Senin, 03 Maret 2014

Pergi untuk tugas, pulang demi cinta

"Pergi untuk tugas, Pulang demi cinta"


Pertama kali baca jargon seperti ini adalah ketika perjalanan dinas ke Jogja saat aku masih bekerja di Comdev Telkom Purwokerto. Tulisan itu ada disebuah truk pengangkut pasir yang aku temui disekitar daerah kebumen. Waktu itu aku anggap lucu jargon tersebut. "pinter juga nih yang bikin jargon" batinku. Ga ada yang istimewa awalnya jargon ini, sampai kemarin sore waktu aku pulang kantor, aku baru merasa bahwa jargon tersebut punya arti tersendiri.

Pergi untuk tugas, Pulang demi cinta. Ya! buat aku jargon ini sekarang punya arti yang bisa aku jadikan motivasi. Ketika saat ini aku sudah memiliki tanggung jawab atas sebuah profesi sebagai seorang abdi negara -katanya- yang bekerja disebuah kota dimana kemampuan mengatur waktu dituntut, maka "Pergi untuk tugas" adalah kata - kata yang passs lagi cocok untuk membangkitkan semangat ditengah "godaan" untuk tetap stay berada dirumah bersama suami. Aku harus meyakini bahwa kepergian ku pagi ini menuju kantor adalah demi sebuah tugas, tugas sebagai manusia untuk beribadah kepada Tuhan nya dengan cara bekerja. Tugas sebagai seorang abdi negara yang diberi amanah untuk mengurus kekayaan negara. Maka, ketika rasa malas kembali muncul, ketika "godaan" untuk tidak bersemangat datang menghampiri, aku harus meyakinkan diri bahwa niat ku pergi adalah untuk tugas itu tadi.

"Pulang demi cinta",, ah kalau bagian yang ini tidak perlu lah ditanya lagi, sudah jelas ketika jam di kantor menunjukkan jam 5 kurang sedikittttt -agak banyak juga si :P- maka itulah saatnya bersiap untuk pulang kembali ke rumah. Satu hal yang selalu aku harapkan saat pulang kerja adalah, TRAFFIC yang BERSAHABAT! sehingga dengan lebih cepat aku bisa kembali ke rumah, bertemu dengan suami tercinta. 

Maka... jargon "Pergi untuk tugas, pulang demi cinta", jika aku maknai lagi lebih dalam, maka jargon ini dapat menjadi pembangkit semangatku, bahwa apa yang aku kerjakan tidak lah sia - sia. Sekecil apapun itu, aku berharap dapat menimbulkan efek positif yang besar bagi hidupku, bagi instisusi dimana aku bekerja, bagi keluarga kecil ku yang amat aku cintai. Semoga...

Selasa, 25 Februari 2014

First day in my OJT's journey

Mohon maaf sebelumnya buat para pembaca-er blog saya ini kalo kalo alur cerita yang saya posting di blog ini ga jelas, apakah alur maju, alur mundur, atau alur campuran. Mungkin lebih tepatnya adalah alur setrikaan alias maju mundur wkwkwkwk -Betewe maaph2 lagi ini kok saya kePDan banget yaaa minta maaph ke para pembaca, emangnye ade yg mbaca hah?!? hmmphh ya maaphkan saya lagi atas ke-Over PD-an nya saya hiksss-.

Langsung aja ke cerita ya! Hari itu, Jum'at 10 Januari 2014. Hari dimana aku dan teman teman seperjuangan CPNS'er Kemenkeu dijadwalkan untuk melakukan pelaporan ke unit eselon I nya masing - masing. Aku ga tau yang dimaksut "lapor unit" tuh kaya apa. Pikir ku ya cuma dateng, menghadap ke Kepegawaian, bilang kalo saya sudah hadir dan siap OJT, lalu pulang. Tapi ternyata diluar dugaan. Kami -para DJKN'er- langsung mendapat arahan dari Pak SesDitjen dilanjut dengan pembagian tempat OJT dan langsung ngendon di ruangan kita masing-masing. Uwaaaaww! dan waktu itu juga langsung dapet kabar kalo hari senin tgl 13 Januari kami sudah mulai efektif bekerja-OJT maksutnya-. Aku langsung mbayangin gimana riweuh nya temen-temen yang berasal dari luar Jakarta, luar pulau Jawa pula. Mereka harus mencari tempat kos dalam waktu singkat. Aku sendiri sebetulnya juga belum siap untuk langsung OJT di hari Jum'at itu. Memang kondisi badan saat itu lagi ga' iye! sakit kepala ku kambuh, gara-gara keujanan waktu pemberkasan fisik kemarin, ditambah lagi telat makan siang, sampe rumah ngantuk jadi cuma ngeringin badan -tanpa mandi- langsung tidur. Otomatis dihari berikutnya aku langsung teparrr.. ga bisa gerak karena kepala rasanya sakittttt banget kalo gerak dikit aja. Tapi Alhamdulillah, Allah beri kemudahan dihari pelaporan itu, sakit kepala ku sudah sedikit reda. Bisa buat nengok, bisa diajak jalan, bisa naik lift! Alhamdulillah.

