Minggu, 09 Februari 2014

Muludan di Kantor

Judul postingannya rada-rada gimanaaa gitu ya. Kata "Muludan" biasa dipake sama orang orang di kampungku untuk menyebut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Dari kata Maulid, kemudian entah bagaimana awalnya bisa menjadi muludan -disesuain lidah kali yeee-. Biasanya dulu waktu kecil, acara maulid Nabi di sekolah ditandai dengan diperintahkannya para siswa untuk memakai pakaian muslim dan membawa TAKIR. Apa lagi itu takir?!?! Takir adalaaaah bekal makanan yang nanti bakal kita makan bersama sama didalam kelas. Biasanya para orang tua bakalan mempersiapkan takir yang Bombastis -menurut mereka sih heheee- supaya anak anaknya bangga nanti ketika membuka telkem -kotak makanan- mereka. Lalu bagaimana dengan saya?? takir yang paling saya favoritkan adalah nasi, ind*mie goreng dan telor ceplok. Hahayyyy serasa menu ini adalah menu paling jossss di dunia.

Pembukanya segitu aje yee, sekarang aku mau cerita tentang pengalaman peringatan maulid Nabi Muhammad SAW pertama kali di kantor pusat DJKN ini. Acara diadakan di aula Lt.5 KPDJKN. Dimulai dengan sholat Ashar berjamaah kemudian dilanjut dengan tausiyah dari Ustaaaaaadzzz -mikir lama! lupa nama ustadz nya!?!?!- ah bukan hal yang terpenting mengingat nama ustadz nya, yang penting adalah snack nya -upsss!! ngaswurr- maksutnya yang penting adalah kita ingat dengan nasihat yang disampaikan oleh beliau. Gitu maksutnyaaa (_ _#).

Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW kali mengambil tema Keteladanan Rasulullah Saw Mantapkan Nilai Nilai Kemenkeu Guna Mendukung Transformasi Kelembagaan Djkn. Aku suka dengan tema ini, apalagi awal kalimatnya "Keteladanan Rasulullah SAW". Memang benar, bahwa di dalam diri Rasulullah SAW telah terdapat contoh yang baik. Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu uswatun hasanah (suri teladan yang baik) bagimu” (QS. Al-Ahzaab: 21). Hendak menjadi apapun kita, apapun peran kita, maka sudah sepatutnya Baginda Nabi Muhammad SAW menjadi suri tauladan bagi kita. Tidak terkecuali dalam hal pekerjaan. Beliau mencontohkan bagaimana menjadi seorang kepala pemerintahan, kepala negara, pemimpin perang dll. Kata Pak Ustadz, Rasulullah saat menjadi kepala negara sekaligus kepala pemerintahan itu, yang Beliau bangun adalah LEMBAGA. Maksutnya apa?! maksutnya, yang diperkuat oleh Rasulullah SAW adalah orang orang yang berada disekitarnya, yang membantu beliau dalam pengurusan negara. Dan.. Beliau tidak sembarangan dalam memilih orang. Untuk masalah kewirausahaan dan ekonomi, beliau memiliki Abu Bakar Ash Shidiq seorang wirausahawan yang dermawan. Ia pun memiliki Abdurrahman bin Auf yang juga pandai dalam berdagang. Untuk masalah strategi perang, ia memiliki Umar bin Khattab. Sehingga tidak semua urusan dikerjakan oleh beliau sendiri. Tujuannya adalah jika beliau wafat kelak, maka negara akan tetap prima, karena beliau telah mempersiapkan kader kader yang mampu meneruskan kepengurusan negara. “Rasulullah SAW dalam membangun negaranya tidak sendirian, Beliau membangun bersama jamaah dan diantara jamaah itu ada orang yang kuat-kuat (ahli-red) ” begitu yang disampaikan oleh Pak Ustadz -yang masih belum inget siapa namanya -___- -
Gambar ambil di web DJKN

Sama halnya dengan kita, ketika kita bekerja, menjadi seorang pemimpin kelak, maka bangunlah lembaga, dengan memilih orang orang yang ahli dalam bidangnya -ga asal comot- dan bersinergi untuk kemajuan bersama -haseeeeek bahasanya-. Pada akhir tausiyahnya, Pak Ustadz menyampaikan bahwa “Keberkahan itu adalah ketika kinerja kita secara kelembagaan bukan individualis, karena kesolehan seseorang, meskipun dia adalah seorang pemimpin, tidak akan memproduksi kebaikan jika tidak dilakukan secara kelembagaan,”.

Itulah sekelumit cerita tentang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di KPDJKN tahun ini, mudah mudahan kelak ketika aku, kita, menjadi pemimpin dapat mencontoh kepemimpinan Baginda Nabi Muhammad SAW. Aamiin :)
Gambar diambil dari web DJKN juga :D


Noted : aku dah tauuuu nama Pak Ustadz nya. Namanya Ustadz Ahzami Samiun Jazuli. Makasih ya pak untuk tausiyahnya :D

2 komentar: