Tampilkan postingan dengan label Ceritaku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ceritaku. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Mei 2015

Bulan Mei Tanggal Tiga Belas, Satu Tahun Yang Lalu

Sore itu, tepat saat Diklat Teknis Substantif Dasar (DTSD) ku selesai, suami ku yang siang sebelumnya sempat makan siang bareng dengan ku datang menjemput dengan rona wajah yang ga' seperti biasanya. Wajahnya pucat, jalannya seperti menahan rasa sakit. "ga enak badan apa yang?" tanyaku, "ga tau nih.. perutku sakit!" jelasnya, "habis maghrib kita langsung ke dokter ya.." kataku, dan dia langsung mengangguk setuju. Entah kenapa, perasaanku kali ini bilang bahwa kita harus ke dokter sekarang!!

Selepas Maghrib, kami langsung pergi ke salah satu klinik di sektor 1 Bintaro (rujukan Askes nya suami). Disana suami diperiksa dan dinyatakan yang bermasalah adalah lambungnya. Kami dibekali beberapa obat dengan biaya berobat 0 rupiah (ditanggung askes semua). Pulang dari klinik, hujan deras! walhasil kami harus menunggu hujan reda. Beruntungnya kami, setelah hujan yang turunnya ga lebih dari setengah jam itu, jalan menuju tempat tinggal kami banjirrrr... suami sambil menahan rasa sakit terus menerjang jalanan yang saat itu lebih layak disebut sebagai sungai.

Sesampainya dirumah, aku langsung menyiapkan makan malam untuk suami ku dan menyuruhnya minum obat. Saat itu, aku tengah hamil 3 bulan dan baru saja selesai mengikuti diklat yang cukup menguras tenaga dan pikiran. Saking capeknya, aku ketiduran dan ga tau apa yang terjadi pada suami ku. Aku terbangun karena mendengar suara mengaduh dari suamiku. Aku kaget (sekaligus merasa bersalah karena ketiduran) dan semakin merasa bersalah ketika melihat kondisi suami. Dia sudah kesakitan, padahal suami ku adalah tipe orang yang ga pernah mengeluh walaupun sakit. Artinya, ketika dia mengeluh kesakitan, berarti sakitnya sudah tidak bisa ditahan. Aku melihat jam, tepat pukul 2 dini hari. Ketika aku tanya apa yang dirasa, dia menjawab bahwa perutnya sakit seperti ditusuk - tusuk. Sakitnya tuh disini! -bukan lagunya citatatata-(sambil nunjuk ulu hati, dan katanya kerasa sampai punggung). Katanya, sakitnya lebih daripada sore tadi.

Tanpa pikir panjang, aku langsung bawa suami ku ke rumah sakit terdekat. Jam 2 malam, aku bawa dia ke Rumah Sakit Suyoto (Veteran).... -to be continued-

Rabu, 16 Juli 2014

DTU dan Jiwa Korsa nya

Ada banyak cerita yang bisa dibagi disini tentang pengalaman mengikuti DTU dan DTSD. Memang buat aku, diklat ini salah satu hal yang aku tunggu - tunggu saat itu, maklum.. sebagai seorang pegawai baru yang ga ngerti apa - apa tentang DJKN, aku seperti haus, haus akan ilmu akan pengetahuan mengenai institusi yang aku masukin saat ini. DTU dan DTSD ini adalah gerbang ilmu dan pengetahuan itu.

Awal april kami ber-72 mulai mengikuti rangkaian acara diklat ini. Diklat diadakan di Pusdiklat KNPK (Kekayaan Negara dan Perimbangan Keuangan) yang letaknya ada di lingkup kampus STAN Bintaro, itu artinya sangat duekeeeeeet dengan tempat tinggal ku. Akomodasi semua ditanggung penyelenggara, mulai dari asrama, makan, seragam outbond, sampai laundry, semua siap! kecuali satu.. apa itu?!? SPPD!! ya! untuk angkatan kami tidak diberi SPPD. Hahaaa.. tapi ya ga masalah juga, soalnya khan emang bukan itu tujuan kita mengikuti diklat ini, ya khan?! ;). Nahh dengan deketnya jarak antara asrama dengan rumah, aku yang dari awal emang ga bisa jauh dari suami -halahh- udah berniat untuk ga nginep di asrama. Namun apa daya, peraturan tetaplah peraturan. Sepuluh hari pertama, tidak diijinkan kepada para peserta diklat untuk menginap di luar asrama. Otomatis, selama sepuluh hari itu aku ga bisa ketemu-an sama suami hiksss.. Tapi emang masuk di akal si peraturan itu, bayangin aja.. jadwal acara kami adalah dari jam 5 pagi sampai jam 10 malam non stop! Semua terjadwal, semua dengan waktu, semua dengan hitungan. Ya! dalam sepuluh hari pertama kami memang dibina dan ditempa untuk menjadi pegawai sejati -lirik lagu diklat ini mah-.

DTU, diklat yang lebih mengandalkan fisik. Kegiatan 70% di lapangan, dari pagi sampai malam, bisa ditebak sendiri lah bagaimana keadaan wajah kami selepas sepuluh hari tersebut. Yaph!! menghitam eksotis gimanaaaaaaaa gitu. Beruntung, beberapa hari sebelum berangkat diklat, Allah beri aku dan suami anugrah indah berupa janin di dalam kandungan ku. Waktu itu umurnya masih sangat kecil yaitu kisaran 5 minggu. Lagi masa - masa kritis katanya. Nahhh karena keadaan ku yang sedang "tekdung" itu lah maka ada dispensasi khusus buat ku. Aku diberi keringanan dalam kegiatan fisik. Saat teman - teman berdiri, aku boleh duduk, saat teman - teman push up, aku duduk, teman - teman sit up, aku juga duduk -duduk terus deh kayanya (_ _#)- Kata - kata sakti yang selalu keluar dari pelatih adalah "yang sakit dan ibu hamil.. silakan keluar barisan". Sebetulnya ga enak juga sama temen - temen, aku duduk cengo' sendirian dibelakang ngeliatin mereka push up, sit up dll. kasihan.. ga tega.. tapi ternyata itu semua dilakukan bukan karena hukuman atau pelatih mau ngerjain kita, tapi memang kita dididik supaya sehat jasmani, sehat mental juga. Dan yang lebih penting lagi adalah.. selepas DTU kita jadi mengerti yang namanya jiwa korsa, kita mengerti yang namanya kebersamaan, saling mengerti keadaan kawan, ga cuek, ga acuh tak acuh, atau bahasa kerennya adalah kita jadi lebih care dengan sekitar. to be continued..

dari diklat ke diklat

Akhirnya,, setelah beberapa waktu lamanya, bisa posting lagi di tempat curhat-an ini. Memang sejak awal bulan april sampai dengan awal Juli kemarin, aku dan teman - teman disibukkan dengan yang namanya "Pendidikan dan Pelatihan" atau biasa disingkat "Diklat". 

Khusus untuk kami pada DJKN'ers, diklat kami mulai dengan DTU (Diklat Teknis Umum) kira - kira 10 hari-an dan dilatih oleh bapak - bapak dari Tim Yonarhanudse TNI AD. Dilanjutkan dengan DTSD (Diklat Teknis Substantif Dasar) KN II kira - kira jangka waktu nya adalah 3 minggu, dan bisa dibilang setiap hari nya tidak pernah kami lalui tanpa yang namanya ujian. Sepulang dari DTSD, kami dikejutkan dengan pemanggilan diklat prajabatan. Kalo ga salah kami dapet surat di hari Kamis, dan hari Minggu kami sudah harus ada di lokasi untuk mengikuti rangkaian acara diklat yang diadakan selama 24 hari. 

Yaph,, jadii.. fix banget dari mulai usia dedek dalam kandungan ku itu 5 minggu sampai dengan usia nya 20 minggu, si dedek diajakin diklat sama bunda nya. Hmmmmm lahir - lahir sudah jadi PNS golongan III kamu nak hihihihi..