Oiya, aku ditempatkan di sebuah bagian di bawah Sekretariat Direktorat Jenderal (SesDitJen) yaitu di bagian OKI (Organisasi dan Kepatuhan Internal). Waktu aku tahu ditempatkan dibagian itu, aku merasa bersyukur dan yakin bahwa tempat ini adalah yang paling baik buat ku menurut Allah. Dan ternyata memang benar, terlepas dari kekurangan - kekurangan yang pasti disetiap unit kerja ada, aku merasa tempat ini baik untukku. Aku bisa banyak belajar, mengamati, memahami, tidak hanya seputar ke-organisasian, ke-tata laksana an, atau ke-KI-an saja. Tapi lebih dari itu, aku bisa belajar tentang "budaya kerja". Seperti apa budaya kerja yang ada disini. Aku teringat pesan yang disampaikan oleh Pak Dwi selaku kasubag mutasi bagian Kepegawaian, kata beliau "Kemenkeu memiliki 5 budaya kerja, kalian harus pegang teguh itu. Kalau nanti pada kenyataannya kalian banyak menemui ketidaksesuaian dengan budaya kerja, maka yang harus kalian jadikan patokan adalah budaya kerja, bukan apa yang kalian liat". Wowww sepertinya si Bapak sudah mewanti-wanti kami seandainya kami melihat ketidaksesuaian nih. 

Oke.. dan inilah hari pertama perjalanan OJT ku. Masih dalam masa adaptasi, belajar dan lagi lagi, mengamati. Seperti apa aku seharusnya disini, mengira - ira apa yang nantinya bisa aku kontribusikan Seandainya aku ditempatkan disini. Inilah hari pertama perjalananku di instansi pemerintahan, pengalaman pertama bekerja diluar dunia swasta, banyak yang aku bandingkan antara tempat kerja lama dengan instansi baru ku ini. Aku bandingkan, dan memang berbeda! bukan berarti disana lebih baik daripada disini, atau sebaliknya. Tapi memang karena core bisnis yang berbeda, sehingga membuat perbedaan yang memang tidak bisa dibandingkan. 

Aku berharap, nantinya, aku bisa ditempatkan disini, di kantor pusat, di direktorat atau di bagian apapun, semoga aku bisa menjadi pegawai yang produktif. Sehingga waktu yang aku gunakan bisa manfaat, rejeki yang aku bawa pulang berkah,, aamiin..

Kamis, 20 Februari 2014

antara blogging - bolt - dan tahsin

Artikel ini aku tulis di rumah. Yeahhhh this is the first time i post article at home! wuhuuuu.. Jadi tadi sore sepulang kerja aku diajak suami ke Bintaro Plaza, beli modem "Bolt", kalian pasti udah familiar khan sama modem yang satu ini?? harga nya 300 ribu kurang seribu, suami kayanya emang butuh banget yang namanya modem. Kebutuhan internetnya ga bisa dipenuhi dengan pulsa internet bulanan dari provider SIM Card nya. 

Malam ini suami kedatangan tamu rutinnya seminggu belakangan. Siapakah dia? dia adalah mas Angga, tetangga sebelah rumah. Dia sedang "berguru" ke suami untuk belajar tahsin. Oiya, aku belum cerita yah.. jadi satu bulan terakhir ini di lingkungan kontrakan kami sudah bertambah lagi kegiatannya yaitu belajar tahsin untuk ibu - ibu dan juga bapak - bapak. Hari nya terpisah, kalo yang ibu - ibu yang ngajar juga ibu - ibu -masih calon ibu tepatnya! hehee-, yang bapak - bapak juga yang ngajar ya bapak - bapak. Aaahhh kapan kapan deh aku tulis di postingan terpisah.

Nahhh.. jadi selama suami lagi belajar bareng sama mas Angga, aku cobain aja ini bolt-nya. Beneran cepet apa ga siii.. Oiya, semoga dengan dibeli nya modem ini, dapat menambah keberkahan bagi kami. Semoga modem ini dapat memudahkan suami dalam kami menyelesaikan tugas kuliah misalnya, dapat aku pakai untuk mencari tambahan pengetahuan, ngeliat youtube sepuas nya untuk mencari tambahan ilmu yang mungkin di kantor aku belum bisa dapat, dan lain lain. Yaahhh.. semoga, keberadaan modem ini dapat bermanfaat dan membawa berkah bagi kami. Aamiin..

bukan promosi ;)

Rabu, 19 Februari 2014

Ga ada jemputan?! ga tidur artinya!

