, iya yah? bagaimana dengan pertanggungjawabanku kelak? harta yang aku dapatkan.. sumbernya dari mana saja? lalu penggunaan dananya aku salurkan kemana saja? hm.. berfikir sejenak agar kedepan dapat lebih hati - hati lagi. Mulai mencoba untuk meng-audit diri sendiri, sebelum nanti di-audit oleh Maha Auditor yang tidak akan pernah salah sedikitpun!

Andhang pangrenan


Awalnya aku sangat underestimate terhadap tempat ini. Ah.. hanya tempat bermain yang meniru tempat serupa di kabupaten sebelah. Beberapa bulan lalu tempat ini sudah di buka untuk umum, berkali - kali pula melewatinya, tapi tidak ada keinginan sama sekali untuk masuk berkunjung kesana.

Sampai pada akhirnya, aku coba untuk datang kesana. Cukup dengan Rp. 2.000,- kita sudah bisa dapat tiket masuk lokasi. Harga yang sangat terjangkau untuk semua kalangan bukan? Ternyata, setelah aku masuk ke dalamnya, cukup bagus tempatnya, cukup bikin betah. Sebuah taman terbuka dengan berbagai fasilitas. Kursi - kursi yang ada di pinggir - pinggirnya, nyaman untuk ditempati.

Sepertinya aku mulai betah di tempat ini. Benar saja kata pepatah "tak kenal maka tak sayang". Disana,, kita bisa duduk sendiri, ditemani buku - buku mungkin, membaca dengan nyaman. Tidak perlu khawatir bakal kelaparan, karena kedai - kedai makanan pun lengkap ada disana. Mushola cukup kondusif, walau kamar mandi buat ku masih belum begitu nyaman. Yang menjadikan tempat ini istimewa adalah.. kita bebas melamun disana! ya! bebas melamun!haha.. siapa yang mau peduli pada kita? tiap orang yang datang kesana memiliki acaranya masing - masing. Jadi.. melamun di tempat ini sangat nyaman.


Di tempat ini juga kita bisa melihat senja! cakep.. senja Purwokerto yang cakep bisa dinikmati disini. Selain itu.. malam dengan pernak - pernik lampunya juga bisa kita nikmati. Ah.. tempat ini guweh beud pokoknya (alay dikit). Tapi hati - hati memilih waktu, salah besar kalau mau menikmati kesindirian di tempat ini pada malam minggu. Salah besar! jadi saranku.. hindari datang kesini pada malam minggu! haha..

Semoga tempat ini dapat terus terjaga kenyamanannya, keindahannya, kebersihannya dan keamanannya.. Aamiin..

Kamis, 19 Mei 2011

KUCING


Kami bertengkar lagi. Menurut saya, tetap tiga hari sekali. Tidak bisa diganggu-gugat. Sekali-sekali boleh empat hari sekali. Tapi jangan sampai satu minggu sekali. Meskipun ini bulan Puasa. Itu kan kebutuhan rohani.

Tapi dasar kepala batu. Satu minggu satu kali saja sudah kebanyakan. Katanya dua minggu sekali cukup. Orang lain ada yang sebulan sekali. Apalagi pada bulan suci. Kalau tidak setuju terserah.

Setuju? Bagaimana mungkin saya setuju. Mestinya dia harus bersyukur, sebab setelah puluhan tahun, saya masih tetap fit. Saya selalu hangat, segar dan bertubi-tubi seperti prajurit yang siap menyerahkan jiwa raga untuk membela negara. Tidak ada kata bosan. Semuanya seakan yang pertama kali. Itu kan karunia yang harus disyukuri.
Tapi kontrak tidak bisa hanya satu pihak. Saya jadi pusing tujuh keliling. Lalu saya ngelencer ke segala penjuru kota membunuh waktu. Menunggu saat berbuka, saya masuki toko-toko buku. Mencari-cari yang tak ada. Akhirnya saya beli juga sepuluh buku tua yang harganya jatuh. Bukan karena isinya sudah busuk, tapi karena kalah heboh oleh promosi buku-buku komoditas yang sebenarnya bermutu sampah.

Menggendong seabrek belanjaan yang mungkin tidak akan pernah saya baca itu, saya sebrangi Jakarta. Lalu-lintas sudah makin brengsek. Janji untuk menurunkan rasa nyaman bagi pejalan kaki, ternyata omong kosong semua. Motor berseliweran siap membunuh penjalan kaki yang meleng. Dan mobil-mobil seakan-akan begitu meremehkan harga manusia.

Tapi, saya masih bisa tepat sampai di depan rumah, ketika suara azan magrib terdengar. Cepat saya rogoh kunci dari saku dan buru-buru masuk rumah. Teh kental manis panas, pada bulan Puasa, lebih indah dari rubayat-rubayat Umar Khayyam. Puasa adalah bulan yang paling saya tunggu dalam setahun. Itulah saat saya merasakan nasi adalah nasi, pisang goreng benar-benar pisang goreng dan kehidupan, betapa pun rewelnya adalah sebuah puisi.

Celakanya, rumah kosong. Saya baru ingat, istri dan anak saya ada janji berbuka di rumah saudaranya. Tak apa. Hanya saya tidak melihat ada sesuatu di atas meja makan. Ada vas bunga dengan bunga mawar. Tapi saya tidak bisa menegak mawar. Saya memerlukan sesuatu yang hangat mengalir di tenggorokan setelah menahan nafsu selama 12 jam.

Harusnya saya tidak usah buru-buru pulang. Makan saja di warung sate kambing muda di Cirendeu. Sekarang kalau balik ke situ, tidak akan keburu. Dibayar dua kali lipat juga tukang taksi tidak akan mau jalan. Mereka juga mau menikmati buka.

Dengan kesal saya lemparkan buku-buku ke atas meja. Saya kenakan kembali sepatu. Siap untuk kabur. Biar saya makan enak sendirian di PIM. Mengganyang bebek goreng yang harganya selangit itu. Seratus ribu melayang juga tak apa asal tidak kecewa. Dan kalau perlu terus nonton bioskop.

Tapi ketika mau menutup pintu, saya dengar ada suara kuncing mengeong. Saya bukan penggemar kucing, tapi saya paham sedikit bahasa kucing. Itu bukang ngeong kucing yang sedang kasmaran. Itu kucing yang sedang keroncongan. Kucing memang selalu kelaparan. Tapi itu ngeong kucing yang ngebet makan sesuatu, tetapi tak berdaya.
Dengan hati-hati saya kembali masuk rumah. Saya temukan kucing tetangga mengeong di dapur. Dia meratap lembut di depan almari. Matanya sayu. Ketika saya muncul, dia terus saja mendayu-dayu sambil mencakar-cakar almari, seperti menunjukkan, di situ, di situ.

Saya ikuti petunjuknya, lalu membuka almari. Begitu daun almari terbuka, hidung saya diterjang bau ikan bakar reca-reca yang sedap sekali. Saya lihat juga ada termos dan gelas kosong dengan bubuk teh tarik sasetan di dalamnya. Tinggal diseduh saja.

