Tampilkan postingan dengan label Intermezo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Intermezo. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Maret 2014

Eksis Abis!

Mulai dari friendster dulu, facebook, twitter, google circle, blogger, wordpress, instagram, sekarang mulai merambah path, terus yang ga disengaja antaralain slideshare, printerest, hi5 dan lain lain. Hadeeeehhhh mungkin anda - anda sekalian bisa searching akun yang bernama Ambar Fitri atau pheezank. Bisa dipastikan akun tersebutn ada disemua sosmed - sosmed itu. Sekali lagi hadeeeeehhh!!! kurang eksis apalagi aku ya Allah, padahal tidak semua sosmed itu aku aktif didalamnya. Ada yang karena iseng bikin, ada yang ga sengaja ke klik, dan ada yang karena ikut - ikutan. Tapi yang membuat aku merasa lebih aneh adalah.. kok ya tetep ada yang ng-Follow ahehehehehe,, padahal bisa jadi aku sendiri udah lupa username dan password sosmed tersebut hihi.

Mungkin ini ga cuma terjadi padaku saja, beberapa atau bahkan mayoritas orang pasti memiliki akun sosmed lebih dari satu, dua, tiga atau bahkan empat akun haha. Terlepas dari semua akun itu aktif atau tidak, keberadaan akun akun sosmed ini mungkin bisa menjadi tanda "aktualisasi diri" seseorang. Sayangnya, mereka yang aktif didunia maya, belum tentu aktif di dunia nyata. Termasuk saya! hahahaha.. apapun itu, hak semua orang untuk eksis di dunia maya, mengaktualisasikan diri mereka dengan cara yang mereka anggap benar. 

Aku jadi berfikir, kenapa disetiap sosmed itu aku bikin tema aja ya, misal nih Path, aku gunakan untuk share picture-picture yang apik - apik, twitter aku pakai untuk men-tweet pokok pokok cerita yang nantinya aku jabarkan di blog. Lalu facebook? hmmmmm.. facebook aku pakai buat men-stalking orang aja kali ya hahahahaha. Ya ya ya.. mungkin harusnya seperti itu. Tiap akun punya ke-khas-an tersendiri. Sehingga tiap orang yang melihat akun kita, bisa menemukan hal yang berbeda - beda ditiap akun sosmed kita. Tapi sekali lagi itu hanya angan - angan saja, toh aku juga kalo lagi pengen aja buka - buka akun akun tersebut. Kalo udah bosen yaaa... paling cuma sign in --> liat liat--> sign out :D. Ga bisa konsisten! Padahal, kalo aku boleh berharap, aku berharap tiap akun yang aku buat, tiap status atau picture yang aku posting bisa bermanfaat untuk orang lain. Bukan sebaliknya, membawa mudhorot -naudzubillahimindzaliiik-. Semoga saja ya teman.. semoga sajaaaaa ;)

Jumat, 14 Maret 2014

Si selfie


Dia bukan seseorang, 
Dia juga bukan sesuatu. 
Dia hanya sebuah istilah,,
Istilah yang belakangan sangat ramai digunakan oleh orang orang, mungkin termasuk kalian dan juga oleh diriku sendiri. Yaph! Selfie! Istilah yang sangat familiar. Selfie adalah singkatan dari "Self Potrait"
yang artinya foto hasil memotret diri sendiri , biasanya dengan smartphone atau webcam, lalu diupload ke social media. -http://kamusslang.com/m?do=Search&submit=Cari&what=selfie-


Lalu, apakah ada yang salah dengan selfie? Ohh aku disini bukan mau ngomongin tentang itu, aku mau ngomongin hal yang ada kaitannya dengan selfie tapi untuk lain kasus. Kalo mau mencoba memperhatikan, sadar atau g ketika kita melihat foto dimana disitu ada diri kita sendiri bersama orang lain, maka yang akan kita cari pertama adalah muka kita, ya ga?!? Lalu kemudian, bagus atau jeleknya ukuran foto tersebut adalah dinilai berdasarkan diri kita. Kalo kita difoto itu bagus, pasti kita bilang "iiii fotonya baguuuus" padahal difoto itu juga terlihat orang lain dengan pose yang kurang pas. Teteeeep aja kita bilang bagus. Hahaaa.. Begitu pun juga berlaku sebaliknya. Ya gaaaa?!? Mungkin darisinilah cikal bakal selfie itu muncul ;).