Untuk bagaimana pengalamanku selama diklat - diklat itu berlangsung, baiklaaah.. aku bakalan curhat per-posting untuk per-diklat. Check it out ;)

Rabu, 26 Maret 2014

Ah!! Saudara ternyata #2

Kira - kira pukul satu siang, kami sampai di gedung SEAMEO Biotrop. Disana sedang berlangsung acara pernikahan sepupu dari suami ku. Di undangan tertulis acara mulai pukul 11 sampai dengan pukul 1 siang. Dan oke! kami sampai di gerbang gedung pukul satu siang kurang sedikit. Itu artinya kami harus merelakan jatah makan siang kami melayang -salah fokus!! ini salah fokus!!-. Beruntung, sampai sana, masih banyak tamu yang berdatangan. Sang pengantin beserta para orang tuanya pun masih lengkap di pelaminan. Kami masuk ke ruang pertemuan, dan dari atas pelaminan, Bude sudah melambai - lambaikan tangannya pada kami. Ahh tamu yang ditunggu - tunggu -batinku kePDan!-.

Belum sempat kami naik ke atas pelaminan, tiba - tiba punggung ku ditepuk dan jeng jeeeeeng "Mba Ambar! ngapain disini?! temennnya penganten?!". Dian,, dia tiba - tiba muncul dengan mimik muka yang penuh dengan tanda tanya, "kok bisa mba Ambar disini?" begitu mungkin pertanyaan dalam hati nya. "Loh,, dian disini juga? itu.. Bude Ani khan sepupu nya ibu mertua ku" terang ku sambil mohon ijin untuk bersalaman dengan mempelai terlebih dahulu.

Selesai bersalaman, menyampaikan salam dan pesan dari ibu mertua, kami berdua langsung menuju ke tempat prasmanan. Jam makan siang ditambah dengan hampir dua jam kami muter muter kota Bogor, membuat perut kami -saya tepatnya- kelaparan. Sedang khusu'nya kami mengambil makanan, Dian dan Eko (suami nya) datang menghampiri kami dan bilang "Mas Robien ya?! aku Eko mas,, keponakanannya Pak de Har (suami nya Bude Ani). Dulu waktu masuk STAN pertama khan aku dianterin mas Robien nyari kos kos-an". Jeng jeeeeeng,, dua orang itu yang sejak di stasiun memperhatikan kami, yang setiap hari nya satu bis jemputan sama aku, ternyata eh ternyata.. Saudara!! MasyaAllah.. kami sampai terheran - heran sendiri. Hampir dua bulan bersama, tapi baru tau kalo ternyata saudara. Sungguh ga disangka..

Ahh.. senangnya, bertambah lagi saudara,, ibarat jodoh, garam di laut, asam di gunung, ketemu nya di belangan. Begitupun saudara, yang satu tinggal dimana, yang lain tinggal dimana.. ketemunya,, di tempat kondangan juga! hahahahaha...

Selasa, 25 Maret 2014

Ah!! Saudara ternyata ;)

Sabtu pagi itu,, di sebuah stasiun kereta di pusat kota, kami berdua (aku dan suami) berlari mengejar kereta yang hampir berangkat. Ya,, kami akan menuju Bogor, dan kereta yang akan membawa kami ke kota tersebut kurang dari tiga menit lagi berangkat. Melihat koridor yang menuju kereta penuh sesak orang - orang yang menuju pintu keluar, kami berdua potong jalur. Kami terobos orang - orang yang terasa amat lambat jalannya, dan sekuat tenaga berlari menuju gerbong paling dekat yang bisa kami jangkau. Lampu kereta sudah menyala merah tanda siap diberangkatkan ketika kurang dari lima langkah jarak antara kami dengan kereta. Petugas keamanan yang ada di gerbong tersebut melambai - lambaikan tangan menandakan agar kami lebih cepat. Dan huppp!! Alhamdulillah, kami mendarat sempurna di gerbong paling awal yang memang disediakan khusus untuk wanita itu tepat saat pintu kereta tertutup untuk berangkat menuju Bogor. Badanku sempoyongan, rasa - rasanya sudah ingin menjatuhkan diri di badan suami ku. Dengan terus menggandeng -lebih tepatnya memapah- badanku yang mulai lemas, suami ku menuntunku ke gerbong umum untuk mencari tempat duduk. Alhamdulillah, kereta saat itu tidak penuh, masih banyak kursi kosong disana, dan kami pun mencari posisi tempat duduk yang paling membuat kami nyaman.Hhhfhhhh... untunglah, sepatu trepes ini memudahkanku, ga kebayang seandainya aku pergi dengan menggunakan high heels. Kereta pun melaju, meninggalkan dua orang di luar sana yang diam - diam memperhatikan kami berdua.

Kurang lebih satu jam, ular besi itu melaju membawa kami ke kota yang dijuluki kota hujan. Sepertinya, kota ini juga bisa dijuluki "kota sejuta angkot". Dimana - mana angkot, dimana - mana ramai para penumpangnya, dan yang mengherankan, walaupun sama - sama kejar setoran, para supir angkot ini tidak saling kebut - kebutan berebut penumpang. Salut!! Aku yang dari semula memang tidak tahu arah, santai saja berjalan disamping suami ku. Berbekal petunjuk dari seorang teman yang memang asli kota ini, kami naik angkot 03 ke arah Baranangsiang. Setengah jam lebih kami berada di angkot tersebut, melalui satu tempat ke tempat lain. Yang menjadi patokan kami adalah "Gramedia atau Pizza Hut". Turun, jika sudah sampai di tempat itu. Tapi sepertinya sampai di akhir perjalanan angkot ini, kami belum menemukan dua tempat yang menjadi patokan kami tersebut. Dan benar saja! Kami Nyasar!! Akhirnya, kami turun di terminal Laladon. Bertanya pada seorang petugas pengatur lalu lintas, dan kembali kami naik angkot 03 jurusan Baranangsiang, yang arahnya berlawanan dengan angkot 03 awal kami naiki tadi, "kembali ke titik nol" saya menyebutnya. Ah.. g masalah buat aku, selama pergi nya sama suami sih, aku enjoy enjoy aja.. ciahhhh!! itung - itung jalan - jalan murah muterin kota ini.

Akhirnya kami sampai di tempat yang kami maksut, Botani Square! yaaa.. di depan Botani Square inilah kami turun -setelah sebelumnya kembali ke stasiun (_ _#)- dan lanjut naik angkot 01 menuju ke gedung SEAMEO Biotrop. Disanalah,, tanpa disengaja, kami bertemu mereka. Dua orang yang memperhatikan kami di stasiun tadi. -to be continued ;)-

Selasa, 25 Februari 2014

First day in my OJT's journey

Mohon maaf sebelumnya buat para pembaca-er blog saya ini kalo kalo alur cerita yang saya posting di blog ini ga jelas, apakah alur maju, alur mundur, atau alur campuran. Mungkin lebih tepatnya adalah alur setrikaan alias maju mundur wkwkwkwk -Betewe maaph2 lagi ini kok saya kePDan banget yaaa minta maaph ke para pembaca, emangnye ade yg mbaca hah?!? hmmphh ya maaphkan saya lagi atas ke-Over PD-an nya saya hiksss-.

Langsung aja ke cerita ya! Hari itu, Jum'at 10 Januari 2014. Hari dimana aku dan teman teman seperjuangan CPNS'er Kemenkeu dijadwalkan untuk melakukan pelaporan ke unit eselon I nya masing - masing. Aku ga tau yang dimaksut "lapor unit" tuh kaya apa. Pikir ku ya cuma dateng, menghadap ke Kepegawaian, bilang kalo saya sudah hadir dan siap OJT, lalu pulang. Tapi ternyata diluar dugaan. Kami -para DJKN'er- langsung mendapat arahan dari Pak SesDitjen dilanjut dengan pembagian tempat OJT dan langsung ngendon di ruangan kita masing-masing. Uwaaaaww! dan waktu itu juga langsung dapet kabar kalo hari senin tgl 13 Januari kami sudah mulai efektif bekerja-OJT maksutnya-. Aku langsung mbayangin gimana riweuh nya temen-temen yang berasal dari luar Jakarta, luar pulau Jawa pula. Mereka harus mencari tempat kos dalam waktu singkat. Aku sendiri sebetulnya juga belum siap untuk langsung OJT di hari Jum'at itu. Memang kondisi badan saat itu lagi ga' iye! sakit kepala ku kambuh, gara-gara keujanan waktu pemberkasan fisik kemarin, ditambah lagi telat makan siang, sampe rumah ngantuk jadi cuma ngeringin badan -tanpa mandi- langsung tidur. Otomatis dihari berikutnya aku langsung teparrr.. ga bisa gerak karena kepala rasanya sakittttt banget kalo gerak dikit aja. Tapi Alhamdulillah, Allah beri kemudahan dihari pelaporan itu, sakit kepala ku sudah sedikit reda. Bisa buat nengok, bisa diajak jalan, bisa naik lift! Alhamdulillah.