Tadi pagi sekitar jam 5:14 hape ku bunyi yang menandakan ada sms masuk. Aku heran awalnya, pagi - pagi gini siapa yang sms? pikirku. Habis aku buka sms nya, bener aja.. ada pengumuman penting pagi itu. Intinya pagi ini bis jemputan yang biasa aku naiki ga berangkat karena pak sopirnya ada urusan keluarga, salah satu anggota keluarganya sakit. Huuuuuuuuuufhhhh.. aku langsung lemes, lesu, lunglai, lemah tak berdaya. Bayangan ga enak nya naik CL udah langsung tergambar jelas di pelupuk mata. Hmmmppphhhh,, desek desek an didalem gerbong, pindah kopaja dua kali, dan yang paling nyesek adalah ga bisa curi curi waktu buat bobo hikssssssssss emaaaaak ngantuk maaaaaak T____T.

Setiap hari aku memang selalu -kalo ga kesiangan hehee- bangun jam 3 pagi. Aku mulai mengerjakan semua -beberapa denk!- pekerjaan rumah seperti masak sayur dan lauk, bikin nasi, cuci piring dan yang terpenting dan ga boleh ketinggalan adalah membuat teh hangat manis buat suami tersayang. Jam setengah 5 adalah time limit ku buat menyelesaikan semua pekerjaan tersebut. Kalo setengah 5 ada kerjaan yang belum selesai, dengan terpaksa aku tinggal, dan nanti pas pulang kerja baru aku lanjutin -pada kenyataannya kerjaan itu udah di take over sama suami hehehehe.. makasih sayangku mwwwuachhh-. Dengan rutinitas yang seperti itu, aku merasa beruntung bisa naik bis jemputan, karena disanalah kasur kedua ku, jadwal tidur ku aku lanjutkan disana, lumayan banget itu looooh dari kampus STAN Bintaro ke kantor di Lap. Banteng kira - kira makan waktu satu setengah jam-an. Wiiiiiiihhhh lumayan buat mimpi itu,, apalagi kalo ditambah macet macet cantik jadi agak tambah lama dikit lagi mimpi nya -asal ga kebablas aja macetnya yaaa-.

Tapi pagi ini tak ada jemputan, yang artinya tak ada bobo part 2. Hiksss,, sedihhh. Dalam hati aku berdoa mudah - mudahan aku tetep bisa tidur barang sekian menit, lumayan buat ngurangin rasa ngantuk. Tapi kenyataannya malah nambah rasa ngantuknya ya hahahaha. Jadi tadi Alhamdulillah aku dapet kopaja yang masih kosong, aku dapet tempat duduk yang enak -biasanya udah penuh jadi ga dapet tempat duduk-, setelah aku merasa aman dan nyaman, aku langsung merem! Bobo! :D lumayan, dapet sekitar 15 menitan -sambil berkali kali bangun juga tapi, takut kebablas-. Sampe kantor,, haduuuuhhh ini yang namanya nguap kok ga berenti berenti yaaa, makin ditahan ngantuknya, kepala malah jadi berat. Alhasil aku minum air putih aja terus. Katanya kalo orang ngantuk itu disebabkan otak kurang oksigen. Kalo kita minum air, maka suplai oksigen ke otak akan bertambah sehingga berkuranglah ngantuk kita. Yessssss teori yang amat baguuussss. Lagian, dengan kita minum air putih banyak, ga ada efek sampingnya, baik untuk kesehatann! yaaaah paling paliiiing harus mau bolak balik toilet aja karena beser hehehehehe.

Ini sebetulnya apa sie posting tentang ngontak ngantuk ngontak ngantuk,, apakah hikmah yang tersirat dari cerita ini??? -Hassyahhhhh mulai lebaiii-. Jadi, menurutku.. ngantuk itu berkat mas bro, mba sis! ngantuk itu salah satu bentuk nikmat Allah pada hambaNya, bayangin mereka mereka yang insomnia, mau tidur aja musti minum obat dulu, ckckckckck. Makanya, kita harus bersyukur kalo ngantuk -tapi kalo kebanyakan ngantuk ga baik juga si heheee-. Buat aku, ini adalah salah satu konsekuensi atas kegiatan ku sekarang. Dengan double role atau peran ganda, sebagai istri dan sebagai seorang pegawai. Aku harus bisa memanage waktu dengan baik. Jam berapa aku bangun, apa yang harus aku lakuin, jam berapa aku tidur, sampe pada besok masak apa itu juga harus aku atur. Alhamdulillah selama ini berjalan baik -walau kadang saking capeknya kesiangan dan ga masak :P-. Konsekuensinya?!? jadwal istirahat jadi ga seleluasa dulu lagi, jadilah sekarang aku suka menjadi pencuri! pencuri waktu! waktu buat tidur hahahahahahahaha... 