Okeyy sekarang kita bahas hal yang sedari awal emang udah pengen aku bahas, yaitu tentang sisi lain selfie. Aku rasa aku adalah orang yang punya rasa selfie tinggi. Eittssss tapi bukan dalam hal foto, kalo foto aku lebih suka bareng-bareng, biar apa?! Biar g jadi pusat perhatian aja siii -hoekkkkk,booooooong!!!-. Yaphh.. ke-selfi-an ku itu biasanya terlihat saat sedang bersama orang lain, janjian untuk pergi ke suatu tempat bersama, aku g begitu doyan buat samper-samper an, aku lebih milih buat langsung ketemuan di TKP. Karena pada dasarnya, aku ga suka nunggu dan g suka ditungguin juga. Fair khan? ;). Apa yahh.. rasanya kalo samper-samper an, atau tunggu-tunggu an tuh ribet, tergantung sama orang lain, ga bebas! Selain itu, aku juga lebih suka pergi sendiri -keculi sama suami-, karena apa? Karena aku bisa mengatur waktu ku sendiri, kapan aku pergi, kapan aku pulang, mau kemana aku pergi, daaaan sekali lagi ini tidak berlaku untuk suami ku loh yaaaa. Karena seenak-enaknya pergi sendiri, akan jauuuuuuuuuuuuh lebih enak kalo pergi sama suami hahaaaa..

Ya! Saya tahu! Kalo terkadang bagi sebagian orang -apalagi bagi mereka yang tinggi jiwa kebersamaannya- sifat selfie ku ini cukup menyebalkan. Tapi ya selama itu semua bikin aku nyaman dan yang terpenting tidak merugikan orang lain, ya aku cuek aja hehehee. Intinya kita fair play saja lah ya.. kamu bisa menjalankan prinsip mu yang buat kamu nyaman, aku pun demikian. Yang terpenting adalah prinsip kita itu tidak merugikan orang lain, dan yang g kalah penting lagi kita harus mau juga menanggung konsekuensi atas prinsip kita. Ahhh superrr sekali pembahasan selfie kali ini.. hahaaa. Jadi bagaimana? Apakah anda selfie? Kalo saya bukan! Saya AMBAR! Wkwkwkwkwk

Kamis, 20 Februari 2014

antara blogging - bolt - dan tahsin

Artikel ini aku tulis di rumah. Yeahhhh this is the first time i post article at home! wuhuuuu.. Jadi tadi sore sepulang kerja aku diajak suami ke Bintaro Plaza, beli modem "Bolt", kalian pasti udah familiar khan sama modem yang satu ini?? harga nya 300 ribu kurang seribu, suami kayanya emang butuh banget yang namanya modem. Kebutuhan internetnya ga bisa dipenuhi dengan pulsa internet bulanan dari provider SIM Card nya. 

Malam ini suami kedatangan tamu rutinnya seminggu belakangan. Siapakah dia? dia adalah mas Angga, tetangga sebelah rumah. Dia sedang "berguru" ke suami untuk belajar tahsin. Oiya, aku belum cerita yah.. jadi satu bulan terakhir ini di lingkungan kontrakan kami sudah bertambah lagi kegiatannya yaitu belajar tahsin untuk ibu - ibu dan juga bapak - bapak. Hari nya terpisah, kalo yang ibu - ibu yang ngajar juga ibu - ibu -masih calon ibu tepatnya! hehee-, yang bapak - bapak juga yang ngajar ya bapak - bapak. Aaahhh kapan kapan deh aku tulis di postingan terpisah.