Oiya, aku ditempatkan di sebuah bagian di bawah Sekretariat Direktorat Jenderal (SesDitJen) yaitu di bagian OKI (Organisasi dan Kepatuhan Internal). Waktu aku tahu ditempatkan dibagian itu, aku merasa bersyukur dan yakin bahwa tempat ini adalah yang paling baik buat ku menurut Allah. Dan ternyata memang benar, terlepas dari kekurangan - kekurangan yang pasti disetiap unit kerja ada, aku merasa tempat ini baik untukku. Aku bisa banyak belajar, mengamati, memahami, tidak hanya seputar ke-organisasian, ke-tata laksana an, atau ke-KI-an saja. Tapi lebih dari itu, aku bisa belajar tentang "budaya kerja". Seperti apa budaya kerja yang ada disini. Aku teringat pesan yang disampaikan oleh Pak Dwi selaku kasubag mutasi bagian Kepegawaian, kata beliau "Kemenkeu memiliki 5 budaya kerja, kalian harus pegang teguh itu. Kalau nanti pada kenyataannya kalian banyak menemui ketidaksesuaian dengan budaya kerja, maka yang harus kalian jadikan patokan adalah budaya kerja, bukan apa yang kalian liat". Wowww sepertinya si Bapak sudah mewanti-wanti kami seandainya kami melihat ketidaksesuaian nih. 

Oke.. dan inilah hari pertama perjalanan OJT ku. Masih dalam masa adaptasi, belajar dan lagi lagi, mengamati. Seperti apa aku seharusnya disini, mengira - ira apa yang nantinya bisa aku kontribusikan Seandainya aku ditempatkan disini. Inilah hari pertama perjalananku di instansi pemerintahan, pengalaman pertama bekerja diluar dunia swasta, banyak yang aku bandingkan antara tempat kerja lama dengan instansi baru ku ini. Aku bandingkan, dan memang berbeda! bukan berarti disana lebih baik daripada disini, atau sebaliknya. Tapi memang karena core bisnis yang berbeda, sehingga membuat perbedaan yang memang tidak bisa dibandingkan. 

Aku berharap, nantinya, aku bisa ditempatkan disini, di kantor pusat, di direktorat atau di bagian apapun, semoga aku bisa menjadi pegawai yang produktif. Sehingga waktu yang aku gunakan bisa manfaat, rejeki yang aku bawa pulang berkah,, aamiin..

Rabu, 19 Februari 2014

Bus Jemputan

"Bis jemputan yang ku tunggu.. ku tunggu.. tiada yang datang;
 Ku telah lelah berdiri.. berdiri.. menanti nanti;
 Bila ku pergi bersama suami ku,
 Ku kan merasa gembira riang selalu.."

Sedikit lirik lagu "Bis Sekolah" nya Koes Plus -dengan sedikit gubahan oleh diri saya sendiri hahaaa- mengingatkan aku pada pengalaman naik bis jemputan. Apa sih bis jemputan itu? Mungkin sebagian besar orang tau nya bis jemputan itu biasa dipake anak sekolahan untuk antar jemput mereka dari rumah menuju sekolah dan sebaliknya. Tapi jangan salah, di kota besar seperti jakarta ini, fasilitas bis jemputan ga cuma buat anak sekolahan aja, tapi dipake juga sama instansi - instansi pemerintah -aku ga tau kalo perusahaan swasta ada fasilitas jemputan juga apa ga-. 

Berawal dari diterimanya aku sebagai CALON PNS di salah satu instansi pemerintah, dan selama masih berstatus "magang" aku ditempatkan di kantor pusat yang berada di daerah lapangan banteng Jakarta Pusat. Dari tempat tinggal ku sekarang ke kantor jaraknya luuumaaayyyaaannn -luumaayyyaannn jaaauuuhhhhh- dan kalo naik kendaraan umum bisa menggunakan beberapa alternatif angkutan, yaitu : 
  • Alternatif pertama adalah dengan menggunakan CL alias Commuter Line. Aku naik CL jurusan serpong - tanah abang dari stasiun Pondok ranji dan turun di stasiun tanah abang. Dari tanah abang lanjut dengan menggunakan : 
a. Kopaja 502; turun di tugu tani, lanjut kopaja P20 turun depan kantor
b. Mayasari Bakti 547 jurusan Pulogadung/Tanjung Priuk turun tugu tani, lanjut P20
c. Naik ojek, tapi MAHAL bo! 25 ribu.. sekali kali aja ini mah kalo KEPAKSA
d. Naik taksi, hampir sama kaya ojek, cuma agak keren dikit lah, kalo pake ini juga sekali kali aja, kalo KEPAKSA!

Aku biasanya pake pilihan (a) karena lebih banyak armada 502 nya, dan kalo aku bisa pake CL yang jam 6 kurang 10 pagi, biasanya jalanan masih belum macet, jadi kalo naik 502 masih bisa agak santai nantinya. Beda lagi kalo naik CL yang jam 6 lebih 13, itu sudah dipastikan aku telat alias TL 1. Datang telat, berarti pulang juga telat. Walaupun telat satu menit, nggantinya harus setengah jam. Kalo g mau ganti, siap2 aja tunjangan dipotong 0,5% -emaaaaaak T____T-. Aku pilih naik CL yang pagi aja jam 6 kurang, biar ga terlalu terburu - buru, lebih santai dan pastinya terbebas dari TL-1. Walaupuuuuun itu berarti siap umpel-umpel, desek-desek an sama sesama penumpang CL yang juga mau berangkat kerja. Maklum lah yaaa jalur CL yang aku naiki ini adalah jalur satu satu nya bagi mereka yang bekerja di Jakarta dari serpong dan sekitarnya. Dan memang sebagian besar orang yang kerja di Jakarta, tinggalnya di Serpong, Depok, Bogor. Jadi bayangin aja bagaimana padat nya CL menuju daerah daerah tersebut pada jam berangkat dan pulang kerja. WOW banget pokoknya. Yaaah bersyukur aku dikasih badan yang minimalis sama Allah, jadi aku tetep bisa nyempil ditengah ketek orang orang -emaaaaaaaaaaaaaaaaaaak T_____T-, yaah itung itung latian thawaf juga lah, bisa jadi besok waktu haji dan/atau umroh juga empet empet an gitu situasinya.
  • Alternatif kedua dengan menggunakan kopaja P20 dari lebak bulus. Tapi kalo pake alternatif ini, haduuuuuuhhhh macet nya ga karu-karuan, waktu tempuh paling cepet itu dua jam, dan itu artinya aku harus sudah naik P20 jam setengah 6 pagi, yang artinya juga aku harus berangkat jam 5 kurang dari rumah, karena jarak dari rumah ke lebak bulus kurang lebih setengah jam-an. Belum lagi bisik bisik tetangga yang bilang kalo P20 itu sarangnya copet. Dari 5 penumpang, mungkin 3 diantaranya copet -What?!?!? yang bener ajeeee-.
  • Alternatif ketiga adalah dianter sama yayang suami  -ga mungkin banget ini mah, sama aja ngerjain suami kalo anter jemput tiap hari,, hiksss-
Sebetulnya masih ada satu alternatif lain, yaitu naik bis jemputan. Tapi aku belum dapet info tentang bis jemputan yang berangkat dari Bintaro ke kompleks kantor lapangan banteng. Sebagian besar bis jemputan yang ada di bintaro (Kampus STAN) itu adalah bis jemputan untuk kantor pajak dan bea cukai. Hikssss... aku gimanaaaa T____T. 