Ngeong, kucing itu nyeletuk, seperti mengatakan. Nah ya kan?!
Bener, kata saya sambil membelai kucing itu dengan sayang. ”Kalau kamu tidak merintih-rintih kawan, aku tidak akan tahu, istriku sudah menyiapkan segala yang terbaik buat suaminya sebagaimana mestinya seorang istri yang bertanggung jawab. Terimakasih Cing. Untung ada kamu. Kalau tidak, aku tidak pernah tahu, aku sudah punya semua ini. Kau sudah menyelamatkan seratus ribu, mungkin dua ratus ribu lebih yang mau disikat kas bebek goreng penganut neo liberalisme itu!”
Kucing menggesek-gesekkan kepalanya manja ke tangan saya.

”Oke, aku tidak jadi marah, mari kita nikmati hidup ini!” kata saya sambil meletakkan kucing itu di lantai.

Saya buka sepatu. Kemudian menjerang teh tarik. Nikmatnya. Setelah marah-marah, tendangan rasa teh berlipat ganda. Apalagi istri saya tidak lupa menyediakan musuh yang serasi: singkong yang sudah dibalur bumbu sebelum digoreng.

Makanan tradisional dengan bahan baku langsung dari kebun, lebih sehat, lebih aman, lebih murah dan lebih nikmat dari makanan kalengan keluaran pabrik mana pun. Tidak memberi jedah lagi, saya siap mengganyang ikan bakar reca-reca, untuk menghargai karya istri itu.

Tapi begitu menoleh, saya terperanjat. Reca-reca itu sudah lenyap. Pintu almari yang belum sempat saya tutup, seperti kecewa. Mata saya jelalatan mencari kucing. Ternyata sambil mengeram-ngeram, durjana itu mengganyang ikan saya di bawah meja, di depan mata si pemiliknya.

Darah saya langsung mendidih.

”Bangsat!”

Kucing itu terkejut. Sambil melotot, dia caplok ikan itu untuk dibawa kabur. Tangan saya menyambar buku, lalu menembak, tepat mengenai badannya. Khewan itu terjungkal, lalu lari keluar. Ikan reca-reca saya terkapar berserakan di lantai. Tak penting lagi. Saya harus hajar maling itu. Saya sabet sapu dan memburu keluar.

Kucing itu ternyata masih duduk di depan pintu menjilat-jilat kakinya, seperti menunggu kesempatan masuk. Saya geram dan memukul. Kena. Lalu saya tendang dia ke halaman, waktu mau dihajar lagi, piaraan tetangga itu ngibrit lari menyebrang jalan menuju ke rumah tuannya. Marah saya masih meluap.

Saya masuk ke dalam rumah. Lalu reca-reca itu saya campakkan ke tong sampah. Saya tidak sudi makan bekas kucing. Tapi kemudian saya ambil lagi. Saya bungkus baik-baik. Saya buang jauh-jauh, dalam perjalanan ke restoran bebek goreng di PIM. Saya bunuh rasa kecewa dengan berfoya-foya Rp 200 ribu, memperbaiki sore hari yang rusak itu. Tetapi rasa dongkol itu tak berkurang.

Pagi-pagi ada kejutan lagi. Pak RT berkunjung ngajak ngomong serius.

”Saya kira pada bulan Ramadan ini, kita semua harus bisa menahan diri, Pak,” katanya.

”Maksud Pak Haji?”

”Saya mendapat komplin dari Pak Michael, tetangga Bapak, Bapak sudah menzalimi mereka.”

”Menzalimi bagaimana?”

”Beliau terpaksa membawa kucingnya ke dokter, karena Bapak pukul. Apa betul?”

”O, ya, kalau itu betul!”

”Maaf, Bapak mungkin tidak suka dengan kucing, tapi Pak Micahel itu lebih sayang pada kucing daripada anak-anaknya sendiri.”

”O begitu?”

”Ya. Jadi saya kira, Bapak mengerti kenapa beliau sangat shock oleh kejadian ini. Untung tidak perlu operasi. Tapi sekarang kucingnya pincang, Pak.”

”Masih untung hanya pincang, kucing itu mestinya harus mati karena makan reca-reca saya yang disiapkan untuk buka.”

”Namanya juga kucing, Pak. Makanya jangan meletakkan makanan terbuka di meja.”

”Dia curi dari almari!”

”Apa kucing bisa membuka almari, Pak?”

”Ya kebetulan pintunya saya lupa tutup.”

”Ya kalau pintu lupa ditutup, itu bukan salah kucingnya, Pak.”

”Salah siapa? Salah saya?”

”Kucing itu binatang, Pak, tidak bisa disalahkan. Kita yang memiliki kesadaran yang bersalah.”

”Wah itu tidak adil! Kalau ada pencuri mencuri barang saya, meskipun saya lupa mengunci almari, pencuri itu harus dihukum, karena perbuatan mencuri itu melanggar hukum!”

”Memang begitu, Pak.”

”Terus Pak RT mau nyuruh saya ngapain? Minta maaf sama Pak Michael karena saya sudah memukul kucingnya? Tidak! Terima kasih. Kalau disuruh membayar perawatan kucing itu ke dokter, saya bayar, tapi kalau minta maaf, sorry, itu bukan gaya saya, bukan salah saya kan?!”

”Memang itu maksud beliau.”

”Apa?”

”Beliau menuntut Bapak mengganti ongkos berobat kucingnya.”
Pak RT merogoh saku dan mengeluarkan kuitansi. Saya terperangah. Minta ampun. Jumlah yang ada di dalam kuitansi itu membuat istri saya ikut terbakar.

”Kami bukannya tidak punya duit Pak RT,” kata istri saya yang memang cepat naik darah, ”tapi ini soal keadilan. Masa kami disuruh mengongkosi kucing ke dokter padahal binatang itu sudah mencuri reca-reca suami saya? Itu keterlaluan. Kalau perlu ke pengadilan, kita ramein di pengadilan sekarang supaya jelas! Kita ini masih negara hukum kan?!”

Pak RT termenung. Diam-diam saya mengucap syukur. Kucing bangsat itu sudah membuat saya dan istri saya kompak lagi.

”Baiklah,” kata Pak RT kemudian, ”demi menjaga ketenteraman kita bersama dan agar tidak merusakkan kekhusukan bulan Ramadan, saya carikan jalan tengahnya. Begini. Biarlah ongkos perawatan kucing itu, saya yang menanggung. Tapi izinkan saya untuk mengatakan kepada Pak Michael, semua itu dari Bapak. Jadi hubungan keluarga Pak Michael dan keluarga Bapak-Ibu di sini tetap terpelihara. Bagaimana kalau begitu?”

”Kenapa jadi begitu, Pak RT?”

”Ya sebagai RT saya merasa bertanggung jawab untuk mengusahakan perdamaian di antara warga.”

Saya dan istri saya bisik-bisik.

”Kalau sampai pak RT yang bayar, rasanya kami malu juga,” bisik saya.

”Memang. Habis Pak RT terlalu baik sih. Seperti nabi saja.”

”Jadi kami bayar saja?”

”Ya sudahlah, demi Pak RT, biar tidak berkepanjangan!”