Nahhh.. jadi selama suami lagi belajar bareng sama mas Angga, aku cobain aja ini bolt-nya. Beneran cepet apa ga siii.. Oiya, semoga dengan dibeli nya modem ini, dapat menambah keberkahan bagi kami. Semoga modem ini dapat memudahkan suami dalam kami menyelesaikan tugas kuliah misalnya, dapat aku pakai untuk mencari tambahan pengetahuan, ngeliat youtube sepuas nya untuk mencari tambahan ilmu yang mungkin di kantor aku belum bisa dapat, dan lain lain. Yaahhh.. semoga, keberadaan modem ini dapat bermanfaat dan membawa berkah bagi kami. Aamiin..

bukan promosi ;)

Senin, 03 Februari 2014

Mukadimah

Haduuuhhh malunya diri ini, sudah sekian puluh tahun g nulis ( curhat ) lagi disini. Kemarin kemarin sempet nulis mau curhat tentang pengalaman - pengalaman touring bareng sama suami, tapiiii.. niat tinggalah niat, kenyataannya satu tulisan pun g muncul.

Sampai dengan detik ini, akhirnya bertelor juga deeeh ini blog. Tau ga kenapa sampai aku bisa nulis lagi?! mmmmm bukan karena ada hal yang penting atau amazing atau exciting atau spektakuler yang aku hadapi, justru karena ga punya kerjaan itulah akhirnya ketak ketik disini deh.

Jadi ceritanya,, saya sekarang sudah jadi wanita "pembawa" sodara sodara. Jadi sambil mengisi waktu yang cukup luaaaaaaaaaaaang di kantor, marilah kita mulai mengetak ngetik sesuatu yang sangat amat biasaaaa! dengan metode yang sangat amaaaat,, standaar -ala The Comment-

Selasa, 29 Mei 2012

Bukti Suami Istri "Tak Nyambung"


Suami : "Dimana koran kemarin?"

Istri : "Aku pakai untuk bungkus sampah "

Suami : "Lho! Kenapa kamu tidak bilang? Aku perlu melihatnya"

Istri : "Untuk apa kamu lihat? Yang aku bungkus cuma kulit kacang dan sisa sarapanku"


wahahahahahaha... #roaming nih ye :-P

Published with Blogger-droid v2.0.4

Rabu, 12 Oktober 2011

10 alasan kenapa sinetron berbahaya bagi kesehatan anda






Kosan gue, berlangganan tv kabel di ruang tamunya. Diruangan ini lah kita biasanya menyaksikan tayangan sepakbola mancanegara. Meskipun bisa menonton siaran luar negeri, entah kenapa siaran tv yang ditonton dikosan ini ga jauh-jauh dari sinetron. Hal ini terjadi karena 3 orang mbak yang menjaga kosan gue, hobinya selaen menggosip adalah nonton sinetron.

Beberapa hari yang lalu, ketika kita lagi semangat-semangatnya abis nonton pertandingan piala AFF di RCTI, dan rasa bangga terhadap kemenangan Indonesia masih terasa. Dan tiba-tiba, selesai pertandingan, RCTI langsung mengubah acara dengan sinetron. Timpang sekali sodara-sodara!! Saat rasa nasionalisme tengah membuncah di dada, tanpa tunggu lama-lama, RCTI langsung mengubah siaran dengan sinetron! Piala AFF langsung berubah menjadi Putri Yang Ditukar. Ini sebenernya putri atau sendal sih?? Kok bisa ditukar-tukar?? Gue sendiri membenci sinetron, sejak beberapa tahun belakangan ini.. Dan ini, adalah sepuluh alasan gue kenapa gue ga menonton sinetron!

