Senin, 03 Februari 2014

Mukadimah

Haduuuhhh malunya diri ini, sudah sekian puluh tahun g nulis ( curhat ) lagi disini. Kemarin kemarin sempet nulis mau curhat tentang pengalaman - pengalaman touring bareng sama suami, tapiiii.. niat tinggalah niat, kenyataannya satu tulisan pun g muncul.

Sampai dengan detik ini, akhirnya bertelor juga deeeh ini blog. Tau ga kenapa sampai aku bisa nulis lagi?! mmmmm bukan karena ada hal yang penting atau amazing atau exciting atau spektakuler yang aku hadapi, justru karena ga punya kerjaan itulah akhirnya ketak ketik disini deh.

Jadi ceritanya,, saya sekarang sudah jadi wanita "pembawa" sodara sodara. Jadi sambil mengisi waktu yang cukup luaaaaaaaaaaaang di kantor, marilah kita mulai mengetak ngetik sesuatu yang sangat amat biasaaaa! dengan metode yang sangat amaaaat,, standaar -ala The Comment-

Senin, 22 Juli 2013

Come to you

Ini,, masih cerita bulan Juli tahun lalu. Alur cerita ini jelas, alur mundur :D. Waktu itu, aku sudah resign dari tempat kerjaku, dan bersiap pindah mengikuti suami ku tinggal. Bapak, Ibu, Ibu mertua, adik ipar ikut nganter aku. Ada hal yang lucu saat pertama aku bertemu suami ku. Rasanya ga karuan, panas dingin, grogi, antara malu campur campur dengan takut. Bertemu dengan dia, bukannya senyum, salim terus meluk gitu yah.. ini malah cuma nunduk, curi curi senyum nya hahahahaha,,, malu malu in banget waktu itu. Padahal ini ketemu suami loh, SUAMI!! hahahaha..

Bapak ibu dan yang lainnya nginep semalem dan besok nya mereka sudah kembali ke Purwokerto, dan yang perlu digarisbawahi adalah.. aku ditinggal!! :(. Anehhh waktu pertama ditinggal keluarga, cuma berdua aja gitu di rumah. Waktu itu, kebetulan juga sedang bulan ramadhan. Jadi itu pertama kalinya aku ramadhan jauh dari orang tua, sekaligus serumah dengan lelaki -uhhukk.. udah sah tapi lo yeee!!- dan bertanggung jawab atas kelangsungan logistik untuk kami berdua. Ya iyalah.. mau ngandelin siapa lagi coba buat nyiapin menu sahur dan berbuka kalo bukan aku sendiri yang menyiapkan. Beruntung ibu dan ibu mertua sangat perhatian dan PENGERTIAN. Mereka ngerti kalo anak dan menantunya ini masih amatir. Jadi, sebelum meninggalkan kami, ibu dan ibunda nyanguni kami dengan berbagai menu makanan yang mudah disajikan - sarden, telur, roti dll-. Yaaah setidaknya untuk satu dua hari kedepan ga bingung lah :P

Hari pertama ditinggal suami kerja. Agak bingung mau apa, jadi.. hal pertama yang aku lakukan adalaaaah.. bersih2? tidaaaaak, masak? bisa jadiii, onleen?! ya! ya! ya! ya! -ala eat bulaga gitu deeeh :D -. Yaph!! betooool aku internetan aja.. sampe bosen! hahahahaha -kelakuan!-. Lepas itu aku mulai bebersih, nahh waktu bebersih ini, aku mulai nata - nata baju di lemari dll. Ngeliatin baju cowok di lemari, lucu juga ya.. ini baju suami? oooh jadi tau, seragamnya suami tuh kaya gini, gini dan gini. Senin dan Rabu pake kemeja biru muda, Selasa dan kamis bebas, Jum'at pakai batik. Jadilah kalender hari ku bukan kalender meja atau dinding lagi. Tapi kalender baju seragam hehehehe. 

Lanjut ke sisi lain barang barang milik suami. Aku buka buka satu per satu, maklumm saya itu kepo alias want to know banget orangnya hehee. Subhanalloh,, ternyata yang namanya suami itu, lengkappp banget peralatan perangnya. Mulai dari tang, drei, paku, sampe ke alat jahit, benang, jarum, resleting, peralatan kesehatan,obat, beta**ne, plester, lengkapp semua ada. Idiiiih keren banget.. aku aja yg perempuan ga sempet mikir sampe sejauh itu -getok kepala sendiri-.