Akhirnya ongkos kucing itu ke dokter kami bayar kontan. Pak RT memuji kekompakan kami. Saya pun sekali lagi bersyukur, kucing itu sudah berjasa menjaga keutuhan rumah tangga saya. Kalau tidak ada dia, sampai sekarang saya masih cakar-cakar dengan istri soal tiga kali sekali atau dua minggu sekali.

Kami terpaksa mengeluarkan Rp 200 ribu untuk biaya kucing itu. Jumlah itu cukup besar, tapi tak pernah saya sesali. Sebab sejak saat itu, kucing itu tidak pernah lagi berani masuk ke dalam rumah saya. Apalagi mencuri. Kalau lewat, dia terus saja berjalan lempeng, tak sudi atau tak berani menoleh,

Sekali pernah saya lupa menutupkan pintu. Padahal di meja makan sedang ada ayam goreng yang bau harumnya muntah sampai keluar rumah. Kucing itu pura-pura menjilat-jilat kakinya yang masih pincang. Kemudian dia berhenti dan memandang ke dalam. Tapi hanya memandang. Sama sekali tidak berani masuk. Kakinya yang pincang itu sudah membelajarkan dia untuk menghormati hak saya, sekali pun dia hanya binatang.

”Jadi kalau ada kucing lewat dekat rumah, tidak peduli kucing siapa. usir saja!” kata saya mengindoktrinasi anak saya yang baru berusia 5 tahun.

”Kenapa?”

”Karena kalau dibiarkan, dia akan jadi maling! Paling tidak berak seenaknya. Kamu tahu sendiri kan, kotoran kucing itu bau, sulit hilang!”

”Kalau nggak mau?”

”Hajar dengan batu!”

”Semua kucing?”

”Tidak semua kucing jahat. Tapi kita tidak ada waktu untuk menyeleksi mana yang jahat mana yang bjaksana. Pukul rata saja, semuanya maling.”

”Kenapa?”

”Seperti kata George Washington, hanya senjata yang bisa dipakai untuk menjaga
perdamaian .”

”Kenapa?”

”Karena hanya kekerasan yang akan bisa mencegah kekerasan. Biar pintu terbuka, almari lupa ditutup, kucing itu tidak akan berani lagi masuk, karena dia terpaksa menghormati kita. Dia pasti tidak akan mau lagi mengeluarkan Rp 200 ribu untuk mengobati kakinya yang satu lagi, karena Bapak akan mematahkan kakinya yang satu lagi.”

Lalu saya tunjukkan bagaimana saya mengajari kucing itu dengan melempar buku. Rupanya buku-buku itu memang ditakdirkan aku beli untuk menghajar maling.

”Jangan mengajari anak kamu kejam!” protes istri saya.

”Lho, hidup ini sudah kejam. kok. Kalau kita tidak ikut kejam, kita akan selalu jadi sasaran. Sebenarnya ini bukan kekejaman, tetapi ketegasan saja. Supaya tidak ada peluang orang lain untuk kejam terhadap kita, kita harus tegas. Kita tunjukkan kita bisa kejam!”

”Itu kan teori kamu!”

”Boleh dites, tapi itu berarti kita harus masak reca-reca lagi!”
Istri saya melengos tak menanggapi. Tapi dia perempuan yang baik. Dia tidak sampai hati membiarkan dendam saya pada reca-reca berkelanjutan. Sehari setelah saya sambat, ikan reca-reca itu sudah menanti di atas meja menjelang waktu waktu buka.
Dengan tak sabar saya tunggu ceramah Pak Quraish Shihab di televisi yang dipandu oleh si cantik Inneke Koesherawati. Sekali ini rasanya lama sekali. Bau reca-reca itu sudah mencabik-cabik.

”Lihat kucing itu sudah bengong di situ!” kata istri saya menunjuk keluar jendela.

”Nggak bakalan ada kapoknya. Namanya juga binatang!”
Saya ngintip. Kucing itu memang lagi termenung di pagar rumah. Tapi itu jelas akting. Dia pasti sudah mengendus bau reca-reca yang sudah sempat membuat kakinya pincang.

”Tutup jendelanya, Pak!”

”Tidak usah. Ini saatnya untuk melihat apa rumah kita ini masih dia hormati?!”
Sebaliknya dari menutup jendela, daun jendela saya kuakkan lebar-lebar. Pintu dibuka. Saya pura-pura tak menyadari kehadiran kucing itu. Ikan reca-reca itu saya pajang di atas meja di teras, tanpa ditutupi. Saya ingin membuktikan, apakah kucing itu masih memiliki nyali.

”Aneh!” kata istri saya.

Saya tidak peduli. Saya ingin membuktikan kebenaran teori presiden pertama Amerika Serikat itu.

Begitu azan magrib terdengar, kucing itu makin gelisah. Ia tak putus-putusnya melongok ke arah meja di teras. Kelihatan nafsunya bergolak. Tapi pelajaran yang sudah diterimanya tak membiarkan dia bergerak lebih jauh dari pagar. Sebaliknya, meninggalkan pagar pun dia tidak mau. Reca-reca itu memang terlalu indah untuk ditinggalkan.

”Mau makan atau mau ngurus kucing makan?!” bentak istri saya kesal.

”Stttt! Lihat, aku sudah berhasil menghajar binatang itu bagaimana menghormati teritorial kita!”

”Ntar ikannya disambar lagi, baru nyesel!”

”Nggak bakalan!”

”Namanya juga kucing!”

”Tidak mungkin! Kakinya yang pincang itu, sudah membuat dia ngeper sendiri!”
Tapi tiba-tiba anak saya yang kecil muncul dari samping. Dia membawa batu mau melempar binatang itu, sesuai dengan yang saya ajarkan. Kucing itu cepat berbalik.
Ternyata dia tidak takut. Kakinya yang cidera seperti mendadak sembuh. Dia membungkuk menanti serangan. Anak saya tak menyadari bahaya, terus mendekat dengan batu di tangan yang siap dilemparkan.

Dan kucing itu menerjang.

”Pak!” teriak istri saya.

Saya langsung nongol di jendela. Belum sempat berteriak, kucing itu sudah kaget melihat muka saya. Dia kontan membatalkan serangannya, lalu melompat ke jalan dan kabur. Tapi sebuah mobil yang meluncur cepat menerima lompatannya. Kucing itu tergilas.

Saya terpaku. Takjub melihat pemilik mobil itu, sudah membunuh piaraan kesayangannya. Untung saya belum sempat teriak. Cepat-cepat saya beri isyarat istri saya supaya membawa Dede masuk.

Malam hari kami lebih cepat menutup pintu dan mematikan lampu. Saya tahu Pak Michael pasti sedang uring-uringan. Saya menghindari pertengkaran. Masa bulan suci harus berkelahi karena soal kucing.

Esoknya, seperti yang sudah diduga, Pak RT muncul. Saya lebih dulu menegor.

”Bulan Ramadan tidak boleh mengumbar emosi kan Pak RT?”

Pak RT tersenyum seperti kena sindir.

”Betul, Pak. Tapi kalau terpaksa apa boleh buat.”

”Lho boleh?”

”Habis kalau nyolong melulu?!”