1. No plot,
Ga ada jalan cerita. Alias sama aja. Semua sinetron dilayar kaca punya jalan cerita yang sama antara satu sama lain. Tentang kisah cinta terlarang antara si cowo kaya dan si cewe miskin, yang dibumbui dengan kehadiran orang ketiga yang tidak setuju atas cinta mereka. Kadang sosok orang ketiga ini hadir dalam bentuk keluarga si cowo, atau cewe lain yang naksir si cowo atau cowo ganteng yang naksir si cewe miskin. Biasanya si tokoh yang baik akan disiksa habis-habisan oleh keluarga yang jahat, mulai dari disetrika, diracun ampe disuruh makan kaen lap. Cerita dibuat semakin bombastis dengan munculnya ibu peri.
2. Minim konflik,
Ya, konflik dalam sinetron hanya masalah harta melulu. Sutradara sinetron sekarang mungkin sudah terlalu malas untuk memikirkan konflik lain selain harta. Hilang sudah kreatifitas untuk membuat konflik selain dari harta. Satu sinetron yang bagus yang dulu gue tonton bernama Cinta, ada yang inget ga? Yang maen itu Desy Ratnasari, Primus dan Attalariq Syah. Mungkin beberapa diantara kalian ada yang nonton juga. Konflik di sinetron itu bener-bener ga biasa, sekaligus berkelas. Soundtrack ‘Bahasa Kalbu’nya Titi Dj semakin memperkuat kenangan sinetron itu di kepala gue. Syahduuuuu gitu.. Berbeda dengan sinetron sekarang yang selalu mengambil lagu yang tengah populer sebagai soundtracknya. Yang terkadang ngga sesuai dengan jalan cerita sinetronnya.

3.  Terlalu hitam putih.
Hitam putih ini maksud gue adalah karakter tokohnya. Tokoh protagonisnya digambarkan sangat baik, cantik , soleh, tabah, dan makannya banyak. Sedangkan tokoh antagonisnya selalu sangat jahat, sehingga membuat pembantu dikosan saya ingin memecahkan televisi dengan kepalanya ketika menonton. Bahkan sudah ada artis-artis yang mukanya ber ‘template’ sendu , seperti Nasyila Mirdad dan Nabila Syakieb. Setiap gue ga sengaja melihat iklan sinetron mereka, pasti mereka lagi nangis. Yang mengkhawatirkan, kadang masalah ini terbawa ke karakter anak kecil disekolahan. Di satu adegan sinetron, ada anak SD yang berkarakter jahat, mendorong karakter anak SD yang baik sampe terjatuh. Membuat gue berpikir, sejahat itukah anak-anak SD jaman sekarang??

4. Aktingnya.
Berbeda dengan aktor luar negeri yang memulai karirnya dari teater, artis dan aktor sinetron dinegara ini memulai karirnya dari dunia modelling. Yang mana, tampang adalah urusan nomor satu. Kemampuan akting bisa diatur belakangan. Bule dikit jadi artis, indo dikit jadi aktor. *Pengumuman Suasana Casting* “Jonathan White, kamu lolos” “Andrew Jhonson, kamu dapet peran utama ya?” “Suparjo, kamu ga cocok kerja di air.. Maksud saya, mm, kamu cocoknya jadi tukang ojek aja!!” “tt..tapi pak, akting saya kan bagus?” “Yauda, kamu jadi hansip! Nanti ketika butuh adegan disetrika, kamu saya panggil keluar..”

5. Dibuat tanpa batas waktu yang ditentukan.
Ketika suatu sinetron dapat rating yang baik, maka sekuel, trikuel, fourthkuel ampe seventhkuel akan dibuat. Yeah, you know what I’m talking about.hehe.. Caranya bagaimana? tenang saja. Sutradara kita tidak kehabisan akal, tinggal dibikin amnesia saja pemeran utamanya. Atau kalau perlu, kita bunuh saja karakternya, lalu munculkan karakter yang berbeda dengan pemeran yang sama, seolah-olah dia punya kembaran yang terpisah dari kecil. Bayangkan, jika Cinta Fitri ditayangkan setiap hari dalam satu minggu, dan satu musim disiarkan selama 6 bulan. Maka total ada 1200an episode yang meracuni pikiran kita. Cinta Fitri kini sudah hampir menyaingi Cinta ibu kepada anaknya sebagai cinta yang paling panjang. Ini lebih berbahaya dari rokok sodara-sodara. Waspadalah-waspadalah!