Beruntung aku punya suami yang pengertian, perhatian, eman, ga pernah nuntut apa apa. Setiap aku bangun kesiangan -setengah 5 buat aku dah siang loh ya, udah ga bisa masak n bersih2- suami selalu bilang "udah, hari ini maemnya beli aja" sambil meluk aku lagi, tidur lagi deh aku loohh!! hahahahaha. Tapi aku bersyukur, dengan jadwal baru ku saat ini, aku lebih bisa belajar hidup teratur, disiplin tanggung jawab, dan semoga hidup sehat. Tidur awal, bangun awal. Mandi sebelum shubuh, sholat selalu diawal waktu. Walaupun masih banyak carut marut disana sini, setan malas nya masih jauh lebih besar dibanding malaikat rajinnya, tapi aku bertekad mau membenahi. AKU MAU BIKIN JADWAL HARIAN TERTULISSS!! macam kebiasaan pas aku sekolah dulu. InsyaAllah.. doakan aku kawaaaaaaaaan doakan aku bisa istiqomah. Aamiin.... :D

Bus Jemputan

"Bis jemputan yang ku tunggu.. ku tunggu.. tiada yang datang;
 Ku telah lelah berdiri.. berdiri.. menanti nanti;
 Bila ku pergi bersama suami ku,
 Ku kan merasa gembira riang selalu.."

Sedikit lirik lagu "Bis Sekolah" nya Koes Plus -dengan sedikit gubahan oleh diri saya sendiri hahaaa- mengingatkan aku pada pengalaman naik bis jemputan. Apa sih bis jemputan itu? Mungkin sebagian besar orang tau nya bis jemputan itu biasa dipake anak sekolahan untuk antar jemput mereka dari rumah menuju sekolah dan sebaliknya. Tapi jangan salah, di kota besar seperti jakarta ini, fasilitas bis jemputan ga cuma buat anak sekolahan aja, tapi dipake juga sama instansi - instansi pemerintah -aku ga tau kalo perusahaan swasta ada fasilitas jemputan juga apa ga-. 

Berawal dari diterimanya aku sebagai CALON PNS di salah satu instansi pemerintah, dan selama masih berstatus "magang" aku ditempatkan di kantor pusat yang berada di daerah lapangan banteng Jakarta Pusat. Dari tempat tinggal ku sekarang ke kantor jaraknya luuumaaayyyaaannn -luumaayyyaannn jaaauuuhhhhh- dan kalo naik kendaraan umum bisa menggunakan beberapa alternatif angkutan, yaitu : 
  • Alternatif pertama adalah dengan menggunakan CL alias Commuter Line. Aku naik CL jurusan serpong - tanah abang dari stasiun Pondok ranji dan turun di stasiun tanah abang. Dari tanah abang lanjut dengan menggunakan : 
a. Kopaja 502; turun di tugu tani, lanjut kopaja P20 turun depan kantor
b. Mayasari Bakti 547 jurusan Pulogadung/Tanjung Priuk turun tugu tani, lanjut P20
c. Naik ojek, tapi MAHAL bo! 25 ribu.. sekali kali aja ini mah kalo KEPAKSA
d. Naik taksi, hampir sama kaya ojek, cuma agak keren dikit lah, kalo pake ini juga sekali kali aja, kalo KEPAKSA!

Aku biasanya pake pilihan (a) karena lebih banyak armada 502 nya, dan kalo aku bisa pake CL yang jam 6 kurang 10 pagi, biasanya jalanan masih belum macet, jadi kalo naik 502 masih bisa agak santai nantinya. Beda lagi kalo naik CL yang jam 6 lebih 13, itu sudah dipastikan aku telat alias TL 1. Datang telat, berarti pulang juga telat. Walaupun telat satu menit, nggantinya harus setengah jam. Kalo g mau ganti, siap2 aja tunjangan dipotong 0,5% -emaaaaaak T____T-. Aku pilih naik CL yang pagi aja jam 6 kurang, biar ga terlalu terburu - buru, lebih santai dan pastinya terbebas dari TL-1. Walaupuuuuun itu berarti siap umpel-umpel, desek-desek an sama sesama penumpang CL yang juga mau berangkat kerja. Maklum lah yaaa jalur CL yang aku naiki ini adalah jalur satu satu nya bagi mereka yang bekerja di Jakarta dari serpong dan sekitarnya. Dan memang sebagian besar orang yang kerja di Jakarta, tinggalnya di Serpong, Depok, Bogor. Jadi bayangin aja bagaimana padat nya CL menuju daerah daerah tersebut pada jam berangkat dan pulang kerja. WOW banget pokoknya. Yaaah bersyukur aku dikasih badan yang minimalis sama Allah, jadi aku tetep bisa nyempil ditengah ketek orang orang -emaaaaaaaaaaaaaaaaaaak T_____T-, yaah itung itung latian thawaf juga lah, bisa jadi besok waktu haji dan/atau umroh juga empet empet an gitu situasinya.
  • Alternatif kedua dengan menggunakan kopaja P20 dari lebak bulus. Tapi kalo pake alternatif ini, haduuuuuuhhhh macet nya ga karu-karuan, waktu tempuh paling cepet itu dua jam, dan itu artinya aku harus sudah naik P20 jam setengah 6 pagi, yang artinya juga aku harus berangkat jam 5 kurang dari rumah, karena jarak dari rumah ke lebak bulus kurang lebih setengah jam-an. Belum lagi bisik bisik tetangga yang bilang kalo P20 itu sarangnya copet. Dari 5 penumpang, mungkin 3 diantaranya copet -What?!?!? yang bener ajeeee-.
  • Alternatif ketiga adalah dianter sama yayang suami  -ga mungkin banget ini mah, sama aja ngerjain suami kalo anter jemput tiap hari,, hiksss-
Sebetulnya masih ada satu alternatif lain, yaitu naik bis jemputan. Tapi aku belum dapet info tentang bis jemputan yang berangkat dari Bintaro ke kompleks kantor lapangan banteng. Sebagian besar bis jemputan yang ada di bintaro (Kampus STAN) itu adalah bis jemputan untuk kantor pajak dan bea cukai. Hikssss... aku gimanaaaa T____T. 