Makin hari, makin ngerti tentang suami. Kebiasaan kebiasaannya, apa yang dia suka dan ga dia suka, begitupun sebaliknya. Memang benar apa yang suami bilang dulu, pokoknya habis nikah istri langsung ikut suami, tidak tinggal di rumah ortu istri ataupun suami. Hikmahnya ya kita jadi mengerti pasangan kita masing - masing, kita jadi mandiri, bertanggungjawab juga karena sudah tidak bisa mengandalkan tenaga orang lain lagi. 

Ya Alloh,, semoga Engkau selalu merahmati, meridloi dan memberkahi pernikahan kami. Jadikan keluarga kami keluarga yang sakinah, mawadah wa rohmah. Jadikan putra putri kami menjadi generasi yang shaleh shalehah, berbakti pada kedua orang tua dan bermanfaat bagi sesama serta agamanya. Aamiin.. :)

note : besok kalo ada kesempatan mau curhat lagi ah disini, tentang apa ya? tentang jalan jalan aja deh,, hari hari awal disini memang hari jalan jalan buat ku dan suami :P bye.. Wassalam :*

Let's start sharing :*

Assalamu'alaikum Wr Wb..
MasyaAlloh.. Blog ini sudah setaun kayaknya ga dijenguk, kasihan bangetttt.. apa kabarnya kamu sayang? owner mu ini sudah melewati hari hari nya setaun terakhir tanpa menyentuh mu.. ckckckck maafkan ya. Habisnya, kesibukan ku yang baru ini memang hampir menyita sebagian besar waktu ku yang dulu terasa begitu longgar untuk mu. Haishhh ngomong apa sechh..emang iya ya? segitu sibuknya ngurus rumah? jadi ibu rumah tangga? mmmm... jawabannya bisa iya bisa juga engga. 

Yang pasti, butuh adaptasi yang luar biasa waktu awalnya. Yaph!! perubahan drastis aktivitas ku dari yang semula jam 8 pagi s.d 5 sore berada di kantor, bertemu dengan banyak orang, mengerjakan tugas a,b,c kemudian pulang sore hari sampai rumah ketemu orang tua dan saudara - saudara, makan tinggal buka tudung saji dan makan apa yang tersaji disana ( walau kadang ngambek kalo masakannya ga sesuai sama yang diinginkan ). Hampir seperti itu terus menerus selama kurang lebih 4 tahun. Dan kini,, (Juli tahun lalu), semua berubah. Tidak ada lagi jam kerja, tidak ada lagi tugas kantor menumpuk, tidak ada lagi target yang harus dicapai -dilampaui tepatnya ;)-.

Seminggu awal disini, dunia terasa sepi -hasyahhh- apalagi kalo udah ditinggal yayang ke kantor. Dia biasa berangkat jam setengah 7 pagi dan pulang sampai rumah -kalo ga macet / lembur / piket- ya jam 6 sore. Melepas kepergiannya ke kantor itu dengan tatapan memelas, bak anak kecil yang g mau ditinggal ayah nya berangkat ke kantor. Tapiiii usia memelas itu sia - sia, dia tetep pergi ke kantor juga - YAIYALAAA NAMANYA KERJA (_ _#) -. Setiap masak, sambil metikin kangkung, bayem , wortel dll pasti sambil nangis. Inget ibu, inget temen temen, inget kota kelahiran tercintahhh. Tapi itu semua bukan berarti aku ga bahagia. Aku sadar, bahwa itu lah konsekuensi nya. Aku sadar bahwa 1 bulan kala itu belum bisa menggantikan memori 24 tahun ku disana. 

Ahh.. iya,, aku belum share yaa awal ketemu sama suami disini. Waktu aku dianter sama bapak, ibu, ibu mertua sama adek ipar.. ahh ntar mau di share aaahh.. buat kenang2an aja.. Siapa tahu besok anak2 pada mau baca coretan kecil ummi nya ini hihihihi..

Thanks dear, kamu masih mau dijenguk dan dicoret coret sama owner mu ini.. mudah2an bisa istiqomah yaaa :P, bye.. Wassalam :*

Selasa, 17 Juli 2012

H+25

Ga terasa sudah 25 hari aja resmi menjadi istri mas Eka Muhammad Muqorrobien. Tiba - tiba malam ini ngerasa kangeeeeeen sama dia, mau sms atau whatsapp langsung tapi takut ganggu. Soalnya, malem ini suami masih konsinyering atau apalah namanya itu, yang katanya mungkin baru akan selesai jam 11 malem nanti. Kata suami, ga perlu ditungguin, ditinggal bubu aja, nanti kalo rapat udah selesai bakal dikabari.