Ditengah ke-tak berdaya-an ku naik CL -ampirr tiap hari dibikin nangis sama CL, apalagi pas jam pulang. Udah kaya ikan asing dempet dempet an siap dipanggang disebuah oven besar bernama gerbong CL dan ditambah dengan seringnya wesel rusak, sehingga jadwal pemberangkatan kacau, jadilah kita hampir satu jam-an dalam keadaan yang sangattttt menyebalkannnn itu- akhirnya aku -suami ku denk!- mendapat informasi mengenai bis jemputan. Waktu itu suami lagi ngobrol sama Abi nya Haifa -tetangga rumah- dan cerita cerita tentang keadaan istrinya yang memprihatinkan ini -hoekkk lebaynyaah-, dari situ abi Haifa kasih info bahwa istri temennya ada yang mau cuti melahirkan dan sekarang dia naik bis jemputan ke lap. banteng -kebetulan aku sekantor sama istri temen abi Haifa itu-. Nah aku dikasih kontak nya dan ternyata bener.. Alhamdulillaaaaaaaaah aku bisa nggantiin posisi dia di bis jemputan -berkah silaturahmi sodara sodara, aku terharuuu T___T terimakasih ya Allah, terbebas juga aku dari predikat TRAINER :D-.

Naik bis jemputan, berangkat dari Kampus STAN jam setengah 6 -awalnya jam 6 kurang seperempat, tapi mepet terus gara gara musim hujan-, sampai kantor jam 7 kurang seperempat, masih bisa aktivitas non kantor lah sampai setengah 8 pagi. Pulang jam 5 sore, dan kalo traffic bersahabat, jam setengah 7 udah sampe -yeyeyeeeeeeeeeee!!!!!-. Mana bis nya baru, nyaman, di bis bisa bobo.. aaaah badan ga capek pokoknya.

Ini adalah salah satu bentuk rejeki juga buat aku dari Allah. Allah beri kemudahan aku dengan transportasi yang aman dan nyaman, yang memudahkan aku untuk bisa berangkat kerja, beribadah, tanpa perlu susah payah, dan yang lebih menyenangkan lagi, berhubung aku masih berstatus anak magang, biaya iurannya dikorting 50% yeyeyeyeye.. Alhamdulillah lagiiiiii.... makasih ya Allah.. :-*

Senin, 03 Februari 2014

When my dreams come true #sesi 2

"Setelah menikah, aku mau langsung ikut suami. Aku mau resign dari kerjaan ku, dan nyusul dia ke Jakarta". Ya, dari awal menikah aku memang sudah meniatkan diri untuk pindah dan hidup bersama suami di Jakarta. Konsekuensinya adalah aku harus rela melepaskan pekerjaan ku saat ini. Mungkin jika diliat dari status ku yang masih berstatus "pegawai kontrak" di salah satu BUMN terkemuka, bukanlah hal berat untuk melepaskannya. Hal yang justru membuat berat meninggalkan pekerjaan ini adalah karena memang aku mencintai pekerjaan ini. I Love my job! selain itu, rekan kerja yang sudah aku anggap seperti keluarga ku sendiri juga menjadi salah satu alasan lain yang membuat ku berat untuk keluar atau resign.

Banyak yang menyayangkan keputusanku untuk resign, bahkan atasan langsung ku sendiri pun bilang "apa ga bisa mba, mas nya aja yang pindah kesini?", hhhhh seandainya pak.. seandainya bisa seperti itu mungkin aku merasa menjadi orang yang paling bahagia -saat itu-. Gimana engga?! Udah kerja di kota kelahiran yang nyaman, kantor yang enak, dengan suasana kerja enak, orang orang yang baik, ditambah suami yang juga bekerja satu kota dengan ku. Lengkap khan?!? aahhh memang yaa, kata kata "seandainya" itu bisa melenakan kita. Makanya hati hati kalo menggunakan kata itu, karena condong pada hayalan belaka.

Awalnya, keluarga ku pun berharap agar setelah menikah aku bisa tetap tinggal di Purwokerto, dan tidak resign dari pekerjaan ku sekarang. Kata mereka "opo ga eman eman mba? golek kerjo sing penak saiki angel lho" -Apa ga sayang mba? cari pekerjaan yang enak sekarang susah lho- begitulah kira kira artinya. Tapi Alhamdulillah, dengan hanya diberi sedikit pengertian, ibu ku paham dengan putusan ku "InsyaAlloh rejeki ga bakal ketuker bu. Wong ambar niat nikah ki ben bisa bareng bareng mbek bojo, nek pisahan yo podo wae koyo g duwe bojo" -InsyaAlloh rejeki ga akan ketuker bu. Niat ambar menikah itu memang untuk bisa bareng bareng sama suami, jadi kalo pisahan ya sama aja kaya ga punya suami donk".

Dan ternyata benar, setelah satu setengah tahun menikah, aku kini mendapat pekerjaan yang semoga lebih baik dari pekerjaan ku yang dulu. Lebih berkah dan lebih manfaat. insyaAlloh.. terimakasih ya Rabb..

Enjoy the traffic

Hidup di kota besar seperti Jakarta ini memang butuh effort yang cukup lumayan. Segalanya ga bisa diprediksi. Salah satu nya arus lalu lintas. Seperti yang sering aku alami.

Pernah suatu senin,kami prediksi bakal macet, dan mental kami sudah kami seting ke "TL 1" -istilah terlambat 30 menit pada instansi kami-. Tapi ternyata, diluar dugaan,, kami sampai di kantor pukul 7:10. Wawww..

Ga berhenti sampai disitu, ketika jam pulang kantor tiba, kami pun kembali mensetting diri ini untuk sampai tujuan terlambat,yaaah jam 7 malam kami prediksikan. Namun lagi lagi itu lah jakarta, tanpa disangka sebelum maghrib pun kami sudah sampai. Waah Subhanalloh.. Alhamdulillah.

Keesokan harinya, kami berharap keberuntungan kami kemarin masih berlanjut sampai esok hari esok dan keesokan hari. Namun apa daya, dengan waktu pemberangkatan yang sama, sampai ditempat tujuan tidak sama. Bisa molor sampai 1 jam. Keren!! Benar benar luar biasa traffic disini,mungkin hampir sama dengan hati wanita yang sulit diprediksi -haisyahhhh ;)-
make jalur transjak, tetep aje macet hehee...

When my dreams come true,,

Kenapa postingan kali ini kok judulnya sama persis dengan judul blog ku?! ya karena emang mau memposting salah satu hal yang mungkiiiin jadi impian ku dalam hidup. Dulu, aku pernah bermimpi untuk bisa mendapat gelar sarjana, yang mungkin bagi sebagian orang itu adalah hal yang sangat mudah untuk didapat. Tapi buat ku?! itu semua butuh perjuangan. Dan benar saja, yang namanya berjuang memang tidak mudah. Jalanku untuk bisa kuliah, untuk menjadi seorang sarjana mungkin tidak semulus paha cher**be*** -Upssss- maksutnya tidak semulus jalan orang lain gitu. Namun Alhamdulillah.. atas kemurahan Alloh, atas Rahmat dari-Nya, 20 September 2011, aku bisa mengenakan toga, mendapat ijazah S-1 dan dibelakang namaku tertera gelar SE alias Sarjana Ekonomi. Bukan gelar yang aku jadikan cita cita, tapi kesempatan menimba ilmu di perguruan tinggi lah yang menjadi motivasi besar ku. Alhamdulillah ya Alloh.. Engkau memang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
Tampilan eike cint waktu wisuda dulu :P