Ditengah ke-tak berdaya-an ku naik CL -ampirr tiap hari dibikin nangis sama CL, apalagi pas jam pulang. Udah kaya ikan asing dempet dempet an siap dipanggang disebuah oven besar bernama gerbong CL dan ditambah dengan seringnya wesel rusak, sehingga jadwal pemberangkatan kacau, jadilah kita hampir satu jam-an dalam keadaan yang sangattttt menyebalkannnn itu- akhirnya aku -suami ku denk!- mendapat informasi mengenai bis jemputan. Waktu itu suami lagi ngobrol sama Abi nya Haifa -tetangga rumah- dan cerita cerita tentang keadaan istrinya yang memprihatinkan ini -hoekkk lebaynyaah-, dari situ abi Haifa kasih info bahwa istri temennya ada yang mau cuti melahirkan dan sekarang dia naik bis jemputan ke lap. banteng -kebetulan aku sekantor sama istri temen abi Haifa itu-. Nah aku dikasih kontak nya dan ternyata bener.. Alhamdulillaaaaaaaaah aku bisa nggantiin posisi dia di bis jemputan -berkah silaturahmi sodara sodara, aku terharuuu T___T terimakasih ya Allah, terbebas juga aku dari predikat TRAINER :D-.

Naik bis jemputan, berangkat dari Kampus STAN jam setengah 6 -awalnya jam 6 kurang seperempat, tapi mepet terus gara gara musim hujan-, sampai kantor jam 7 kurang seperempat, masih bisa aktivitas non kantor lah sampai setengah 8 pagi. Pulang jam 5 sore, dan kalo traffic bersahabat, jam setengah 7 udah sampe -yeyeyeeeeeeeeeee!!!!!-. Mana bis nya baru, nyaman, di bis bisa bobo.. aaaah badan ga capek pokoknya.

Ini adalah salah satu bentuk rejeki juga buat aku dari Allah. Allah beri kemudahan aku dengan transportasi yang aman dan nyaman, yang memudahkan aku untuk bisa berangkat kerja, beribadah, tanpa perlu susah payah, dan yang lebih menyenangkan lagi, berhubung aku masih berstatus anak magang, biaya iurannya dikorting 50% yeyeyeyeye.. Alhamdulillah lagiiiiii.... makasih ya Allah.. :-*

Selasa, 18 Februari 2014

Pertemuan pertama di kelas baru

Masih bercurhat curhat cantik tentang pengalaman belajar tahsin. Jadi, sabtu kemarin itu adalah pertemuan pertama ku di kelas baru. Yaph yaphhh kelas tahsin II. Alhamdulillah seneng deh, apalagi ternyata temen se-holaqoh pas tahsin I dulu ternyata banyak yang sekelas juga sama aku sekarang. Makin seneng karena aku dapet pengajar Ustazah Retno Nur. Jadi tuh ya, dulu waktu masih tahsin I, aku suka melirik melirik mereka yang di Tahsin II, dalam hati aku penasaraaaan dan pengeeeeeen banget berada di lingkaran holaqoh itu, memegang juz 29 -kalo tahsin I, untuk talaqqi nya memakai juz 30, sedangkan tahsin II pakai juz 29-. Dan Alhamdulillah, sekarang aku berada disini, di kelas tahsin II. 