Saya tertegun.

”Siapa Pak RT?”

”Siapa lagi! Almarhum!”

”Almahum siapa?”

”Kucing yang Bapak bunuh itu.”

Saya tertegun. Pat RT tersenyum.

”Saya tidak membunuh kucing itu! Kan yang punya sendiri yang menggilasnya!”

”Ya untungnya begitu. Tapi sebenarnya dia sudah mati sejak Bapak mematahkan kakinya.”

Saya tidak menjawab.

”Sejak kakinya patah, kucing itu tidak berani lagi sembarangan masuk ke rumah. Bukan hanya rumah Bapak, juga rumah saya dan rumah-rumah yang lain. Dan sejak itu pula, tak ada yang pernah kehilangan ayam atau makanan lain dari meja secara misterius. Rupanya selama ini kucing itu biang keroknya. Sekarang kita aman…”

”O ya?”

Pak RT senyum lagi.

”Ya.”

”Kalau begitu bagus dong.”

”Bagus.”

”Jadi kita aman sekarang. Tidak ada aman, tidak ada tai kucing?”

”Ya. Untuk sementara.”

”Sementara?”

”Untuk sementara.”

”Kenapa?”

”Sebab Pak Michael sudah membeli tiga ekor kucing lagi untuk mengganti kesayangan istrinya itu. Habis istrinya nangis terus kehilangan kucingnya.”

Saya terhenyak.

”Berarti kita harus melakukan pembunuhan lagi?”

Pak RT tertawa.

”Tidak usah. Cukup biasakan mengunci pintu dan almari dapur.”

”Dan mematahkan kakinya pada kesempatan pertama dia mencuri?!”

”Betul!”

”Sebab kalau dibiarkan atau dimaafkan, dia pasti akan mengulang dan lama-lama jadi
penyakit!”

”Betul.”

Saya tertawa.

”Kalau begitu kita cs Pak RT.”

Saya mengulurkan tangan. Lalu kami berjabatan.

”O ya, saya lupa,” kata Pak RT sambil merogoh kantungnya, lalu mengulurkan selembar kuitansi. Darah saya tersirap.

”Apa ini?”

”Menurut Pak Michael yang membunuh kucingnya itu, Bapak. Bapak diminta dengan sangat mau mengganti pembelian ketiga kucing yang baru dibelinya itu.”

Pak RT lalu begitu saja meninggalkan saya. Seakan-akan tidak ada sama sekali keanehan dalam peristiwa itu. Saya bingung. Tiba-tiba saya jadi pembunuh yang harus dihukum. Mana jiwa nabi serta kebesaran Pak RT yang dulu kelihatan begitu tebal untuk menjaga kesejahteraan warga. Kenapa saya dianggap pantas menerima pemutarbalikkan yang kacau itu.

Manusia dan binatang sama saja, teriak saya dalam hati. Lalu saya kejar Pak RT ke rumahnya. Saya ulurkan kuitansi itu ke mukanya. Supaya ia menatap dengan baik, bukan jumlah yang tertera di sana yang membuat saya mabok, tetapi maknanya. Hakikatnya. Dan tanpa bicara sepatah kata pun, saya sobek kuitansi itu di depan matanya. Perlahan-lahan menjadi potongan-potongan kecil. ***

Jakarta 6 September 2009
Suara Merdeka, Minggu, 13 September 2009

Rabu, 11 Mei 2011

cinta huruf kecil

sejak ngikutin timeline dari @hurufkecil, sejak saat itu aku cinta dengan huruf kecil. artinya, suka menulis dengan semua huruf kecil dan perlahan menyingkir dari para kapitalis (huruf kapital maksutnya ;p ).

semua kalimat aku tulis dengan huruf kecil, kecuali menyebut nama Tuhan! ya.. menurutku satu-satunya yang perlu ditulis dengan huruf besar hanya Tuhan yaitu Allah Azza Wa Jalla. analoginya, semua itu kecil, yang besar dan maha besar hanya Allah.

menulis dengan huruf kecil, itu rasa-rasanya lucu,menggemaskan, santai. berbeda dengan menggunakan huruf kapital. terkesan galak, marah - marah, egois, emosi dsb. ya walaupun tidak selamanya begitu si.. cuma boleh khan memiliki pendapat sendiri?

tidak ada hal penting dari tulisan ini, hanya sedang memperlancar mengetikku saja. mengetik dengan huruf kecil ^__^

Selasa, 10 Mei 2011

hidup itu runtutan sebab akibat

"jangan pernah menyepelekan kebaikan sekecil apapun"

itu adalah pelajaran yang kali ini aku dapatkan dari membaca sebuah buku yang ditulis oleh tere liye, judul dari buku itu "rembulan tenggelam di wajahmu" -monggo bagi yang belum punya silakan cari di toko buku terdekat (lha malah promo?!)-

setelah membaca kisah tokoh yang ada disana, aku jadi berfikir bahwa hidup itu memang runtutan sebab akibat, maka sekecil apapun jangan pernah sepelekan kebaikan. maksutnya?!? suatu kejadian yang menimpa diri kita, entah itu menyenangkan atau tidak, bisa jadi merupakan penyebab orang lain melakukan suatu kebaikan. dan tentu saja perhitungan Tuhan tidak pernah meleset sedikitpun.

mungkin pernah kita mengalami kejadian yang tidak mengenakan,tidak menguntungkan atau bahkan tidak kita inginkan. tapi disisi lain, bisa jadi dari kejadian yang kita alami itu, Tuhan menjadikan orang lain berbuat baik. mata kita mungkin terlalu lemah untuk bisa melihat akibat dari perbuatan kita, tapi mata Tuhan maha dahsyat.

dengan tulisan ini, mudah2an kita bisa menjadi orang yang lebih ikhlas dalam menerima segala bentuk ketetapan Tuhan. tidak kenal lelah untuk berbuat baik dan berprasangka baik padaNya. bahwa segalanya tak ada yang sia-sia bukan? ;)

Kamis, 05 Mei 2011

Mohon dengan sangat

ya Allah ...aku ini insan yang kalah
balutlah hati ku yang terbelah
juga terpisah-pisah

ya Allah ...hanya padaMu aku meminta
dan hanya padaMu ku memohon
mohon dengan sangat..

ya Tuhan ku...apa lagi yang salah dariku
bersujud ku mohon kepadaMu
ampuni dosa ku

ya Tuhan ku...hanya Engkau yang dapat mengerti
kesepian yang mencabik diri
ku tak tahan lagi...

Ya Allah...jangan biarkan aku terpisah
terjerat dalam pusaran rindu
rahasia kasih Mu

ya Allah ... dia satu antara seribu
ku mohon jangan pisahkan aku
mohon dengan sangat ...

Kamis, 24 Maret 2011

Kisah Daftar Pustaka

Kita semua pasti tahu, disetiap buku - buku paket, penelitian ilmiah, karya tulis, makalah ataupun laporan, pasti ada yang namanya daftar pustaka. Sebuah daftar yang berisi referensi atau kutipan2 tulisan atau ide seseorang yang kita gunakan pada tulisan yang kita buat.