Memang benar, yang namanya mewujudkan mimpi itu butuh perjuangan. Begitupun dengan segala mimpi - mimpi kecil nan berharga ku. Setalah satu impian terwujud, timbul satu impian lagi yang ingin SEGERA diwujudkan -dasar manusia, g ada berentinya -___- -. Impian itu apa lagi kalau bukan MENIKAH, ya! menikah, aku juga ingin SEGERA -lagi lagi dengan kata segera yang aku capslock-. Ternyata, dibalik keter-segera segera-an ku itu, justru aku merasa semakin di-nanti nanti-kan olehNya. Bukan karena Ia tidak sayang atau Ia tega pada hambaNya. Namun karena memang ternyata, belum saatnya untuk aku bisa mewujudkan impian ku untuk menikah itu. 
Januari 2012, ketika aku mulai woles dengan keinginan menikahku, ketika aku mulai pasrah pada kehendakNya, ketika Ridlo-Nya menjadi satu satu nya hal yang aku cari dalam hidup ini, saat itulah Ia bukakan jalan. AllohuAkbar!! tanpa dinyana, aku dipertemukan dengan seseorang yang menjadi suami ku kini. Orang yang namanya pun tidak pernah sekalipun terbersit dalam hati -cailaaaaah- namun justru dialah yang mampu memenangkan diri ini -ahihihihi-. Ga perlu waktu lama, cukup 3 bulan saja masa perkenalan kami, dan akhirnya hari bahagia itu pun tiba. 22 Juni 2012 -pas banget sama ultah nya ondel ondel yee hehee-.
ini diaaa tampilan waktu walimahan nya :D -gendutnya sayah :'( -

dan ini tampilan waktu akad, heheee cengiiiir
Alhamdulillah.. sekali lagi, mungkin jalan ku untuk menikah, tidak semulus pahaaa jalan menikah orang lain. Tapi apapun jalannya, yang penting ridho, rahmat dan keberkahan dari Alloh selalu aku harapkan tercurah untuk pernikahanku.
Lalu... di tahun 2014 ini?! apalagi impian ku yang terwujud?! punya momongan kah? atauuu yang lain? next posting yaaaa temaaaaan :D

Sabtu, 25 Februari 2012

Belajar Inisiatif

Lagi ada seorang ibu, dateng ke kantor minggu2, kebetulan kita lagi pada lembur. Si ibu dateng, cerita kalo anaknya sedang kuliah di suatu perguruan tinggi dan mau PKL. Sistem pendaftaran PKL di kampusnya itu secara online untuk mendapatkan tempat PKL nya. Si anak, sedang liburan di rumahnya, tidak mengakses internet selama liburan, tau2 sudah penutupan pendaftaran tempat PKL. Sekarang si anak bingung, mau PKL dimana. Beruntung, paman si anak ini adalah temen dari atasanku. si Paman menyarankan agar si anak datang ke kantor untuk minta ijin agar bisa PKL di unit ku ini. Kenyataannya, si anak ga dateng, yang dateng ibunya. Si ibu setengah merengek agar si anak bisa PKL disini.

Ada beberapa hal yang bisa aku simpulkan dari kejadian ini :
  1. Kayanya ni bocah rada2 kurang tanggungjawab apa ya, secara.. dia sudah tau jadwal pendaftaran PKL, eeeeh malah asik liburan. Giliran pendaftaran udah ketutup, baru deh bingung mikir dimana dia mau PKL.
  2. Kenapa harus yang menghadap ke orang Telkom itu ibu nya? kenapa ga si anak? kemana dia? bukannya kalo mau PKL itu berarti mahasiswa hampir semester akhir ya? dan yang lebih mengagetkan.. si anak ini ternyata Cowok. Halooo.. seorang cowok, yang punya suatu kepentingan, yang sudah semester akhir.. mana inisiatifnya? Astaghfirullah,, malah si ibu yang datang merengek2.. apa ga kasian sama si ibu? bener2 ga ngerti. Ini khan kepentingannya dia, kenapa jadi si ibu yang repot? Kalo tanggungjawab sekecil ini aja si anak udah ga bisa menyelesaikan, gimana kalo dikasih tanggung jawab yang lebih besar?
  3. Kalo melihat runtutan histori nya, kayanya kelalaian itu ada pada si anak cowok ini, tapi setelah kejadian begini, kenapa dari pihak dia yang menuntut Telkom, untuk membuat surat permohonan, seolah2 Telkom meminta agar anak tersebut bisa PKL di sini. Krik krik banget ndengernya hihihihi..
Kasih sayang seorang ibu memang tidak ada ujungnya, demi sang anak.. apapun bakal dia lakukan. Namun, kurang bijak juga rasanya jika dengan dalih kasih sayang seorang ibu menjadi lupa mengajarkan tanggung jawab pada anaknya. Dengan terlalu lama di "ning nang ning gung" , maka si anak bisa jadi tumbuh menjadi anak yang "aleman", terima beres, terima jadi. Kasihan si anak ini nanti. Apalagi seorang laki2, nantinya menjadi imam.

Begitupun seorang anak, merupakan tanggung jawab orang tua untuk membimbing, mendidik dan menyayangi kita. Tapi, untuk urusan2 yang sekiranya kita bisa atasi sendiri, alangkah lebih baiknya untuk kita berinisiatif untuk mengatasinya.

Kasihan orang tua kita, sudah se-tua itu masih harus direpotkan untuk urusan yang seharusnya menjadi tanggung jawab kita. Jika kita lalai, maka terimalah konsekuensi nya, repot sedikit, toh itu akibat kelalaian kita sendiri bukan?

Semoga saja, dari kisah ini ada hikmah yang bisa aku ambil. Malu rasanya, kalo sudah besar, mengaku mahasiswa, tapi untuk ecek2 begini saja.. masih harus orang tua yang turun tangan. Malu! apa bedanya mahasiswa dengan anak TK kalau begitu?

Belajar bertanggung jawab, belajar untuk menghargai kasih sayang orang tua, belajar untuk tidak merepotkan mereka selalu. Semoga...

Kamis, 02 Februari 2012

Untuk diriku,, yang pernah tertipu oleh "cinta"



Pertengahan bulan lalu, suatu sore, tanpa angin tanpa hujan, tiba tiba aku mendapatkan sebuah nasihat yang berharga dari seorang teman. Entah apa yang menggerakkan orang tersebut untuk menghubungiku via gtlak. Sebelumnya, kami bukanlah teman dekat, kami sebatas kenal dan hanya pernah bertemu satu kali saat dirinya menikah akhir tahun kemarin.

Nasihat yang berharga untukku itu berbunyi cukup singkat namun sarat makna, " Jangan sampai kamu terjebak hubungan dengan seorang lelaki yang mengaku serius menjalani hubungan dengan mu, tetapi tidak mengajak mu menikah." Membaca pesan itu, aku berfikir dalaaaaaaaam sekali. Betul apa yang dia bilang. Yang namanya serius itu ya menikah. Lelaki yang baik, yang menghargai seorang wanita ya pasti akan mengajaknya menikah, bukan pacaran atau yang lain. Kalau laki - laki itu benar cinta pada seorang wanita, bukti nyatanya adalah dengan menikahinya, bukan memacarinya atau yang lain. 

Aku sulit menjabarkan lebih jauh mengenai nasihat ini. Namun aku yakin, tanpa perlu dijabarkan, kita semua sudah mengerti apa yang dimaksudkan dalam pesan tersebut. Yang pasti, yang aku yakini.. tidak ada pacaran yang serius. Serius itu satu! Menikah! Mereka yang benar benar sibuk mempersiapkan diri untuk menjemput pernikahan, memperbaiki diri untuk bisa pantas menikah dan benar benar berani action untuk menikah, adalah para pemberani. Aku jadi ingat kata kata si cantik Rosyitha, bahwa menikah itu adalah misi penyelamatan. Bagi kami para wanita yang menanti pangeran penyelamat sejati, menikah adalah perkara bagi para pemberani, bukan pengecut.

Aaaah.. ngomong apa aku ini, aku sendiri pun masih jauh dari berani. Tapi boleh kan aku berusaha untuk tidak menjadi seorang pengecut? yang pasti.. dalam bentuk apapun itu, aku ga sudi pacaran lagi.. ataupun menjalin komitmen dengan seseorang lagi. Buat ku kini, pacaran itu nanti.. setalah akad nikah usai. Komitmen itu nanti.. setelah aku mengiyakan sebuah khitbah. 

