Tampilkan postingan dengan label motivasiku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasiku. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Maret 2014

No Excuse!

Belakangan aku seperti tersadar lagi bahwa dalam hidupku sudah terlalu banyak "ke-maklum-an" yang ternyata membuat aku menjadi orang yang kurang disiplin. Lebih tepatnya di tahun 2014 ini, dimana aktivitasku berubah drastis dan memaksaku untuk bisa menjadi orang yang pintar "mengutak atik" waktu. Saat ini hampir setengah hari ku, aku habiskan di luar rumah, mulai hari senin sampai dengan jum'at. Terdengar memelas kah? bisa jadi iya untuk sebagian orang, dan tidak untuk sebagian lainnya. Kalo menurut ku sendiri? BIASA AJA sih hehee.. toh, suami ridlo, toh yang aku lakukan insyaAllah manfaat hehee. 

Udah ya kita kembali ke topik tentang "maklum" atau "excuse" itu tadi. Kalian pernah ngerasain ga disaat kalian memiliki suatu kewajiban tertentu, tapi saat itu juga kondisi malas berkedok capek lah, lelah lah, ingin santai sejenak lah datang menghampiri. Daaaaan yang menjadikan lebih parahnya adalah lingkungan yang mendukung segala alasan kalian itu tadi dengan mengatasnamakan "maklum". Nahhh itu diaa.. itu dia yang aku alami. Kadang, sesampainya dirumah, setelah selesai menyiapkan makan malam untuk suami dan kita makan bersama, dalam lubuk hati terdalam -ihhhikkk- sudah ingiiiiiiiiin sekali menggabrukkan diri di kasur. Santai - santai sambil ngenet dan ngeliatin suami yang lagi pusing - pusing nya ngerjain se-abrek papper. Namun apa daya, didapur se-abrek cucian piring, plus sayuran yang belum dipotong - potong untuk masak besok pagi sekaligus setrikaan yang udah menggunung ituh menghancurkan segala keinginan bersantai ku. Dalam kondisi seperti inilah, ke-profesional-an ku sebagai seorang istri diuji, apakah aku akan segera beranjak dari kasur dan merubah diri menjadi laba - laba yang punya tangan banyak untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan itu, ataaaaaaaaaaaaau tetap stay dan berleha - leha cantik di kasur?!? 

Hmmmm seharusnya,, sekali lagi SEHARUSnya, aku pilih opsi pertama! iya sie kadang aku berhasil menyingkirkan setan malas yang ada dalam diriku ini dan memilih opsi pertama. Tapiiii.. ga jarang alias sering, aku malah ambil opsi kedua T___T. Hanya cukup bilang "Ambar capek yang,, tapi belum ngerjain blablablablablablablaaa..", pasti suami ku langsung bilang "yaudah besok ga usah masak aja gapapa.." waaaahh satu sisi, kata - kata suami ku itu bagaikan oase di gurun pasir buat ku, sejuuuk, segerrrr hahaaa, tapi disisi lain kata - kata itu juga yang membuat aku menjadi orang yang mudah meminta ke-maklum-an dari suami ku. Jadi salah siapa?! ya salah diri ku sendiri lah, aku yang kurang bertanggung jawab, aku yang kurang profesional, aku yang banyak alasan, aku yang terlalu banyak excuse! T__________T -maafkan istrimu ya suami ku sayang-

Yahhh.. semoga setelah ini, setelah aku menyadari hal ini, aku bisa menjadi orang yang lebih bertanggung jawab lagi pada peran - peran ku, bisa menjadi orang yang mampu mengalahkan rasa malasku, bisa menjadi orang yang lebih disiplin. jadi saatnya bilang SAY NO TO EXCUSE!!!