Ada kabar bahagia, ada juga kabar menegangkannya. Ternyata, apa yang diajarkan di tahsin I itu, masih bisa dibilang baru perkenalan! Apppaaahhhh perkenalan?!?!? teruuuuusss kaya apa tahsin II ini kalo tahsin I aja masih disebut perkenalan -gemeteran di ujung mesjid :( -. Memang benar, waktu kita di tahsin I, kita ga dituntut apa - apa, goal dari tahsin I adalah membaca dengan lancar, membaca dengan benar. Kami ga dituntut mengerti tentang teori tajwid, kami ga dituntut bilangan untuk tilawah -walaupun target tahsin I adalah setengah juz sehari-. Kenapa kita ga dituntut untuk mengerti, menghafal dan memahami ilmu tajwid di Tahsin I? -aku bilang di Tahsin I loh yaaaa-. Karena, hukum membaca Al-Qur'an dengan benar adalah Fardu 'ain alias wajib dan berdosa jika tidak dibaca dengan benar. Tapi, hukum mempelajari ilmu tajwid adalah Fardu kifayah, yang artinya kalo kita sudah bisa membaca dengan benar, ngerti ketika ada huruf tanwin atau nun mati bertemu dengan huruf ba otomatis dibaca ghunnah, walaupun tidak tau kalo itu namanya iqlab gapapa yang penting tau gimana cara membaca nya. Naaaaaaaaah di Tahsin II ini beda. Kita sudah mulai dituntut, antara lain :
  1. Tilawah minimal One Day One Juz (satu hari satu juz)
  2. Kalo tilawahnya fluktuatif, tidak bisa naik kelas, jadi harus istiqomah!
  3. Memahami teori, tentang ilmu tajwid, mad, sifat - sifat huruf, tafkhim dan tarqiq dan masih banyak lagi
  4. Kehadiran harus 75%, karena kalo kurang dari itu akan sulit untuk dinaikkan
  5. UAS ga ada susulan T__T
Satu sisi aku seneng bisa naik kelas, satu sisi berarti aku udah ga bisa seenaknya kaya waktu masih tahsin I -iyalah waktu Tahsin I sering ditinggal mudik, berangkat suka nelat nelat hufhhh-. Sekarang aku ga boleh main main, demi apa?! demi bisa belajar membaca al-qur'an dengan baik DAN JUGA BISA MENGAJARKANNYA -ya ga usah di Capslock juga kaliiii-. Ya! Sekarang aku punya target baru, dulu waktu tahsin I aku cuma menargetkan bacaan ku lancar dan benar, tilawah konsisten, naik kelas. Sudah! itu saja. Sekarang, sudah naik tingkat, bacaan sudah lebih benar dan lancar, tilawah insyaAllah selalu berusaha istiqomah, apa target selanjutnya? jelas!! mengajarkan membaca Al-Qur'an dengan baik pada orang lain. Dalam kitab Shahihnya, Imam Al-Bukhari meriwayatkan sebuah hadits dari Hajjaj bin Minhal dari Syu’bah dari Alqamah bin Martsad dari Sa’ad bin Ubaidah dari Abu Abdirrahman As-Sulami dari Utsman bin Affan Radhiyallahu Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ .

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur`an dan mengajarkannya.”

-Ya Allah, bimbing hamba agar hamba dapat menjadi manusia yang disebutkan oleh kekasihMu, Rasulullah SAW  pada hadits diatas,, Aamiin..-

Nah,, untuk bisa mengajarkan, ga cukup hanya bisa membaca dengan benar dan lancar. Tapi juga harus tau ilmunya. Nah.. di tahsin II inilah aku yakin, akan lebih dalam lagi membahas mengenai keajaiban - keajaiban huruf dan hukum Al-Qur'an. 

Memang semenjak ikut belajar tahsin di An Nashr ini, aku menjadi semangat dalam tilawah. Rasanya enaaaak aja kalo baca. -Ya Allah, berikanlah rahmat dan berkah-Mu pada orang2 yang belajar dan mengajarkan Al-Qur'an dimanapun mereka berada, aamiin-. Berbeda waktu belum belajar dulu. Baru baca dua lembar aja kayanya udah ngos ngos-an,, hmmmm emang beda ya antara yang berilmu sama yang engga hmmmm (_ _#). Aku juga jadi tau bahwa cetakan Al-Qur'an pun berbeda antara cetakan Indonesia dengan cetakan Arab -kalo ini aku taunya sejak nikah, dikasih tau suami-. Kirain dulu semua Al-Qur'an sama aja cetakannya, ternyata yang memakai ROSM Utsmani jauh lebih enak bagi mereka yang ingin belajar membaca Al-Qur'an. Sedangkan cetakan Indonesia biasanya sudah dicetak sedemikian rupa hingga amat memudahkan bagi mereka yang membaca nya. Yaah masing - masing ada kurang dan ada lebih nya. Kalo make Qur'an cetakan Indonesia, kita jadi seperti "dimanja" karena semua tanda tajwid sudah dicetak jelas dengan tanda tanda yang memudahkan bagi yang membacanya, seperti contohnya bacaan ikhfa diberi tanda kuning, iqlab diberi warna merah dll. Sedangkan cetakan arab atau timur tengah tidak, begini kira kira gambar nya.. 
Qur'an cetakan Arab

Qur'an cetakan Indonesia
masih belum bisa melihat perbedaannya? makanya belajar!! loh?!?!? hihihihi maksutnya silakan coba buka link ini, insyaAllah jadi jelas perbedaannya Perbedaan Al-Qur'an cetakan Arab dengan cetakan Indonesia . Yang jelas, perbedaan cetakan tersebut ga membuat perbedaan arti, makna atau apapun dari Al-Qur'an, ini hanya perbedaan cara penulisan saja. 