6. Masalah eksklusifitas.
Artis sinetron kita, jarang menjaga ekslusifitasnya. Kejar setoran, aji mumpung. Yang kadang, pemaen sinetron yang udah sering kita liat aktingnya di tv, tiba-tiba main film. Menurut lo, bakalan rame yang nonton? Itu logika sederhana, semakin banyak suatu barang dikonsumsi, semakin turun nilainya. Begitu juga dengan artis. Makanya gue sangat mencintai, yup literally, mencintai, Dian Sastro yang tetap tidak maen sinetron. Makanya orang cenderung akan menunggu karya Dian Sastro berikutnya. Oia masukkan juga Nicholas Saputra dalam list ini.

7. Black Crow Effects.
Penonton sinetron di Indonesia terus menerus dibodohi oleh sinetron. Kenapa gue bilang gitu, karena penonton sinetron dianggap bodoh oleh sinetron. Contohnya dalam sinetron, ketika seorang pemeran berakting marah, maka dia juga akan bilang “aku marah!” sehingga memunculkan istilah gagak hitam, agak rancu karena gagak sudah memang hitam hitam dari sananya. (istilah ini datang dari Prof Primadi Tabrani, Guru Besar FSRD ITB, mengacu terhadap ketidaksukaannya terhadap sinetron..) Padahal, masih banyak ekspresi untuk menunjukkan rasa marah tanpa menyebutnya. Contoh, membanting, berteriak, makan beling atau narik truk make gigi.

8.  Asal buat.
Pernahkah anda memperhatikan baik-baik satu adegan dalam sinetron, lihat secara seksama adegan itu. Jarang sekali dalam suatu adegan, para pemeran sinetron itu berada dalam scene atau pengambilan kamera yang sama. Jadi pencahayaan, tempat, pengambilan gambar jelas terihat beda. Logika gue mengatakan, jadwal si artis yang berbeda menyebabkan adegan itu diambil beberapa kali. Kadang, jalan cerita sinetron ini sangat absurd. Lagi berantem di taman, tiba2 si cowo nyetel musik lewat hape dan ngajak dansa si cewe untuk ngajak baikan. Sumpah, gue pernah nonton adegan ini! Belom lagi adegan pertemuan si cowo dan si cewe untuk pertama kalinya yang dibikin luar biasa dramatis. Lagi papasan di lorong, lalu mereka tabrakan, trus ntah dari mana angin berhembus meniup rambut si cewe agar terlihat anggun. Si cowo terdiam dalam hati dan berkata..”cantiknyaaaa” . dan kemudian musik terdengar dikejauhan… Ambooiiiiii… Kondisi jalan cerita sinetron diperparah dengan adanya figuran yang aktingnya kayak robot. Biasanya peran-peran ini berupa dokter, dosen, suster atau kadang supir.

9. Ada produk subtitusi yang jauh lebih baik..
Hahaha, itu alasan mutlaknya. Sekarang gue lagi menikmati serial-serial atau sitkom-sitkom luar negeri. Tapi bagaimanapun, gue sangat menantikan sinetron Indonesia yang berkelas berikutnya, seperti Cinta, Si Doel Anak Sekolahan, atau bahkan nanti sekelas CSI.

10.   …………………………………….
Poin terakhir sengaja gue sisakan untuk kalian, silahkan tulis alasan
kalian kenapa sinetron harus dihindari. Terutama bagi anak-anak dan
kemaslahatan bangsa (azzeeeeekkk)…
Ditunggu ya??
:)

----------------------- Bersumber dari email yg di forward defi.key@gmail.com ---------------------------

Rabu, 11 Mei 2011

cinta huruf kecil

sejak ngikutin timeline dari @hurufkecil, sejak saat itu aku cinta dengan huruf kecil. artinya, suka menulis dengan semua huruf kecil dan perlahan menyingkir dari para kapitalis (huruf kapital maksutnya ;p ).

semua kalimat aku tulis dengan huruf kecil, kecuali menyebut nama Tuhan! ya.. menurutku satu-satunya yang perlu ditulis dengan huruf besar hanya Tuhan yaitu Allah Azza Wa Jalla. analoginya, semua itu kecil, yang besar dan maha besar hanya Allah.

menulis dengan huruf kecil, itu rasa-rasanya lucu,menggemaskan, santai. berbeda dengan menggunakan huruf kapital. terkesan galak, marah - marah, egois, emosi dsb. ya walaupun tidak selamanya begitu si.. cuma boleh khan memiliki pendapat sendiri?

tidak ada hal penting dari tulisan ini, hanya sedang memperlancar mengetikku saja. mengetik dengan huruf kecil ^__^

Selasa, 08 Februari 2011

No-Title

Ketika ada beberapa orang yang mampu membaca sifat atau karakter seseorang lewat tulisan atau tanda tangannya.