Senin, 03 Maret 2014

Pergi untuk tugas, pulang demi cinta

"Pergi untuk tugas, Pulang demi cinta"


Pertama kali baca jargon seperti ini adalah ketika perjalanan dinas ke Jogja saat aku masih bekerja di Comdev Telkom Purwokerto. Tulisan itu ada disebuah truk pengangkut pasir yang aku temui disekitar daerah kebumen. Waktu itu aku anggap lucu jargon tersebut. "pinter juga nih yang bikin jargon" batinku. Ga ada yang istimewa awalnya jargon ini, sampai kemarin sore waktu aku pulang kantor, aku baru merasa bahwa jargon tersebut punya arti tersendiri.

Pergi untuk tugas, Pulang demi cinta. Ya! buat aku jargon ini sekarang punya arti yang bisa aku jadikan motivasi. Ketika saat ini aku sudah memiliki tanggung jawab atas sebuah profesi sebagai seorang abdi negara -katanya- yang bekerja disebuah kota dimana kemampuan mengatur waktu dituntut, maka "Pergi untuk tugas" adalah kata - kata yang passs lagi cocok untuk membangkitkan semangat ditengah "godaan" untuk tetap stay berada dirumah bersama suami. Aku harus meyakini bahwa kepergian ku pagi ini menuju kantor adalah demi sebuah tugas, tugas sebagai manusia untuk beribadah kepada Tuhan nya dengan cara bekerja. Tugas sebagai seorang abdi negara yang diberi amanah untuk mengurus kekayaan negara. Maka, ketika rasa malas kembali muncul, ketika "godaan" untuk tidak bersemangat datang menghampiri, aku harus meyakinkan diri bahwa niat ku pergi adalah untuk tugas itu tadi.

"Pulang demi cinta",, ah kalau bagian yang ini tidak perlu lah ditanya lagi, sudah jelas ketika jam di kantor menunjukkan jam 5 kurang sedikittttt -agak banyak juga si :P- maka itulah saatnya bersiap untuk pulang kembali ke rumah. Satu hal yang selalu aku harapkan saat pulang kerja adalah, TRAFFIC yang BERSAHABAT! sehingga dengan lebih cepat aku bisa kembali ke rumah, bertemu dengan suami tercinta. 

Maka... jargon "Pergi untuk tugas, pulang demi cinta", jika aku maknai lagi lebih dalam, maka jargon ini dapat menjadi pembangkit semangatku, bahwa apa yang aku kerjakan tidak lah sia - sia. Sekecil apapun itu, aku berharap dapat menimbulkan efek positif yang besar bagi hidupku, bagi instisusi dimana aku bekerja, bagi keluarga kecil ku yang amat aku cintai. Semoga...

Rabu, 19 Februari 2014

Ga ada jemputan?! ga tidur artinya!

Tadi pagi sekitar jam 5:14 hape ku bunyi yang menandakan ada sms masuk. Aku heran awalnya, pagi - pagi gini siapa yang sms? pikirku. Habis aku buka sms nya, bener aja.. ada pengumuman penting pagi itu. Intinya pagi ini bis jemputan yang biasa aku naiki ga berangkat karena pak sopirnya ada urusan keluarga, salah satu anggota keluarganya sakit. Huuuuuuuuuufhhhh.. aku langsung lemes, lesu, lunglai, lemah tak berdaya. Bayangan ga enak nya naik CL udah langsung tergambar jelas di pelupuk mata. Hmmmppphhhh,, desek desek an didalem gerbong, pindah kopaja dua kali, dan yang paling nyesek adalah ga bisa curi curi waktu buat bobo hikssssssssss emaaaaak ngantuk maaaaaak T____T.

Setiap hari aku memang selalu -kalo ga kesiangan hehee- bangun jam 3 pagi. Aku mulai mengerjakan semua -beberapa denk!- pekerjaan rumah seperti masak sayur dan lauk, bikin nasi, cuci piring dan yang terpenting dan ga boleh ketinggalan adalah membuat teh hangat manis buat suami tersayang. Jam setengah 5 adalah time limit ku buat menyelesaikan semua pekerjaan tersebut. Kalo setengah 5 ada kerjaan yang belum selesai, dengan terpaksa aku tinggal, dan nanti pas pulang kerja baru aku lanjutin -pada kenyataannya kerjaan itu udah di take over sama suami hehehehe.. makasih sayangku mwwwuachhh-. Dengan rutinitas yang seperti itu, aku merasa beruntung bisa naik bis jemputan, karena disanalah kasur kedua ku, jadwal tidur ku aku lanjutkan disana, lumayan banget itu looooh dari kampus STAN Bintaro ke kantor di Lap. Banteng kira - kira makan waktu satu setengah jam-an. Wiiiiiiihhhh lumayan buat mimpi itu,, apalagi kalo ditambah macet macet cantik jadi agak tambah lama dikit lagi mimpi nya -asal ga kebablas aja macetnya yaaa-.