Kasus terakhir yang aku denger adalah kasus seorang dosen di sebuah universitas ternama di Indonesia yang dipecat dari institusi pendidikannya, dicopot gelar akademiknya dan dipastikan tidak dapat lagi bekerja di institusi pendidikan apapun di Indonesia, hanya karena ( entah sengaja atau tidak ) lupa menuliskan referensi dari kutipan seseorang yg dia ambil di daftar pustaka tulisan yg ia buat.

Hm.. sebegitu pentingkah daftar pustaka? ups! sebetulnya bukan daftar pustakanya yang penting, tapi lebih pada "PENGAKUAN" , pengakuan atas buah pikirnya, pengakuan atas keberadaannya. Bukankah di teori Maslow mengenai segitiga kebutuhan manusia itu, yang paling tinggi kedudukannya adalah Self Actualitation atau PENGAKUAN DIRI? yup! betul sekali.. Pengakuan atas keberadaan diri kita.

Kita ini manusia, sudah sewajarnya kita pun ingin dimanusiakan, diakui keberadaannya, tidak enak memang rasanya seandainya keberadaan kita ini tidak dianggap!hiks.. sedih sedih sedih (Ipin Mode ON). Untuk itu, belajarlah untuk menghargai keberadaan orang lain disekitar kita. Jangan sampai kita menyesal diakhir karena ternyata kita sudah melewatkan begitu saja keberadaan orang2 yang ada untuk kita. Karena memang biasanya sesuatu itu akan baru terasa berarti setelah hilang atau pergi.

Na'udzubillah.. ya Alloh.. ajarkan pada kami, arti dari saling menghargai.. ajarkan pada kami arti mensyukuri apa yang telah Engkau beri.. Amin..

Selasa, 08 Februari 2011

Jangan simpan marahmu..

aku memang seorang yang ekspresif, sangat cepat untuk terbawa emosi,
marah kah itu..
sedihkah itu.. yang kadang susah untuk di kontrol.


Di setiap waktu aku marah,
khususnya pada orang2 yang terkasih,
aku selalu berusaha untuk mengingat bahwa "ini hanya untuk sementara, marah ini.. kesal ini hanya untuk saat ini saja. Tidak tersimpan berhari-hari,bahkan sebisa mungkin semua lebur sesaat sebelum aku terlelap tidur ".


Itu semua karena aku tidak pernah tahu, apakah waktu yang diberiNya masih tersisa banyak?
hanya karena amarah,, aku tidak mau menyesal nantinya,,

No-Title

Ketika ada beberapa orang yang mampu membaca sifat atau karakter seseorang lewat tulisan atau tanda tangannya.

Aku pun bisa merasakan bahkan bisa menilai tentang ketulusan seseorang. Mana yang benar2 tulus, atau yang hanya sekedar basa basi. Mana yang tulus memberi perhatian, mana yang tulus memuji, mana yang tulus menasehati, mana yang tulus mempercayai, mana yang tulus mengingatkan, mana yang tulus menghormati. Karena aku masih punya hati. Yang dengannya aku masih bisa merasa.. antara ketulusan, atau sekedar formalitas!

Yang akan saya lakukan

InsyaAllah.. setelah KKN saya selesai, ada beberapa rencana yang akan saya lakukan.
1. Service Motor
2. Pergi ke 2 kota, yaitu kota A dan kota B
3. Maju bimbingan lagi dengan target ACC Proposal ke hasil
4. Ke Gramedia.. waaaaahhh kalo yang satu ini.. agak susah dipendam! pengen banget borong bukuuuu..
5. Ketemu temen2!

:D

Selasa, 01 Februari 2011

Jasadmu bebass.. tapi Jiwamu?!?!?

Artikel ini adalah hasil ngebrel2 sama Mister Ndoy.

jadi beliau berkisah, bahwa menjadi seorang muslim itu haruslah Kaffah.. artinya menyeluruh, jangan setengah2 "Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu" -Al Baqarah : 208-

Aplikasi simpelnya menurut Mister Ndoy itu begini, katakanlah "Aku adalah seorang manager, TAPI AKU ADALAH MUSLIM", katakanlah "Aku adalah seorang Pejabat, TAPI AKU SEORANG MUSLIM", jangan dibalik menjadi "aku muslim, TAPI AKU MANAGER" atau "Aku muslim, TAPI AKU PEJABAT". Coba dirasakan.. lalu dipahami kedua susunan kalimat itu, pasti akan menimbulkan makna yang berbeda khan?khan?khan?

"Aku adalah seorang manager, TAPI AKU ADALAH MUSLIM" kalimat seperti ini biasanya sambungannya begini "Aku adalah seorang manager, TAPI AKU ADALAH MUSLIM, jadi aku tidak akan korupsi, karena islam mengharamkan korupsi/b>" Nooohh.. iya ga?! nah.. itu contoh sederhananya lah tentang bagaimana mengimplementasikan menjadi muslim yang kaffah.

Seperti pernah dikisahkan pada jaman Rasulullah SAW dulu, bahwa Billal bin Rabbah, seorang budak hitam yang tetap pada prinsip islamnya. Ketika ia diminta untuk meninggalkan islam oleh Tuannya, iapun menolak. Ketika si Tuan berkata "Hai Billal, kau ini bekerja pada ku bukan? lalu mengapa kau berani masuk Islam sebelum kuijinkan?" lalu Bilal menjawab "Aku memang bekerja padamu, engkau adalah tuanku, namun ketika kewajiban telah kuselesaikan semuanya, maka bukan urusan tuan mencampuri keyakinanku".

Maka disiksalah Bilal, telanjang dada ia ditengah gurun pasir, tanpa makan minum dan diatas dada nya diberi beban berupa batu yang amat besar. Badannya menghadap ke matahari yang membuat darah mengucur dari setiap bagian tubuhnya, bahkan mulutnya pecah akibat panas. Lalu si tuan kembali bertanya "Apakah kau mau keluar dari Islam dan menyembah Latta dan Uzza?", maka yang keluar dari bibir seorang Bilal adalah “Ahad, Ahad ... (Allah Maha Esa).”

Dialah Bilal, seorang budak yang jasadnya memang tidak merdeka, namun jiwanya bebassss.. lalu bagaimana dengan kita? Jasad kita mungkin merdeka, namun jiwa kita? Astaghfirullahal'adzim..

Hanya sedikit sharing dan mengingatkan kembali.. hasil ngebrel2 dengan mister Ndoy ^__^

aku KKN dan aku STRESSSS

Hahaha.. benar sekali kawan2, bahwa aku benar2 stres menghadapi 35 hari berada di tempat asing bersama orang2 asing dan setumpuk program asing pula.

Sebetulnya aku sangat bersyukur karena mendapat tempat KKN di desa yang enak, dengan teman2 kelompok yang enak pula, Kades dan induk semang yang baik. Tapi tetep aja aku stres menjalaninya, bukan karena apa2, cuma karena setiap hari aku musti bolak balik ke lokasi yang berjarak lebih kurang 1/2 jam perjalanan motor. Terus terang itu berat buat aku berhubung medannya itu yang agak berat.