Back to the topic, yaph! target ku adalah aku ingin bisa menjadi pengajar tahsin! -mmmm sebenernya agak malu siii ngomongnya, soalnya ilmu nya masih cetek, tapi gapapa deeeh aku anggap ini jadi pecut buat aku untuk terus belajar dengan serius-. Kata - kata dari Ustazah Retno jadi salah satu motivasi ku, ketika beliau bilang "untuk lulus tahsin II tidak semudah lulus tahsin I, ada yang sampai 2 tahun tidak bisa naik, tapi nanti kalo sudah lulus tahsin II, bisa lanjut ke takhossus atau langsung tahfidz. Di kelas takhossus atau tahfidz inilah kunci mengikuti dauroh syahadah untuk bisa mendapat sertifikat pengajar tahsin" ya kurang lebih seperti itu kata kata ustzh. Retno. Aku merinding waktu denger itu, ditambah lagi waktu aku liat di lingkaran holaqoh sebelah, ternyata ustazah nya masih muuuuuuuudaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa bangetttt... itu bener bener yahh.. bener bener Subhanallah.. dan ternyata, yang ngajar tahsin II suami ku juga masih muda, secara dia aja masih berstatus OJT di Kemenkeu, yang artinya kemungkinan usia nya masih sekitar 23-24an. Muda dan berjaya menurutku. Subhanallah.. AllahuAkbar. Aku jadi makin termotivasi, aku yakin bahwa jika kita mau serius belajar dengan terus membenahi niat didalam hati, pasti Allah akan memberi kemudahan pada kita untuk dapat meraih apa yang kita cita - cita kan. Hmmmmm pertemuan pertama yang menginspirasi, semoga di pertemuan pertemuan berikutnya akan makin menginspirasi, terus istiqomah dan tentunya berkah. Aamiin Ya Rabb.. Aamiin ^__^ 

Yiaaaaaaaaayyyyy!!! Aku Luluuuuuuuuussss




Alhamdulillahirobbil'alamiin.. Minggu kemarin itu adalah minggu yang menyenangkan buat aku. Kenapa eh kenapa? karena eh karena -kaya lagu nya Bang Oma- AKU LULUS TAHSIN I dan NAIK KE TAHSIN II Ayyyeeeeeeeeeeeeee.. ups! Alhamdulillah maksutnya. Kenapa sih kok seneng banget naik kelas Tahsin aja. Jadi begini ceitanya. Semua ini berawal dari kegiatan suami. Dia dari sebelum nikah udah belajar tahsin. Apa sih tahsin itu? tahsin adalah memperbaiki bacaan Al-Qur'an. Jadi kalo belajar tahsin ya artinya belajar memperbaiki bacaan Al-Qur'an. Itu berarti buat mereka yang belum bisa baca Qur'an gitu? Hmmmmm... Jadi, target dari belajar tahsin adalah, membaca dengan lancar dan membaca dengan benar. Jadi membaca lancar saja belum cukup. Yang terpenting adalah sudah benar apa belum bacaannya.

Berawal darisitulah, akhirnya aku juga ikut belajar Tahsin. Kami pertama belajar di YISC (Youth Islamic Student Center) Al Azhar Blok M. Disana kami belajar tahsin menggunakan metode Balqis. Terus terang, disana metode belajar nya enak. Tim pengajarnya mumpuni, dan juga ga cuma belajar tahsin aja, tapi juga SII alias Study Islam Intensif, ditambah dengan kegiatan kegiatan lain yang tentu akan menambah ilmu kita tentang islam, menambah pengalaman kita dalam berorganisasi juga. Tapi aku kurang cocok disitu, bukan karena apa - apa. Karena waktu nya saja yang aku kurang cocok. Dari pagi sampai siang, aku sampe rumah itu sore. Ga tau kenapa -mungkin karena kecapekan, karena faktor U kalee- selalu setelah aku pulang ngaji, pasti sakit! Heran! makanya aku jadi ogah - ogah an deeeeh berangkat ngaji nya. Karena keseringen ga berangkat ngaji, jadilah aku ga ngerti dengan tahsin itu apa, bacaan ku bener apa ga, gara - gara keseringen bolos siiiiii.

Setelah itu, di masjid An Nashr Bintaro tempat biasa aku sholat -sambil nunggu jemputan suami biasanya- ga sengaja aku baca spanduk bertuliskan "Membuka pendaftaran siswa baru program Tahsin untuk ikhwan dan akhwat blablablabla..." yang disitu juga tertera nomor handphone untuk pendaftaran. Aku langsung aja mengirim SMS dengan format pendaftaran yang sudah ditentukan. Aku daftar buat aku sendiri dan suami ku. Kebetulan di AA (Al-Azhar) suami sudah lulus, dan aku?!? aku ga lanjut ke semester berikutnya heheeeee. Jadi kami pindah tempat ngaji nya. 