Tapi pagi ini tak ada jemputan, yang artinya tak ada bobo part 2. Hiksss,, sedihhh. Dalam hati aku berdoa mudah - mudahan aku tetep bisa tidur barang sekian menit, lumayan buat ngurangin rasa ngantuk. Tapi kenyataannya malah nambah rasa ngantuknya ya hahahaha. Jadi tadi Alhamdulillah aku dapet kopaja yang masih kosong, aku dapet tempat duduk yang enak -biasanya udah penuh jadi ga dapet tempat duduk-, setelah aku merasa aman dan nyaman, aku langsung merem! Bobo! :D lumayan, dapet sekitar 15 menitan -sambil berkali kali bangun juga tapi, takut kebablas-. Sampe kantor,, haduuuuhhh ini yang namanya nguap kok ga berenti berenti yaaa, makin ditahan ngantuknya, kepala malah jadi berat. Alhasil aku minum air putih aja terus. Katanya kalo orang ngantuk itu disebabkan otak kurang oksigen. Kalo kita minum air, maka suplai oksigen ke otak akan bertambah sehingga berkuranglah ngantuk kita. Yessssss teori yang amat baguuussss. Lagian, dengan kita minum air putih banyak, ga ada efek sampingnya, baik untuk kesehatann! yaaaah paling paliiiing harus mau bolak balik toilet aja karena beser hehehehehe.

Ini sebetulnya apa sie posting tentang ngontak ngantuk ngontak ngantuk,, apakah hikmah yang tersirat dari cerita ini??? -Hassyahhhhh mulai lebaiii-. Jadi, menurutku.. ngantuk itu berkat mas bro, mba sis! ngantuk itu salah satu bentuk nikmat Allah pada hambaNya, bayangin mereka mereka yang insomnia, mau tidur aja musti minum obat dulu, ckckckckck. Makanya, kita harus bersyukur kalo ngantuk -tapi kalo kebanyakan ngantuk ga baik juga si heheee-. Buat aku, ini adalah salah satu konsekuensi atas kegiatan ku sekarang. Dengan double role atau peran ganda, sebagai istri dan sebagai seorang pegawai. Aku harus bisa memanage waktu dengan baik. Jam berapa aku bangun, apa yang harus aku lakuin, jam berapa aku tidur, sampe pada besok masak apa itu juga harus aku atur. Alhamdulillah selama ini berjalan baik -walau kadang saking capeknya kesiangan dan ga masak :P-. Konsekuensinya?!? jadwal istirahat jadi ga seleluasa dulu lagi, jadilah sekarang aku suka menjadi pencuri! pencuri waktu! waktu buat tidur hahahahahahahaha... 

Beruntung aku punya suami yang pengertian, perhatian, eman, ga pernah nuntut apa apa. Setiap aku bangun kesiangan -setengah 5 buat aku dah siang loh ya, udah ga bisa masak n bersih2- suami selalu bilang "udah, hari ini maemnya beli aja" sambil meluk aku lagi, tidur lagi deh aku loohh!! hahahahaha. Tapi aku bersyukur, dengan jadwal baru ku saat ini, aku lebih bisa belajar hidup teratur, disiplin tanggung jawab, dan semoga hidup sehat. Tidur awal, bangun awal. Mandi sebelum shubuh, sholat selalu diawal waktu. Walaupun masih banyak carut marut disana sini, setan malas nya masih jauh lebih besar dibanding malaikat rajinnya, tapi aku bertekad mau membenahi. AKU MAU BIKIN JADWAL HARIAN TERTULISSS!! macam kebiasaan pas aku sekolah dulu. InsyaAllah.. doakan aku kawaaaaaaaaan doakan aku bisa istiqomah. Aamiin.... :D

Selasa, 18 Oktober 2011

Seret!!