Jalur yang harus aku lewati setiap hari selama 35 hari itu adalah jalur utama menuju ke Jakarta. Kawan2 meong ku di jalan adalah Bus antar kota antar propinsi, truk besar maupun kecil, mobil dan juga motor pastinya. InsyaAllah aku ga masalah untuk "nyalip" kendaraan2 besar itu (mempraktekkan ilmu nyalipnya Mister Ndoyo), tapi yang buat aku masalah adalah KONDISI JALANNYA. Jalannya penuh dengan ranjau darat, lubang sana sini dengan diameter lumayan dan kedalaman yang "cukup" juga. Hmmm.. dijalan itu ga henti2nya nggrundel "Woalah Pak Beyeeee.. Pak Beyee.. Pak Jokooo.. Pak Jokoo, duit akeh kok dalan bisa apik nemen!!"

Maka jangan salahkan para pengguna sepeda motor macam aku ini yang sukanya jalan ditengah, lha wong pinggirnya pada bolong2 gitu?!?! yang nyebelinnya juga itu kalo dari arah berlainan suka ada Bus atawa Mobil yang HOBInya itu ngambil jalannya orang ===> EGOISSS SANGATDTDTDTD maka inilah hasilnya,, stres aku KKN itu, pengen cepet2 selesaiii.. baru satu minggu aku njalanin.. sudah 4 hari ini aku sakit.. Waowwww keren ya?!?! dan tiap maghrib aku nangis minta pulaaaaaaaang (tapi cuma mbatin aja dink!hehehe)

Ya Allah beri hamba kekuatan, kesehatan dan keselamatan selama mengikuti KKN ini. Ajarkan keikhlasan didalam hati hamba untuk menjalaninya, sehingga hamba tidak merasa berat menjalani 35 hari KKN ini ya Rabb.. beri kelancaran dan kemudahan pada tiap kegiatan hamba.. Amin.. Amin ya Mujiib..

Arogansi seorang Mahasiswa

Lagi!ini cerita dari seorang mahasiswa yang sepertinya sangat bangga dengan predikat "Mahasiswa" yang melekat di dirinya, yang juga sangat fanatik dengan fakultas yang ditekuninya "KESEHATAN" .

Ada satu hal yang aku rada kurang sreg dengan sikapnya yaitu waktu dia bilang "hee siapa bilang anak fakultas ke**kt*ran itu lebih hebat dari anak k*p**a*atan?, anak k*p**a*atan itu macem2, ada k*p**a*atan jiwa,k*p**a*atan masyarakat blablablabla.. "

Yang aku tangkap dari ucapannya itu adalah ke-arogansi-an bahwa fakultas-nya lah yang paling hebat dibandingkan fakultas lain. Hm.. mahasiswa! sering merasa "paling"! Paling hebat, paling pandai, paling penting dlsb. Padahal diluar sana, ilmu itu luas, tidak sebatas yang ia pelajari. Seandainya mahasiswa itu tadi paham betul bahwa ILMU itu seperti CELANA DALAM. Semakin kau pamerkan ilmu-mu itu, maka akan semakin terlihat bahwa ilmu-mu itu kecil, sekecil celana dalam-mu. *maaf kalo istilahnya terlalu vulgar. Tapi memang begitu kenyataannya.

Jadi saran saya, sudah lah.. buat apa si sombong, toh setiap ilmu itu pasti memiliki perannya masing - masing. Percuma ilmu segunung ketika praktek-mu NOL BESAR , sebaik - baik ilmu itu adalah yang bisa termanfaatkan baik bagi diri kita maupun bagi orang sekitar kita. Makin tinggi ilmu kita, makin berat pula pertanggungjawabannya. Untuk itu, saran saya sekali lagi TIDAK PERLU SOMBONG YA MBA / MAS

Jumat, 21 Januari 2011

Sahabat ku.. untuk selamanya.

Ga tau kenapa, dari tadi malem aku lagi kangen sama sahabat – sahabat masa SMP ku. Maklum, buat aku masa – masa SMP jauh lebih menyenangkan dibanding masa SMA. Disana aku bener – bener punya banyak cerita yang konyol bin wagu bersama teman – temanku. Geng cewek kami itu terdiri dari beberapa orang yaitu aku, mba Arum, mba Emmha, Mafy, Dias, Rini, Ayu, Putri (tapi Putri jarang kumpul sama kita :( ), sedangkan Geng cowok, mereka menyebut dirinya Geng AMATIR BB (Agung Mahtum Trio Imam Rangga Budi Bowo). Kalo di tv – tv biasanya Geng cowok selalu bertengkar dengan geng cewek, kalo disini kita engga', kita ce-es-an abis! Kemana – mana biasanya bareng.

Kita anak – anak badung, anak – anak jail (khususnya Amatir geng! Kalo geng cewek si.. maaf ya!kita anak – anak terkenal dan berprestasi di sekolah ahihihihihi). Tapi walaupun kita suka nyleneh, suka jail, suka wagu, banyak main.. tapi Alhamdulillah.. kita semua selalu masuk ke kelas favorit (di sekolah favorit standar internasional dan selalu masuk 10 besar! Ayyeee..) jadi guru – guru ga pernah pada protes dengan kenakalan kita :D

Kali ini aku mau cerita tentang salah satu dari mereka dulu (besok – besok aku janji bakalan mbahas mereka satu per satu ;) ). Seorang gadis cantik kutilang (kurus tinggi langsing), pintar, sabar, berkharisma (kaya merk motor :D) yang baru saja kemarin, 18 Januari 2011 genap berusia 23 th (Semoga Allah selalu menjagamu sayang). Dia adalah sahabatku tercintahhh Dyah Arum Kusumaningtyas. Awal kelas 1 dulu, dia selalu juara kelas, dan itu salah satu hal yang nanti – nantinya membuat kita menjadi sahabat selamanya. Dia juara kelas, sedang aku masih bertengger di posisi ke-6. Semester selanjutnya, aku ga mau kalah dan Alhamdulillah aku berhasil menjejerinya sebagai runner up alias rangking ke-2 hehehe.

Singkat cerita, sejak kelas 1 sampai dengan kelas 3, kita selalu satu kelas (sekali lagi saya tekankan KELAS FAVORIT hahahaha -congkak!!-) dan juga satu bangku. Lambat laun aku berhasil mengunggulinya dengan menggeser tempatnya, sekarang dia yang jadi runner-up hihihihi. Tapi itu bukan inti dari ceritaku. Sebetulnya banyak banget cerita bersama dia yang pasti indah untuk diceritakan. Tapi aku mau cerita tentang hal yang paling menyentuh yang pernah aku lalui bareng si cantik ini.