Ah.. entahlah, selama 25 hari menjadi istrinya, makin merasa belum sempurna atau maksimal dalam berbakti. Bahkan, untuk sekedar menata pakaiannya yang mau dibawa waktu tugas luar aja aku belum sempat. Walau aku juga paham, dia pasti mengertikan itu, aku belum bisa maksimal bukan karena kesengajaan ku, tapi karena keadaan yang memang belum memungkinkan.


InsyaAlloh, sebentar lagi.. tanggal 28 nanti aku bakal nyusul suami.. menetap disana bareng dia. Dan.. mungkin saat itulah aku mulai bisa itung - itungan apakah aku sudah cukup maksimal dalam berbakti pada suami aku.


Ya.. dalam hati ku, suami ku memang menempati posisi yang istimewa. Satu niat ku, sama sekali tidak ingin mengecewakannya. Dalam doa pun aku selalu berharap agar Alloh memberi kekuatan agar aku mampu menjadi istri shalehah, yang membanggakan dan membahagiakannya selalu. Walau untuk itu.. entah harus berapa lama aku mencoba dan terus mencoba. Karena apa? Karena aku sadar bahwa masih amat banyak kekurangan dan keterbatasan yang aku miliki. Untuk itu kembali aku meminta padaNya agar masing - masing dari kami diberi keridhoan untuk menerima segala lebih dan kurang pada diri kami. Aamiin ya Alloh..


Published with Blogger-droid v2.0.4

Selasa, 10 Juli 2012

Dilarang Protes!

Sejak memutuskan untuk menikah, aku sudah niat dalam hati agar sebisa mungkin kelak menjadi istri yang tidak membebani suami dengan tuntutan - tuntutan yang memberatkan. Nrimo ing pandum, menerima dengan apa yang telah Alloh dan suami beri. Berusaha untuk tidak protes terhadap apa yang suami perintahkan, taat pada nya selama perintahnya tidak menyuruh pada yang dilarang Alloh.


Namun pagi ini aku sadar, sepertinya aku sudah melanggar apa yang menjadi niat ku sendiri, yaitu untuk "Tidak Protes".


Aku makin ngerti kalo ternyata suamiku itu pada dasarnya emang anteng, jarang gombal apalagi ngerayu. Ini dia yang aku protes pagi ini (maafin istrimu ya sayang). Bisa dibilang kemampuan menggombalnya itu dibawah rata - rata xixixixixi dan sepertinya suami musti banyak belajar dari istrinya ini, gimana engga.. masa kalo mau gombal musti tak ajari dulu?! Ya ga jadi so sweet hahahahaha..


Suami ku, dia memang orang yang ga pandai merangkai kata - kata indah, dia ga pandai beretorika, dia apa adanya, menyampaikan yang ia rasa sewajarnya. Jika dinilai hanya sebatas verbal, suami ku memang tidak istimewa, namun jangan salah.. non verbal nya menutup segala kurang nya. Dia ga pandai berkata - kata, namun sifatnya, sikapnya, kebiasaannya, perilakunya.. jauuuuh lebih membuktikan kasih, sayang dan tanggungjawabnya sebagai seorang suami. Yang terkadang semua itu cukup membuat aku makin cinta padanya, dan makin bersyukur padaNya.


Untuk suamiku, gapapa deh ga pinter nggombal, semua yang mas lakukan itu udah cukup masuk ke hati adek kok, walau tanpa kata - kata. Adek ga jadi protes! I love you just the way you are.. hihihihi ( adek lagi deeeeh yang ngerayu -_____-")


Published with Blogger-droid v2.0.4

Senin, 09 Juli 2012

3 Pesan darinya...


1. Sholat nya dijaga awal waktu ya..

2. Makan yang teratur, biar g kambuh magh nya..

3. Jangan nggosip!


ketiga pesan itu adalah yang selalu suami ku sampaikan buat aku ketika kami akan berpisah. Entah dia kembali ke Jakarta atau ketika aku pulang ke Purwokerto. Bahagia rasanya, diberi suami yang sederhana dalam berucap, tidak pernah neko - neko dalam menitip pesan. Tidak pernah menyulitkan. Semoga, aku bisa selalu menjaga apa yang telah diamanatkan suami padaku. Sebagai tanda hormat ku padanya, sebagai bukti cinta dan patuh ku padanya. Semoga dia ridho.. dan semoga ridho nya dapat menjadi perantara ridho Alloh untukku. Aamiin..