Aku pun bisa merasakan bahkan bisa menilai tentang ketulusan seseorang. Mana yang benar2 tulus, atau yang hanya sekedar basa basi. Mana yang tulus memberi perhatian, mana yang tulus memuji, mana yang tulus menasehati, mana yang tulus mempercayai, mana yang tulus mengingatkan, mana yang tulus menghormati. Karena aku masih punya hati. Yang dengannya aku masih bisa merasa.. antara ketulusan, atau sekedar formalitas!

Yang akan saya lakukan

InsyaAllah.. setelah KKN saya selesai, ada beberapa rencana yang akan saya lakukan.
1. Service Motor
2. Pergi ke 2 kota, yaitu kota A dan kota B
3. Maju bimbingan lagi dengan target ACC Proposal ke hasil
4. Ke Gramedia.. waaaaahhh kalo yang satu ini.. agak susah dipendam! pengen banget borong bukuuuu..
5. Ketemu temen2!

:D

Jumat, 21 Januari 2011

Dia bukan bapakku

Cerita ini adalah berdasarkan kisah nyata yang terjadi beberapa saat lalu.
Alkisah, ada seorang anak kelas satu SMP di kota ini. Sebut saja dia dengan inisial “X”. Seorang anak laki – laki yang bengal, sok jagoan dan suka nggaya di sekolahnya ini berniat untuk cukur rambut di salah satu tempat cukur rambut terlaris di purwokerto (hal ini dibuktikan dg banyaknya orang yg ngantri buat dicukur rambutnya). Si X biasanya cukur rambut ditemani ayahnya, tapi karena satu dan lain hal, sore itu X pergi sendiri ke tempat cukur rambut itu. Tanpa babibubebo.. si X langsung aja duduk di tempat cukuran rambut persis di depan kaca.

Kita tinggalkan sejenak si X dan beralih pada tokoh berikutnya (tapi diinget ya,, posisi terakhir si X duduk didepan kaca dan siap dicukur rambutnya). Bersamaan dengan masuknya si X tadi ke tempat cukur, dateng pula seorang bapak beserta anak cowoknya mengendarai sepeda motor yang tentu bermaksud memotong rambut juga. Mari kita sebut si bapak dengan sebutan Pak “Y” dan si anak dengan sebutan si “Z”. Setelah turun dari motor, Pak “Y” juga langsung nyelonong masuk dan ngomong ke tukang cukur begini “Mas, tulung kae anake nyong digunduli bae” (yang artinya “Mas, tolong itu anak saya digunduli saja”). Dan akhirnya insidenpun terjadi.

Si tukang cukur yang ga ngeliat masuknya Pak “Y” langsung aja ambil peralatan tempur (buat nyukur :D ) dan bersiap menghadapi target, dan dengan cekatan langsung mencukur habis rambut anak di depannya. Baru dua kali cukuran, si anak bertanya dengan nada sedikit protes “pak, deneng nyong dicukur cendek temen?” (pak, kok saya dicukur pendek sekali?), kata si tukang cukur “lha mbok kae ramamu dewek sing ngongkon?” (lha khan itu bapakmu sendiri yang nyuruh?), dan kemudian si anak sambil mencari orang yg dipanggil “rama” tadi menjawab “Kae mbok dudu ramaku!” (Dia itu bukan bapakku!), masih belum “ngeh” juga dengan insiden itu, si tukang cukur betanya pada Pak “Y”, “Putrane njenengan si pundi pak?” (anaknya bapak si mana pak?), dengan ekspresinya yang datar Pak “Y” berkata sambil menunjuk seorang anak di luar “lha kae si isih nangkring neng motor” (lha itu si masih nangkring di motor). Si tukang cukur langsung mengalihkan pandangannya ke luar dan dilihatnya seorang anak kecil di atas motor nyengir tanpa tahu insiden apa yang terjadi didalam ruang cukur itu tadi.