Tibalah saat placement test. Aku diminta membaca sepotong - sepotong ayat yang ditunjuk oleh penguji. Entah apa maksutnya, mungkin dari situ bisa dilihat aku cocok untuk masuk kelas mana. Oh iya, for your information yaaa dulu waktu di AA, aku masuk kelas C. Katanya siii kelas C itu kelas yang bagus, jadi urutan ke-bagus-annya itu mulai dari A,B,C dan aku dapet kelas C, Alhamdulillah.. Uhhhhuuukkk -tetep aje ga pernah berangkat!! hufhhh (_ _#)-. Seminggu kemudian keluar pengumuman, aku masuk di kelas nya Ustzh Widya. Dan saat itu diadakan kuliah perdana. Semacam perkenalan tentang apa itu FHQ (Forum Halaqoh Qur'an) An Nashr. Aku baru tau bahwa tahapan seseorang itu bisa dikategorikan benar bacaan qur'an nya adalah Baghdadiyah (bagi yang masih belum lancar bacaan qur'an nya), Tahsin I, Tahsin II, Takhossus dan terakhir Tahfidz. Aku masuk tahsin I, Alhamdulillah untuuuuuuuuuung g masuk baghdadiyah hehehehe. 

Seiring berjalannya waktu belajar di FHQ An Nashr, aku makin sadar bahwa bacaan Qur'an ku itu superrrrr carut maruttttt. Aku masih salah dalam pengucapan huruf Ghoin, Dza, Kho dan masiiiiiiih banyak lagiiiii -malunya sayaaahhh, saya kira selama ini bacaan ku udah oke oke aja hikssss-. Belum lagi kalo ngomongin ghunnah, Wow!! makin kosong melompong lah saya. Jangankan ngomongin ghunnah, wong kalo baca aja suka dibelakangnya itu seperti ada hamzah nya. Misal harusnya A, Ba, Ta ,Tsa.. itu dibaca A', Ba', Ta', Tsa' dll, kata guru nya si itu kesalahan yang sudah umum karena kebiasaan pengajaran membaca Al-Qur'an di TPA TPA sejak kecil dulu. Ahhhh intinyaaa bacaan ku yang aku kira udah bener, itu semua salah sodara sodara. Bacaan ku masih carut marut. Tapi Alhamdulillah, aku menemukan tempat yang pas dan cocok untuk belajar. Pas waktunya (cuma dua jam dari jam 7 sampe 9 pagi), pas lokasi nya (deket cint dari rumah), pas metode belajarnya, pas juga biaya kuliahnya hahahahahaha..

Satu semeseter belajar tahsin disitu, sedikit demi sedikit bacaan ku mulai terdengar "agak" bener heheee. Makhrojul huruf (tempat keluarnya huruf) sudah bener. Sudah bisa membedakan kho dengan gho. Sudah bisa membedakan Shod dengan sin. Sudah bener ghunnah nya. Sudah mengenal bacaan bacaan ghorib. Sudah bisa membaca huruf muqatha'ah, sudah bener mad nya, sudah mulai sensitif ini telinga ketika mendengar orang lain membaca Al-Qur'an dan ghunnah nya belum bener, huruf ba dan jim nya masih keluar nafas -harusnya ga keluar nafas-. Pokoknya jadi sensitiiiiiiiiiiiiif banget hahahahaha. Dan tibalah saat nya UAS -sebelumnya dah ikutan UTS dan aku dapet nilai 95 yeyeyeyeyeyeyyyyyy!!! Alhamdulillah :D -. Waktu UAS ini terus terang aku ga belajar. Soalnya waktu itu bertepatan dengan jadwal long holiday sih wkwkwkwkwk -alesyannn- jadilah aku belajar hanya semalam, dan keesokan harinya waktu ngerjain soal tertulis nya aku ng-Blaaaaankk!! Whaaatttt Help Me Allah.. hikssss. Soal tertulis aku kerjakan se-inget- ku aja. Waktu ujian tilawah Alhamdulillah, aku yakin nilainya jauh lebih baik daripada nilai ujian tertulis ku.

Aku ga tau apakah aku lulus dan naik kelas atau ga. Yang jelas, aku pengeeeeeeeeeeeeeen banget naik kelas ke Tahsin II. Aku penasaran, kaya apa sih Tahsin II itu, perasaan di Tahsin I aku udah dapet materi yang lengkap kap kap. Dan Alhamdulillah, pengumuman pun tiba. Berbekal pinjem mata nya tante cepe heheee maksutnya tante cepe yang ngeliatin pengumuman, dia ngabarin kalo aku lulus dan naik ke Tahsin II dengan ustazah Retno. Suami ku juga lulus dan lanjut ke Tahsin II. Alhamdulillah ya Allah.. semoga ilmu kami bermanfaat dan makin cinta pada surat cinta-Mu. Aamiin :-*