-i love you sayang :-* -

Published with Blogger-droid v2.0.4

Selasa, 03 Juli 2012

Jogja.. dan bule nekat

Bismillahirrohmanirrohiim..

Alhamdulillah.. malam ini sudah sampai di Purwokerto lagi, sudah siap untuk beraktivitas kembali di kantor. Sebelum tidur, mau cerita dulu aah pengalaman senin kemarin jalan - jalan ke Jogja. Jadi, akhirnya setelah tertunda beberapa saat, jadi juga aku jalan - jalan bareng suami ke Jogja. Kami naik motor dan berangkat dari rumah sekitar jam 8 pagi.

Di perjalanan, banyak yang bisa aku ketahui, salah satunya aku jadi tahu kalo ternyata suami ku itu ada mental pembalap. Duuuh jan ini mbatin "sakjane bojo ku kuwi wis tau mboncengke cah wedok opo durung yo?" Naik motor nya kadang kaya ga nyadar lagi bawa istri ckckckckck.

Sampai di Jogja sekitar jam 10 pagi, itu pake berhenti isi bensin dan beli minum di alfamart. Kita cuma niat jalan - jalan nengok mba Roro Jonggrang, maklum selama 24 tahun ini si penulis belum pernah masuk candi prambanan (kasihan banget ya T_____T). Dengan tiket masuk 30ribu/orang, kita bisa masuk kawasan candi dengan bonus kartu BRIZZI. Yaaah.. lumayan lah, 30ribu bisa ngeliatin batu. Tapi yang bikin seneng, disini bisa ngobrol sama suami. Bisa nemenin dia foto - foto juga. Suka aja tuh kalo ngeliat dia lagi ada di belakang kamera. Keliatan gimanaaaa gitu :-P

Perjalanan berlanjut, kali ini ke daerah kalasan. Bukan untuk melihat candi kalasan, tapi silaturahmi ke rumah Pak Lik nya suami yang ada di daerah tersebut. Seneng main kesana, jadi punya saudara disana sini. Suami dan keluarga memang sangat menjaga silaturahmi dengan keluarga maupun kerabat. Itu adalah hal yang amat patut dicontoh dari mereka buat aku. Sepulang dari kalasan kami langsung pulang menuju Parakan. Mampir sebentar ke toko oleh oleh buat beli buah tangan untuk orang - orang di rumah.

Ada yang lucu waktu perjalanan pulang ke Parakan. Di salah satu perempatan ada dua orabg bule yang boncengan naik Mio nanya ke suami "Borobudur..". Yang artinya dia minta ditunjukin jalan ke Borobudur. Trus suami bilang "Follow me" ya karena kebetulan kami juga mau ke arah borobudur. Cuma aku mbatin "serius ni mau jadi Guide? Secara si bule naik mio nya pelan banget. Keliatan banget baru bisa naik mio. Ga lincah sama sekali". Bener aja.. waktu udah dijalan.. si bule jalan pelan banget. Nyampe perempatan berikutnya suami bilang ke si bule "Little faster please! It's still 30KM" . Si bule mukanya pucet waktu tau masih sejauh itu perjalanan.

Sampai di perempatan selanjutnya, mungkin suami udah ga sabar karena si bule jalannya pelan banget. Akhirnya suami ngomong kr si bule "Just Go ahead. And then when you find "Borobudur" turn to the left. Oke?". Si bule "manthuk manthuk" tanda paham dan bilang "Terimakasih banyak". Suami jawab "Werkaaaaam" sambil ngegas kenceng. Kata dia "mlaku ne alon ngono kapan tekane.. tinggyall wae" sambil terus ngegas. Aku dalam hati geget banget sama tingkah polahnya. Udah niat ngeGuide sendiri.. eeeh ditinggal sendiri. Hihihihihi..

Akhirnya, kami sampai di parakan sekitar jam 6 sore. Alhamdulillah.. hari itu bisa menikmati liburan dengan liat batu, silatutahmi keluarga dan ketemu dua bule nekat yang pergi tanpa guide. Lengkap banget khan pengalamannya?

hmmm udah dulu ah ceritanya.. besok lagi.. udah ngantuk ni.. suami udah lelap banget bobonya, okey malem ini bisa peluk guling dan si sapi sepuasnya.. gud niiiiiite everybodeeeeeehh.. :-P

Published with Blogger-droid v2.0.4