Waktu itu kelas 2. Kami ada pelajaran memasak dan praktek waktu itu aku sekelompok dengan dia. Kami memasak sayur lodeh, nggoreng ikan asin. Setelah semua bumbu sudah dimasukkan, sudah diicip – icip dan ternyata rasanya PAS!! enaaaaaaaaak (ya iyalah!dari rumah aku dah bawa bumbu kok jadi tinggal dicemplung – cemplung aja :D ). Aku lihat kelompok lain sudah siap dengan masakan – masakannya, sedangkan kelompokku.. haduuuhhh ini kenapa sayur lodeh belum mateng – mateng? Mba Arum tau kegelisahanku dan dengan bijaksananya dia mencoba menenangkanku. “udah tenang aja, bentar lagi mateng kok”. “coba si mba.. dicicipin udah mateng apa belum?” rengek aku. Jelas – jelas aku lihat terong itu masih terlihat keras belum mateng, tapi demi melihat aku tenang dia rela nyicip terong mentah (dan panas) kemudian berkata “bentar lagi..” lalu senyum. Beberapa menit berselang, aku makin gugup dan bilang lagi “mba.. udah mateng belum?” dan lagi – lagi tanpa diminta dia ambil lagi terong itu dan dicobanya. Kalo aku inget – inget, mungkin lima potongan terong ada dia makan, dan itu lagi – lagi demi ngeliat aku tenang.

hm.. setelah sekarang dewasa, mampu mengambil pelajaran ditiap kejadian, aku suka terharu sendiri kalo inget kejadian itu. Betapa mba Arum sangat dewasa, ngemong aku yang rewel yang ribut yang panik, demi liat aku tenang dia sampe mau dibela – bela in makan terong mentah. Padahal aku tahu persis terong itu mentah dan aku sendiri pastinya ga mau makan itu (apalagi aku jiji'an banget orangnya). Dan pantaslah sekarang dia menjadi seorang dokter, anak pintar dan cerdas.. baik hati pula ^__^

hahh.. mba.. lama ya kita ga ketemu. Itu tadi satu kisah kita yang ga akan pernah aku lupa, dan kisah – kisah lain yang juga masih melekat diingatanku. Saat kita pulang sekolah berdua, hujan – hujanan sambil nyanyi lagu “BUNDA” teriak – teriak dijalan seperti konser. Saat insiden ambruk nya tempat tidur waktu study tour ke jakarta dulu. Saat pacarmu dulu (yang aku sebut raja minyak -karena mukanya berminyak banget hehehe-) jahat sama aku. Saat kita marahan dulu karena nilai ulanganku selalu diatasmu. Saat pemilihan pengurus OSIS dulu, saat kita bikin drama kabaret dulu dan kisah lain yang ingiiiiiiiiiin sekali aku tulis dan akan selalu aku kenang.

Untukmu saudariku yang selalu membuat aku iri, yang juga sekaligus menjadi guru rasa syukur ku, yang mengingatkanku bahwa tidak ada yang perlu diirikan karena setiap kita memiliki kisahnya masing – masing. Aku ingat kau sangat bangga padaku dan selalu belajar banyak dariku. Sadarkah dirimu? Akulah yang banyak belajar darimu. Hmmm.. selamat ulang tahun sahabatku, do'aku selalu semoga Allah senantiasa menyertai harimu. Suatu hari kita pasti ketemu lagi. Aku kangen kamu mba.. :)

-Tempat tidur,19/01/2011, terbangun karena rindu temen2 SMP-

Dia bukan bapakku

Cerita ini adalah berdasarkan kisah nyata yang terjadi beberapa saat lalu.
Alkisah, ada seorang anak kelas satu SMP di kota ini. Sebut saja dia dengan inisial “X”. Seorang anak laki – laki yang bengal, sok jagoan dan suka nggaya di sekolahnya ini berniat untuk cukur rambut di salah satu tempat cukur rambut terlaris di purwokerto (hal ini dibuktikan dg banyaknya orang yg ngantri buat dicukur rambutnya). Si X biasanya cukur rambut ditemani ayahnya, tapi karena satu dan lain hal, sore itu X pergi sendiri ke tempat cukur rambut itu. Tanpa babibubebo.. si X langsung aja duduk di tempat cukuran rambut persis di depan kaca.

Kita tinggalkan sejenak si X dan beralih pada tokoh berikutnya (tapi diinget ya,, posisi terakhir si X duduk didepan kaca dan siap dicukur rambutnya). Bersamaan dengan masuknya si X tadi ke tempat cukur, dateng pula seorang bapak beserta anak cowoknya mengendarai sepeda motor yang tentu bermaksud memotong rambut juga. Mari kita sebut si bapak dengan sebutan Pak “Y” dan si anak dengan sebutan si “Z”. Setelah turun dari motor, Pak “Y” juga langsung nyelonong masuk dan ngomong ke tukang cukur begini “Mas, tulung kae anake nyong digunduli bae” (yang artinya “Mas, tolong itu anak saya digunduli saja”). Dan akhirnya insidenpun terjadi.

Si tukang cukur yang ga ngeliat masuknya Pak “Y” langsung aja ambil peralatan tempur (buat nyukur :D ) dan bersiap menghadapi target, dan dengan cekatan langsung mencukur habis rambut anak di depannya. Baru dua kali cukuran, si anak bertanya dengan nada sedikit protes “pak, deneng nyong dicukur cendek temen?” (pak, kok saya dicukur pendek sekali?), kata si tukang cukur “lha mbok kae ramamu dewek sing ngongkon?” (lha khan itu bapakmu sendiri yang nyuruh?), dan kemudian si anak sambil mencari orang yg dipanggil “rama” tadi menjawab “Kae mbok dudu ramaku!” (Dia itu bukan bapakku!), masih belum “ngeh” juga dengan insiden itu, si tukang cukur betanya pada Pak “Y”, “Putrane njenengan si pundi pak?” (anaknya bapak si mana pak?), dengan ekspresinya yang datar Pak “Y” berkata sambil menunjuk seorang anak di luar “lha kae si isih nangkring neng motor” (lha itu si masih nangkring di motor). Si tukang cukur langsung mengalihkan pandangannya ke luar dan dilihatnya seorang anak kecil di atas motor nyengir tanpa tahu insiden apa yang terjadi didalam ruang cukur itu tadi.

Daaaaaaaaannn ternyata, yang dicukur sama tukang cukur itu adalah si X!yang dibotakin adalah si badung X yang gemar nggaya nggayaan di sekolah!huahahaha..sadar dengan insiden yang terjadi, si tukang cukur langsung merogoh sakunya, dikeluarkanlah uang Rp 20.000,- untuk diberi kepada si X, kata tukang cukurnya “wis kadung ya? Sisan digunduli bae ya? Kiye duit nggo tuku jajan nganah”(sudah terlanjur ya? Sekalian digunduli saja, ni uang buat beli jajan sana). Dengan wajah pucat (takut digebukin bapak si X karena salah cukur rambut orang) si tukang cukur berharap “sogokan” nya diterima. Dan benar saja! Si X dengan santainya mengambil uang itu dan mengisyaratkan untuk diteruskan penggundulan rambut mohawk nya! “lumayan rambutku diregani rong puluh ewu” (lumayan.. rambutku dihargai dua puluh ribu). Hahahaha...

ya begitulah kisah nyata ini, konyol abis.. hikmahnya? NGOBRONG DOLL eh.. Ngobrol Dong! Semuanya perlu dikomunikasikan hahahaha... sepanjang perjalanan pulang dari Solo aku cuma bisa ngekek denger cerita ini dari Mister Ndoy (darimana lagi aku dapet cerita lucu kalo ga dari beliau). Jadi si X ini adalah temennya de' Dea (putranya Pak Ndoyo), dan okelah cerita ini mampu bikin aku guling – guling kalo nginget – nginget! Hihihihi

Selasa, 11 Januari 2011

Ketika keserakahan mulai ku rasa.