Tulisan ini, murni aku tujukan untuk diri aku sendiri yang pernah tertipu cinta, dan untuk saudari saudari ku yang terkadang sama galaunya dengan ku. Semoga kita senantiasa dikuatkan oleh Allah dalam menunggu pangeran penyelamat kita. Bagi sahabat sahabat yang kini mungkin sudah hampir menemukan pangeran penyelamatnya, semoga Allah mudahkan urusan kalian sehingga disegerakan menikah. Bagi para calon pangeran penyelamat dimanapun kalian berada, semoga kalian dimudahkan dan dikuatkan hatinya, bahwa kalianlah calon imam, dan pada diri kalianlah kami nantinya para istri akan tunduk patuh pada perintah kalian. Semoga Allah meridloi usaha tiap hambaNya yang ingin memperbaiki dirinya dari waktu ke waktu. InsyaAllah.. Aamiin..
Yaa Muqallibal Quluub, Tsabbit Qalbi ‘Ala Diinik 





Logawa di ujung bulan!

Selasa,31 Januari 2012

Sore itu, jam 2 tepat aku sudah berada di stasiun Jebres, Solo, untuk pulang kembali ke Purwokerto. Ditemani mba Rahma ( yang sedang hamil 6 bulan ) kami menunggu KA Logawa di ruang tunggu penumpang. Suasana di stasiun ga begitu ramai, tapi ga sepi juga. Mungkin itu karena hari itu adalah hari kerja. Naik kereta ekonomi, sendiri dengan kondisi badan tidak fit memang baru sekali ini aku lakukan. Ah entah seperti apa nanti kondisi didalam kereta, yang penting aku sampai Purwokerto di jadwal yang paling awal. Waktu menunggu kereta sengaja aku habiskan untuk bolak balik ke kamar kecil. Bukan karena apa, plus minus 5 jam di kereta, aku berusaha untuk tidak ke toilet nantinya. Jadi, aku berusaha untuk tidak memiliki "tabungan" ketika di kereta nanti.

Jam 3 sore, kereta pun datang. Gerbong 3 nomor 9D, itu adalah nomor tempat duduk ku. Aku masuk, aku telusur dan yak! ini dia tempat duduk ku, yang ternyata sudah ditempati oleh seorang ibu tua. Okelah.. aku diam saja, toh di depan tempat duduk itu masih ada tempat kosong. Aku duduk disitu, beberapa saat menyaman - nyaman kan diriku sendiri. Aku mulai memperhatikan satu per satu orang sekitar. Duduk disampingku, seorang bapak tua yang ternyata suami dari ibu yg duduk di tempat duduk ku. Di samping ibu itu, ada seorang cowok yg mungkin umur 25 - 26 tahun. Aku perhatikan, cowok ini kok supel banget ya, humble gitu, ngobrol ramah sama si ibu, salut aku sama dia.

Kereta berhenti di stasiun klaten, si ibu dan suami nya pamit turun. Tinggal aku dan cowok itu sekarang duduk berhadapan. Aku pindah duduk ke pinggir, ke dekat jendela. Pasang masker siap untuk tidur. Tapi ternyata ga ngantuk.. akhirnya aku pilih untuk melihat pemandangan diluar saja. Tapi kok, lama2 pusing.. ya jelas! wong aku duduknya berlawanan arah jalan kereta. Aku putuskan untuk ijin duduk di sebelah cowok itu, dengan tujuan nyaman liat pemandangan di luar ( dan karena memang tempat duduk yg aku incar itu adalah tempat duduk ku sebetulnya, 9D).

Aku duduk disana, siap untuk melamun! ternyata, si cowok mulai ngajak ngobrol, dan ternyata cowok itu asli Purwokerto, teman SMP dan SMA sahabatku ( Mba Iswa ). Ah.. dunia itu, tak selebar daun pintu memang! Awalnya aku nanggepin obrolan cowok itu, dia tanya aku jawab. Tapi lama2 kok aku keganggu ya.. aduh brisiknya itu.. cerewet banget orangnya.  Hampir stres juga aku mbayangin harus ndengerin orang ini ngomong dari Solo sampai Purwokerto. Bisa2 makin diare ini aku. Beruntung tiba2 ada seorang cowok lagi duduk di hadapannya dan perhatian cowok ini beralih ke cowok yang datang barusan. Mereka berdua ngobrol ( maksutnya, yang satu ngomong yang satu diam ) dan aku.. meneruskan lamunanku.

Cowok tadi itu ibarat diesel. Butuh pemanasan dulu di depan, makin lama makin panas dan kelebihan energi. Akibatnya, ngobrolnya semangat banget dan tidak ada titiknya. Kekesalan ku pada cowok itu aku sampaikan di twitter ku @AmbarFitri, tapi lama kelamaan hilang juga kekesalanku, karena perlahan dia berhenti bicara.

Masuk daerah Kebumen, mulai cowok itu bicara lagi, aduuuh aku dah siap2 mau pura2 tidur aja sebetulnya, tapi aku tahan2 saja, toh sebentar lagi sampai. Dia bercerita tentang basic pendidikannya, yaitu Apoteker. Disitu mulailah aku merasa bahwa pembicaraan ini mulai mengasyikkan. Dia banyak bercerita tentang penyakit. Penyebab penyakit, cara mencegah ataupun mengobati beberapa penyakit secara dini. Dia juga berbagi pengetahuan tentang gaya hidup sehat. Ga kerasa, kereta masuk ke stasiun Purwokerto, yang akhirnya perjalanan usai, waktu ngobrol usai, dan ngangsu kawruh pun selesai. Aku ucapkan terimakasih pada cowok itu dan permohonan maaf. Si cowok bingung kenapa aku minta maaf tapi belum sempat dia tanya aku sudah ngacir duluan hehee.

Perjalanan yang cukup indah buat aku. Bertemu dengan seseorang yg baru dikenal, banyak ilmu yang didapat. Walau awalnya aku ga suka, dan ternyata ketidaksukaan ku itu adalah karena diriku sendiri yang belum mau mengenal atau minimal mendengar lebih dalam mengenai isi pembicaraan orang tersebut. Hikmah untuk diriku sendiri, "Janganlah mudah men-judge seseorang/sesuatu kondisi, sebelum kita mengetahui bagaimana kondisi sebenarnya". Berfikir lebih positif dan lebih bijak lagi dalam menilai sesuatu, sehingga nantinya kita tidak menyesal dengan penilaian kita atau komentar yang kita berikan tentang orang / sesuatu tersebut. InsyaAllah.. :)

stasiun purwokerto 19.13 WIB
Nice trip for me

Selasa, 20 Desember 2011

Tidak sekedar itu,,

Ditemani alunan instrument The Ellegance of Pachelbell, aku berhenti sejenak dari segala kesibukan di ruangan ini. Ya,,saat ini hari Selasa/20 Desember 2011 pukul 19 lebih 5 menit aku masih berada di ruangan ini. Ruangan yang hanya ditempati oleh aku sendiri, biasa mengerjakan semua tugas kantor. Masih tersisa satu buah RPC (Repayment Capacity) yang belum aku buat. Semua berkas2 ini rencananya akan aku bawa ke Semarang malam ini juga. Pulkul 10 malam mungkin aku akan berangkat.

Kalau dipikir secara dangkal, untuk apa sebenarnya semua ini aku lakukan. Malam2 begini masih disibukkan dengan urusan kantor, pukul 10 malam harus berangkat ke semarang untuk "sekedar" meminta tanda tangan pengesahan pencairan dana pinjaman para mitra binaan. Sampai semarang mungkin dini hari, dan saat itu juga langsung kembali ke Purwokerto untuk persiapan penyaluran dana keesokan harinya. Begitu "GILA" kalau aku boleh menyebutnya. 

Untuk apa aku melakukan ini semua? padahal.. bisa saja! aku menolak pergi, aku selesaikan semua pekerjaan ini keesokan harinya.  Toh, secara struktural disini aku tidak memiliki posisi apapun, toh bayaranku juga "segitu2" saja. Yah.. itu tadi pemikiran dangkal, dan Alhamdulillah.. aku bisa aku mendapatkan makna yang lebih dari itu. BAHWA TIDAK ADA YANG SIA-SIA. Sekecil apapun kontribusi kita, tetaplah berpengaruh besar terhadap sebuah peristiwa. Bukankah kepakan sayap kupu-kupu dapat memicu sebuah badai? 