Awalnya aku mau nulis banyak disini. Apalagi yang bakal aku tulis selain kejadian sehari - hari yang mungkin tidak memiliki esensi apapun. Tapi.. tiba-tiba keinginan itu ilang setelah aku baca tulisan - tulisan fantastis punya nya mas risky . Wow.. jadi malu mau nulis. Dibandingin sama pemikiran - pemikirannya, punya ku masih "nol" besar. 

Yah.. walaupun aku sadar,, bahwa tiap orang memiliki gaya penulisannya sendiri. Niatan dari menulis itu juga mempengaruhi kualitas tulisan yang dibuatnya. Mungkin,, gaya dan niatan penulisanku berbeda dengan gaya dan penulisan milik orang lain. Aku menulis, cenderung cuma untuk tempat menumpahkan semua cerita2 harianku. Maklum aja.. aku orangnya suka cerita,, atau bisa dibilang cerewet, lebay! hal kecil yang aku alami bisa saja menjadi sesuatu yang heboh! padahal menurut orang lain "biasa2 aja tuh..". Yah.. mungkin inilah yang membuat tulisan2ku ga berbobot. Cenderung enteng daannn ga bermakna!hahahaha...

Jadi please ya.. notes buat semua yang baca -kalo ada yang baca- blog ku ini,, please jangan banding2kan tulisanku dengan tulisan orang lain. We're different okay? ga bijak rasanya membanding2kan hal yang jelas2 berbeda! ibarat membandingkan buah jeruk dengan buah apel! notes buat diri aku sendiri.. boleh malu, tapi jangan jadi seret nulis. Tetep jadi diri sendiri, dalam hal apapun.. termasuk menulis. Tulis apa aja yang ingin aku tulis, bebaskan persepsi! selama itu adalah hal yang baik yah.. tengok tulisan milik orang lain semata hanya untuk memperkaya imajinasi, pengetahuan, tapi bukan untuk menjajal menjadi orang lain. Oke? tiap orang diberkahi pemikiran dan bakatnya masing2 ;)

jadi.. gimana? mau berenti nulis? Engga dwooonk hehehehe

Selasa, 10 Mei 2011

hidup itu runtutan sebab akibat

"jangan pernah menyepelekan kebaikan sekecil apapun"

itu adalah pelajaran yang kali ini aku dapatkan dari membaca sebuah buku yang ditulis oleh tere liye, judul dari buku itu "rembulan tenggelam di wajahmu" -monggo bagi yang belum punya silakan cari di toko buku terdekat (lha malah promo?!)-

setelah membaca kisah tokoh yang ada disana, aku jadi berfikir bahwa hidup itu memang runtutan sebab akibat, maka sekecil apapun jangan pernah sepelekan kebaikan. maksutnya?!? suatu kejadian yang menimpa diri kita, entah itu menyenangkan atau tidak, bisa jadi merupakan penyebab orang lain melakukan suatu kebaikan. dan tentu saja perhitungan Tuhan tidak pernah meleset sedikitpun.

mungkin pernah kita mengalami kejadian yang tidak mengenakan,tidak menguntungkan atau bahkan tidak kita inginkan. tapi disisi lain, bisa jadi dari kejadian yang kita alami itu, Tuhan menjadikan orang lain berbuat baik. mata kita mungkin terlalu lemah untuk bisa melihat akibat dari perbuatan kita, tapi mata Tuhan maha dahsyat.

dengan tulisan ini, mudah2an kita bisa menjadi orang yang lebih ikhlas dalam menerima segala bentuk ketetapan Tuhan. tidak kenal lelah untuk berbuat baik dan berprasangka baik padaNya. bahwa segalanya tak ada yang sia-sia bukan? ;)