Aku mulai merasa serakah, ketika aku menginginkan semua yang ada didalam kepalaku harus aku raih. Ketika semua ingin aku dekap. Sedangkan tanganku ini hanya ada dua dan tidak seberapa panjangnya. Akhirnya, hanya letih yang aku rasa.

Keinginanku mampu mengerjakan semua yang ingin aku kerjakan. Meraih apa yang ingin aku raih. Tapi lagi – lagi, aku tidak mengindahkan kemampuanku. Aku tidak memperhatikan keterbatasanku. Maka SERAKAH lah kata yang mampu menggambarkan segala kekhilafanku itu.

Di kantor, ketika mengerjakan pekerjaan ”A”, pikiranku melayang pada pekerjaan B,C,Z,V,R dll. Ingin saat itu juga aku mampu mengerjakan A sekaligus B sekaligus C dan seterusnya. Tidak sampai disitu saja, pikiranku pun terus tertuju pada skripsi ku yang masih saja mandeg di revisi proposal. Ingin saat itu juga aku mampu menyelipkan waktu hanya sekedar untuk melihat materi revisi ku itu. Hahh.. Betapa serakahnya diri ini Tuhan..

Ketika aku sadari bahwa aku tidak bisa mengerjakannya sekaligus, maka aku pun mengerti bahwa aku harus memilih, fokus pada salah satu terlebih dahulu. Selesaikan, sempurnakan, kemudian baru aku bisa lanjut ke hal lainnya. Teringat pada pesan bunda ”kita ga boleh serakah, hidup itu harus tetap memilih, harus fokus. Ketika kamu memilih untuk fokus pada tanggung jawab di kantor, maka sebisa mungkin fokuskan pada hal itu saja. Atau sebaliknya, ketika kamu memilih untuk fokus pada skripsi, maka lepaskan sementara tanggung jawab mu di kantor. Jangan kau paksakan untuk menjalani keduanya sekaligus, karena itu serakah namanya.”

Ya!Dan aku pun mengerti, bahwa dengan fokus itulah justru aku mampu menyelesaikan segalanya dengan sempurna. Memusatkan perhatian hanya pada satu hal saja, selesaikan dan sempurnakan. Setelah itu.. Barulah lanjut pada hal lain. Tidak salah lagi, ilmu prioritas disini mutlak diperlukan. Untuk itu.. Pilihlah!Dan fokuslah! ^___^

Halo,, apa kabar 2011.

Hari ini sudah memasuki hari ke sepuluh di bulan pertama tahun 2011 ini. Apa saja yang sudah aku lakukan? Pencapaian apa saja yang sudah aku raih? Hm.. Sepertinya belum banyak, tapi setidaknya perubahan kecil sudah mulai aku lakukan.

Di tahun ini, aku lebih santai menjalani segala skenario allah. Berbeda dengan tahun – tahun sebelumnya yang terkesan menggebu – gebu bahkan lebih pada “memaksakan”. Astaghfirullah.. Kali ini aku lebih kalem. Aku hanya menarjetkan hal – hal yang memang aku yakin mampu aku raih. Dan tentu saja, aku ga akan menyia – nyiakan waktu ku untuk meraihnya.

Aku ingin lulus di juni 2011 ini. Keinginan kuat masih ingin bisa cumlaude. Tapi pun jika tidak, semoga ipk 3,3 atau 3,4 bisa aku raih, amiiin. Aku ingin meningkatkan skill ku, entah computer, entah bahasa asing. Insyaallah jika allah memberi rejeki dan kesempatan, bulan maret nanti aku mulai.

Lalu.. Bagaimana dengan keinginanmu untuk menikah? Hmmmm.. Ini dia, hal sensitif yang selalu menjadi pertanyaan, yang sangat ingin aku laksanakan namun terkadang malas untuk aku jawab. Tentu saja keinginan itu tidak berubah sama sekali. Bedanya, kali ini aku tidak menarjetkan harus kapan. Aku ikuti saja alurnya. Ketika ia memberi aku cepat, syukurku padanya. Ketika ia belum memberi cepat, sabarku untuknya. Aaahhhh.. Indah sekali sepertinya ^___^.

Nabung!! Yak.. Di tahun ini aku keranjingan nabung! Dapet rejeki aku tabung, dapet rejeki lagi langsung tabung (insyaallah yang wajib – wajib dah dikeluarin ;) ). Dulu aku orang yang lebih menuruti keinginan daripada kebutuhan. Aku tidak terlalu memusingkan masalah uang, karena aku yakin.. Ketika aku membelanjakannya dengan tepat, maka allah akan beri lagi rejeki padaku. Aku tidak pernah takut untuk kehilangan rejeki. Untuk itu, kalo ada yang perlu dikeluarkan ya udah ”nyooooh” aja 

Tapi kali ini, aku lebih nge-rem keinginan. Aku pilah – pilah, mana yang ingin dan mana yang butuh. Aku harus nabung, karena memang tidak bisa dipungkiri, untuk menikah maupun setelahnya butuh uang. Dan sudah menjadi azzamku, bahwa aku tidak mau mengusik orang tua. Aku ingin semua menggunakan uangku dan uang suami ku sendiri. Aku yakin, ketika niat sudah terpatri, ketika ikhtiar sudah dimaksimalkan, disitu allah memberi jalan.

Baca!! Di tahun ini pun aku semakin keranjingan membaca. Apapun itu, barang satu lembar atau bahkan langsung satu buku, dalam satu malam wajib aku lahap. Aku berfikir, dengan membaca aku bisa meningkatkan kualitas hidupku, paling tidak pengetahuanku, ilmuku, pemahamanku. Setelah sekian lama aku terlalu santai, dengan alasan “capek kerja”, aku hilangkan kebiasaan membacaku itu. Beruntung aku memiliki seorang yang mampu memberi contoh bahwa disela – sela letihnya, dengan waktu singkatnya, ia tetap meluangkan diri untuk membaca. Yak! Aku ga mau kalah.. Aku pun akan menjadi hebat sepertinya.

Itulah sekilas tentang hari – hari di awal 2011 ini. Yang pasti, hari – hari ku indah. Hari – hari ku terasa selalu bermanfaat, minimal untuk diriku. Kesehatanku yang tidak stabil, aku anggap wajar karena aku pun manusia biasa, tapi alhamdulillah.. Walau sempat ambruk, aku memiliki orang tua, keluarga dan orang yang sangat perhatian, sehingga tidak perlu waktu lama untuk mengembalikan kondisiku ini untuk siap beraktifitas lagi.

Ya allah.. Pagi ini, kembali aku bersyukur untuk setiap helaan nafas, kesempatan yang masih kau berikan. Bimbing hamba ya rabb.. Bimbing pula orang – orang yang aku cintai, entah mereka berada dekat ataupun jauh. Aku cinta padamu, aku cinta pada mereka ^__^