Disinilah aku yakin, bahwa setiap yang aku lakukan itu bermanfaat nantinya, minimal untuk mitra binaan yang nantinya mendapatkan dana pinjaman. Aku yakin, Allah tidak pernah tidur, DIA tidak akan pernah tertukar. DIA tahu niat yang ada didalam hatiku, ketika aku bersusah payah mengerjakan ini semua. Aku senang menjalaninya, makanya.. aku tetep gendut walau tarjet sebesar apapun, kerjaan sebanyak apapun! hehe.. this is my passion!

Berikut tampilan meja yang bener2 bikin "hhhhhhhhh..."
satu lagi ah fotonya..
Kalo ini tampilan komputernya..
terakhir.. tampilan orangnya :D *narsis dikit boleh? * :p
*stres dikit*

Selasa, 08 November 2011

Sensasi!

Ah.. entah hari macam apa hari ini,, mengagetkan sekaligus menyenangkan.. Lucu juga! pagi hari terbangunkan oleh sebuah telp dari nomor 024-79XXXXX dan itu adalah nomor pak bos saya! huahahaha. Sebelum angkat telp itu, terlebih dahulu aku cek jam dan ternyata angka jam menunjukkan pukul 6 lebih 15 pagi. Hoaaahmmm nasib seorang wanita yang diberi "libur" sama Tuhan ya begini ini,, BANGUN SIANG!! - jangan ditiru wahai kaum muslimah :D -. Antara ingin dan tidak ingin angkat telp tersebut, malu! takut ketauan anak gadis baru bangun jam segini :p tapiiii siapa tahu telp tersebut penting, jadi saya putuskan untuk mengangkatnya dengan resiko ditanya "baru bangun ini teh si eneng?!?!" -logat sunda khas nya si bapak- hihihihi. 

Lepas menerima telp tersebut, aku ga buru2 mandi dan bersiap untuk "nguli" tapi kok ya malah sms2an dulu sama sahabatku tercyincyah yang berada di ibukotang sana, sempet2nya becanda2 sama ejek2an dulu -memang orang yg tidak jelas kami berdua ini -___-" - dan YAKKK!! waktu menunjukkan jam 7 pagi.. langsung ngibriiiitttt lari  buat mandi, dandan bersiap berangkat kerja. 

Tragedi pun terjadi, sudah siap dengan segala ubo rampe, dan mau ngacir menuju ke TKP nguli, eladalah!! di motor baru inget.. "Ini si hari apa?" kata ibu "Rabu!" sambil terus nyuci piring.. NGEKNGOOOOOKKK saya salah kostumm.. hari ini saya memakai kostum untuk hari JUM'AT!! yayayayyyy... NGELINDUR.COM! buru2 masuk.. ganti baju seadanya dan kabuuuuuuurrrr tepat pukul 8 pagi! dan saya sampai kantor pukul 8 lebih 10 sambil cengar cengir masuk ruangan, ngucapin salam dan laporan "Maaf pak telaat.. salah kostum tadii :D"

Sensasi bener pagi ini ya.. dibangunin sama pak bos, salah kostum, telat pula! heddeeehhh.. makanya! mau lagi "libur" ataupun engga.. jangan bangun siang dwooonk.. dipatol ayam rejekinya baru tau rasa lho entar hihihihi ;)

Selasa, 11 Oktober 2011

Hargailah tiap pemberian

Pembelajaran kali adalah tentang "Menghargai pemberian". Ceritanya, ada temen yang dateng ke kantor. Dia minta tolong difotocopy-kan salah satu materi brevet yang hari Rabu depan akan dibuat ujian. Ternyata sang teman bawa bungkusan yang isinya itu pisang. Pisang.. buah yang aku ga suka! aku kira si temen ini abis beli pisang dan mau dibawa pulang ke rumah, langsung aja aku tanya "Seneng maem pisang yo mba?" jawab si teman "iya mbar.. aku seneng.." lah! serta merta kok ya aku ngomong "angger aku lah ora doyan loh mba.."

Si teman ini ya ekspresi nya biasa aja tuh waktu aku ngomong begituan,, ternyata.. waktu si teman pamit pulang dia ga mbawa bungkusan itu balik, spontan aku panggil dong, aku kira dia lupa dan bungkusan buah pisang itu ketinggalan. "Mba.. pisange ketinggalan" kata aku,, eeeeh si teman bilang "ora mbar.. kuwe gedange nggo kowe.. nggo wong umah" cengiiiiiiiirrrrrrr http://www.smileycodes.info mak jlebb banget rasane. Aku ga kepenaaaaaaaak banget sama temenku itu. Haduuuuh.. makin ga enak lagi ternyata si teman sms abis nyampe rumah "Pisangna dibawa ke rumah ya? Kenapa ci ga suka pisang? aku kawit cilik nyangding kebone dadi wis bosen. He3" gitu bunyi smsnya. Deuuuh.. makin ngerasa bersalah ni aku, dengan memutar otak aku bales sms nya "hehe.. ga kok mba,, aku sing pisang iki tah doyan, sing ora doyan sing pisang ambon" -seriusss aku ga bo'ong!-

Hm.. pelajaran yang aku petik dari pengalaman ini adalah, "Hargailah tiap pemberian" , terima apa yang menjadi pemberian orang lain pada kita dengan hati yang senang. Mau pemberian itu adalah hal yang kita senangi atau engga' tapi berusahalah untuk tidak mencela apa yg orang lain berikan. Biarlah dikatakan munafik, toh niat kita adalah menyenangkan hati orang lain bukan? bayangin aja.. kalo kita udah niat baik ngasih sesuatu ke orang lain, kok orang yang kita kasih itu ga seneng sama apa yg kita beri. Sedih khan? hmm.. makanya mulai sekarang belajarlah buat nge-rem mulut. Mending diem daripada mencela. Apapun itu.. http://www.smileycodes.info diam saja daripada kata2 yang keluar dari mulut itu menyakiti orang lain.

Jumat, 30 September 2011

Aku kesal,, dan beginilah cara ku mengekspresikannya..





Sebetulnya ga enak juga kesel, mutung sama adek2 co-op. Aku yakin mereka ga berniat bikin aku BT. Tapi dasar Ambar.. ya mau kesel atau mutung kaya gimana ya susah buat TIDAK mengekspresikannya.

Aku memang begini, kalo lagi kesel itu ga bisa buat ga mengekspresikan. Mau kesiapapun itu, aku pasti memperlihatkan. Ga kecuali sama adek2 Co-Op, Icha dan Ridho! Sore itu.. selepas sholat maghrib, kembali aku nanya ke mereka "Pada pulang jam berapa?" setelah tau jawaban mereka masing2, aku putuskan buat pulang ke Purwokerto sendirian. Dengan keadaan mutung sodara2 http://www.smileycodes.info

Sempet Ridho ngajak ngobrol aku, cuma aku bales dengan jawaban "hm.." "ya.." "ga.." dan tanpa melihat mukanya hehe.. Mungkin dia ngerasa aku BT, makanya dia mencoba men-treat aku sebisa dia, dia nawarin bantuan buat mbawain barang2, dia nanyain aku pulang naik apa dan dianter siapa. Dan well.. itu semua ga mempan buat aku, mutung ya mutung.. hehe.. Maaf ya Dho http://www.smileycodes.info 

Icha juga g kalah sibuk buat bikin aku ga mutung lagi, tapi ya sekali lagi maaf.. mutung is mutung.. Masalahnya disini aku mutung itu bukan semata2 aku kesel, tapi ada alasannya. Coba dari awal mereka bilang rencana pribadi mereka, aku pasti bakal nyesuain diri dan ga nunggu2 mereka. 

Tapi seperti inilah aku, mudah emosi tapi mudah nyesel juga. Sampai di stasiun aku nyesel udah BT sama mereka berdua, akhirnya aku sms-in mereka berdua, bilang minta maaf dan pesen biar mereka ati2 waktu pulang ke Pwt besok.