Daaaaaaaaannn ternyata, yang dicukur sama tukang cukur itu adalah si X!yang dibotakin adalah si badung X yang gemar nggaya nggayaan di sekolah!huahahaha..sadar dengan insiden yang terjadi, si tukang cukur langsung merogoh sakunya, dikeluarkanlah uang Rp 20.000,- untuk diberi kepada si X, kata tukang cukurnya “wis kadung ya? Sisan digunduli bae ya? Kiye duit nggo tuku jajan nganah”(sudah terlanjur ya? Sekalian digunduli saja, ni uang buat beli jajan sana). Dengan wajah pucat (takut digebukin bapak si X karena salah cukur rambut orang) si tukang cukur berharap “sogokan” nya diterima. Dan benar saja! Si X dengan santainya mengambil uang itu dan mengisyaratkan untuk diteruskan penggundulan rambut mohawk nya! “lumayan rambutku diregani rong puluh ewu” (lumayan.. rambutku dihargai dua puluh ribu). Hahahaha...

ya begitulah kisah nyata ini, konyol abis.. hikmahnya? NGOBRONG DOLL eh.. Ngobrol Dong! Semuanya perlu dikomunikasikan hahahaha... sepanjang perjalanan pulang dari Solo aku cuma bisa ngekek denger cerita ini dari Mister Ndoy (darimana lagi aku dapet cerita lucu kalo ga dari beliau). Jadi si X ini adalah temennya de' Dea (putranya Pak Ndoyo), dan okelah cerita ini mampu bikin aku guling – guling kalo nginget – nginget! Hihihihi

Selasa, 11 Januari 2011

Pada hidup,, aku cinta

Pada malam,,
aku selalu menantikannya.
Dengan segala apa yg dibawanya padaku.
Menemani saat lelahku,membawaku ke alam peristirahatan jira dan ragaku.

Pada malam,,
aku jarang berbicara tentang tugas atau tanggung jawab
aku berfikir tidak untuk segala beban yang harus aku jalani
justru ia.. menghadirkan ruang bagiku untuk merancang indahnya pagi
memberi kesempatan untuk memupuk kembali kekuatan diri

Pada malam,,
aku cinta padanya,
cinta pada apa yg ia beri,
cinta pada segala yg menyelimutinya
dengan ketenangannya, dengan kehangatannya

Untukmu pagi,,
dengan udara yang senantiasa kau beri,
menghadirkan suasana damai nan penuh dengan setumpuk harapan
mengantarkan setiap diri menjemput cita, dan cinta

Untukmu pagi,,
tiada yg mampu mengusik semangat yg kau bawa,
kecuali pribadi pribadi picik yang tak mampu membaca hikmah yg kau bawa.

Untukmu pagi,,
aku cinta padamu,
cinta pada apa yg kau beri,
cinta pada segala yg mengiringi
dengan kedamaianmu, dengan semangatmu.

Allah.. betapa banyak yg telah KAU beri untuk kami,
para hamba yg sering amnesia.
betapa banyak keindahan yg telah KAU hadirkan di hari – hari kami,
para hamba yg sering buta untuk melihatnya.

Allah.. aku cinta malamMu,
aku cinta pagiMu,
aku cinta hidup ini,
cinta pada apa yg telah KAU beri..

Allah.. mungkin belum sempurna ibadahku,
belum genap rasa syukurku,
belum mantap keimananku.

namun.. ijinkan aku untuk tetap mampu,
membaca ayat – ayatMu,
lewat tiap peristiwa dalam hidupku.
ijinkan aku untuk terus berbenah,
menjadi khalifahMu yg mungkin tidak membanggakan,
namun semoga mampu memberi manfaat,
bagi tiap jiwa di sekelilingku.

Allah..
aku cinta padaMu ^_____^