note : besok kalo ada kesempatan mau curhat lagi ah disini, tentang apa ya? tentang jalan jalan aja deh,, hari hari awal disini memang hari jalan jalan buat ku dan suami :P bye.. Wassalam :*
Senin, 22 Juli 2013
Come to you
note : besok kalo ada kesempatan mau curhat lagi ah disini, tentang apa ya? tentang jalan jalan aja deh,, hari hari awal disini memang hari jalan jalan buat ku dan suami :P bye.. Wassalam :*
Let's start sharing :*
Selasa, 17 Juli 2012
H+25
Ga terasa sudah 25 hari aja resmi menjadi istri mas Eka Muhammad Muqorrobien. Tiba - tiba malam ini ngerasa kangeeeeeen sama dia, mau sms atau whatsapp langsung tapi takut ganggu. Soalnya, malem ini suami masih konsinyering atau apalah namanya itu, yang katanya mungkin baru akan selesai jam 11 malem nanti. Kata suami, ga perlu ditungguin, ditinggal bubu aja, nanti kalo rapat udah selesai bakal dikabari.
Ah.. entahlah, selama 25 hari menjadi istrinya, makin merasa belum sempurna atau maksimal dalam berbakti. Bahkan, untuk sekedar menata pakaiannya yang mau dibawa waktu tugas luar aja aku belum sempat. Walau aku juga paham, dia pasti mengertikan itu, aku belum bisa maksimal bukan karena kesengajaan ku, tapi karena keadaan yang memang belum memungkinkan.
InsyaAlloh, sebentar lagi.. tanggal 28 nanti aku bakal nyusul suami.. menetap disana bareng dia. Dan.. mungkin saat itulah aku mulai bisa itung - itungan apakah aku sudah cukup maksimal dalam berbakti pada suami aku.
Ya.. dalam hati ku, suami ku memang menempati posisi yang istimewa. Satu niat ku, sama sekali tidak ingin mengecewakannya. Dalam doa pun aku selalu berharap agar Alloh memberi kekuatan agar aku mampu menjadi istri shalehah, yang membanggakan dan membahagiakannya selalu. Walau untuk itu.. entah harus berapa lama aku mencoba dan terus mencoba. Karena apa? Karena aku sadar bahwa masih amat banyak kekurangan dan keterbatasan yang aku miliki. Untuk itu kembali aku meminta padaNya agar masing - masing dari kami diberi keridhoan untuk menerima segala lebih dan kurang pada diri kami. Aamiin ya Alloh..
Selasa, 10 Juli 2012
Dilarang Protes!
Sejak memutuskan untuk menikah, aku sudah niat dalam hati agar sebisa mungkin kelak menjadi istri yang tidak membebani suami dengan tuntutan - tuntutan yang memberatkan. Nrimo ing pandum, menerima dengan apa yang telah Alloh dan suami beri. Berusaha untuk tidak protes terhadap apa yang suami perintahkan, taat pada nya selama perintahnya tidak menyuruh pada yang dilarang Alloh.
Namun pagi ini aku sadar, sepertinya aku sudah melanggar apa yang menjadi niat ku sendiri, yaitu untuk "Tidak Protes".
Aku makin ngerti kalo ternyata suamiku itu pada dasarnya emang anteng, jarang gombal apalagi ngerayu. Ini dia yang aku protes pagi ini (maafin istrimu ya sayang). Bisa dibilang kemampuan menggombalnya itu dibawah rata - rata xixixixixi dan sepertinya suami musti banyak belajar dari istrinya ini, gimana engga.. masa kalo mau gombal musti tak ajari dulu?! Ya ga jadi so sweet hahahahaha..
Suami ku, dia memang orang yang ga pandai merangkai kata - kata indah, dia ga pandai beretorika, dia apa adanya, menyampaikan yang ia rasa sewajarnya. Jika dinilai hanya sebatas verbal, suami ku memang tidak istimewa, namun jangan salah.. non verbal nya menutup segala kurang nya. Dia ga pandai berkata - kata, namun sifatnya, sikapnya, kebiasaannya, perilakunya.. jauuuuh lebih membuktikan kasih, sayang dan tanggungjawabnya sebagai seorang suami. Yang terkadang semua itu cukup membuat aku makin cinta padanya, dan makin bersyukur padaNya.
Untuk suamiku, gapapa deh ga pinter nggombal, semua yang mas lakukan itu udah cukup masuk ke hati adek kok, walau tanpa kata - kata. Adek ga jadi protes! I love you just the way you are.. hihihihi ( adek lagi deeeeh yang ngerayu -_____-")