Paginya.. ketemu di kantor, aku juga fair play,, udah aja keselnya selesai di hari kemarin. Ga berlanjut ke hari berikutnya. Aku juga didepan mereka bilang "Kemaren mba itu kesel sama kalian berdua, kalian ngerasa ga?" jawaban mereka "Ngerasa mba.." syukurlah hehehehe...

Mutung!! #part 2

Kayaknya judul postingan ini ga beud apa yah.. Judul kok mutang mutung mutang mutung.. tapi ya gimana lagi,, ini masih rangkaian cerita perjalanan ke Jogja dan memang seharian isine aku cuma mutung tok, ya gimana lagi.. Gapapa kali ya.. tetep ditulis aja ya hehe..

Sampe di Jogja, ternyata Purwokerto rombongan terlebih dahulu nyampe. Aku sama Icha dah ke Telkom duluan, sedangkan Ridho nyempetin ke CDC nya UGM. No matter..karena emang jadwal mereka jam 1 jadi ya sah sah aja kalo waktu luang dimanfaatkan mereka dengan baik.

Singkat cerita, tim penguji dari CD Area udah dateng dan aku ga sengaja ndengerin pembicaraan beliau2 yang setengah bisik2 http://www.smileycodes.info kesimpulannya "Purwokerto diuji duluan aja biar bisa pulang gasik, wong mereka yang paling jauh" ayyyesss.. asiiik aku seneng dengernya http://www.smileycodes.info ,, bukan kenapa2 karena memang aku butuh bantuan anak2 co-op itu. Secara barang bawaanku kantor maksutnya buanyak banget. Maklum, hari berikutnya ada acara pencairan dana, otomatis uborampe harus siap semua. Denger kebijakan dari para tim penguji aku seneng banget.. bayanganku sampe rumah ga kemaleman, besok pagi bisa gasik prepare semua data dulu buat pembekalan dan pencairan dana.

tapi ternyata.. ke-mutung-an ku dimulai saat jam menunjukkan pukul 5 sore. Ini kenapa bocah2 belum pada rampung? setelah aku tanya ternyata mereka pada nunggu acara sampai selesai, dan yang bikin aku BT ternyata mereka masing2 punya acara sendiri. Ada yang emang mau pulang malem, ada yg mau nginep tempat budenya! Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa http://www.smileycodes.info aku kesel aku keseeeeel.. tau gitu aku ga nungguin merek,, tau gitu aku pulang duluan.. biar bisa istirahat dirumah http://www.smileycodes.info hiks,,

aku putuskan selepas sholat Maghrib aku pulang duluan, nyari angkutan yang nyaman yang bisa mbawa aku ke Purwokerto as soon as possible pokoknya! dan pilihan aku jatuhkan ke KERETA! Yee.. maka cerita akan berlanjut ketika nanti aku sampai di stasiun.. oke? http://www.smileycodes.info

Kamis, 29 September 2011

Mutung!! #part 1

Ini cerita kemarin waktu perjalanan ke Jogjakarta. Cerita singkat si dan ga ada pesan khusus didalamnya hehe.. Ini cuma semacam curhatan aja, menumpahkan kesal. Jadi ceritanya waktu itu, aku ada tugas ke Jogja buat penyelesaian administrasi SP3K. Kebetulan di hari itu juga anak - anak Co-op yang magang 3 bulan itu ada post test terakhir sebelum program co-op mereka berakhir. Jauh hari aku udah komunikasi sama anak - anak co-op tentang teknis pemberangkatan. Akhirnya, satu orang memutuskan untuk berangkat sendiri, sedangkan yang satunya sepakat buat berangkat bareng aku.

Senin, satu hari sebelum hari pemberangkatan. Aku pastikan anak yg mau berangkat bareng aku itu tau jadwal berangkat bis nya. Aku bilang "setengah 6 siap ya,, soalnya bis nya tepat waktu".

Selasa, setengah jam sebelum berangkat ke terminal aku sms lagi anak co-op itu,, "Mba Ambar otw yaaa.." dengan harapan kita ketemuan di terminal, maklum.. rumahnya dia jauh lebih deket ke terminal daripada rumahku. Tapi saudara2.. ternyata setelah sampai di terminal, aku belum ngeliat anak itu,, aku telp dia "Dimana cha?" jawabnya "Di rumah mba.." spontan waktu itu aku mendidih http://www.smileycodes.info *aeeer kale mendidih :D * tambah kesel waktu dengan polosnya dia ngomong "emang bis nya berangkat jam berapa mba? " GRRRRRR.. serasa apa yg ada di samping kanan kiri pengen aku makan http://www.smileycodes.info
dengan mencoba menyabar2kan diri aku jawab "Jam setengah 6 Icha.. khan kemaren mba udah bilang.. bis nya tepat waktu..",, lalu dengan segera anak itu jawab "oh,,, gitu ya mba? iya mba iya.. icha berangkat sekarang mba.. 5 menit nyampe". Aku jawab "cepet ya.. ga enak ni ditungguin sama bis nya, ga enak sama penumpang lain". Untungnya supir bis nya baik,mau nunggu sebentar. Dan ternyata memang bener2 SEBENTAR! belum ada 5 menit aku dah dipanggil supirnya "Mba.. temennya suruh nunggu di pintu keluar terminal aja ya" okelah.. dengan lemes aku naik bis dan berharap anak co-op itu ga ketinggalan. Aku telp lagi dia "Dimana cha? ntar nunggu di pintu keluar aja ya.. Bis nya udah jalan".. dan dengan manisnya.. dia jawab "pintu keluar si mana mba? " aiiihhh taliii aku butuh taliiii http://www.smileycodes.info .

Dan akhirnya kita ketemu juga dan dia ga ketinggalan bis. Alhamdulillah.. aku legaa http://www.smileycodes.info
Setelah di atas bis, aku biarin dia tenang dulu.. baru aku bilang "Khan mba kemaren udah bilang,,Bis nya tepat waktu.. jadi Icha harus bisa nyeting waktunya sendiri biar ga buru2 kaya gini.. oke?"
Kasihan juga si sama dia pagi2 udah aku marahin. Tapi aku marah bukan karena sebel atau apa, cuma pengen ngasih tau tentang disiplin aja, tentang tanggungjawab. Mudah2an setelah ini dia jadi lebih pinter ngatur waktu nya, dan lebih aware waktu dikasih arahan. Maafin mba ya Icha kalo pagi itu udah galak.. tapi tenang aja.. mba galaknya saat itu aja kok, abis Icha dah didalem bis mba udah ga marah. Malah kasian waktu liat Icha tidur,, pengen ngelus2 kepalanya Icha si.. tapi kata si Ridho mending ngelus2 idung nya Icha aja pake sulak.. Gocap tambah gocap.. cepe deeeeeh http://www.smileycodes.info hihihihii..

Senin, 30 Mei 2011

Tentang LSPD

Ini adalah cerita tentang LSPD. LSPD atau Laporan Sumber Penggunaan Dana, adalah salah satu bentuk laporan keuangan yang berisi tentang sumber dan penggunaan dana. Biasanya dibuat satu bulan sekali. Bentuk dari LSPD itu sendiri macam - macam sesuai dengan kondisi perusahaan yang ada. Salah satu bentuk yang selalu aku buat adalah seperti ini :

(demi keamanan bersama maka angka saya samarkan haha!)

jadi begini.. ngomongin tentang LSPD, aku jadi berfikir bagaimana dengan kita nanti? artinya?! begini.. bukankah harta yang kita miliki nantinya juga akan kita pertanggungjawabkan bukan? tidak hanya dalam pemakaiannya (pembelanjaannya) saja, tapi juga sumbernya! dari mana kita mendapatkan rejeki itu.

setiap aku membuat LSPD ini, aku mulai berfikir demikian, iya yah? bagaimana dengan pertanggungjawabanku kelak? harta yang aku dapatkan.. sumbernya dari mana saja? lalu penggunaan dananya aku salurkan kemana saja? hm.. berfikir sejenak agar kedepan dapat lebih hati - hati lagi. Mulai mencoba untuk meng-audit diri sendiri, sebelum nanti di-audit oleh Maha Auditor yang tidak akan pernah salah sedikitpun!